Alap-alap PA-06D Segera Diproduksi Massal

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TIRBR BPPT), Wahyu Widodo Pandoe, mengatakan, Pesawat Udara Nir-Awak (PUNA) tipe Alap-alap PA-06D akan segera diproduksi massal.

Dilansir dai laman Antara (3/ 1), Hal ini menyusul telah diterimanya sertifikat kelayakan untuk pesawat drone ini dari Badan Sarana Pertahanan  Kementerian Pertahanan sebagai produk militer.

Untuk memenuhi rencana produksi massal ini, BPPT akan bekerja sama dengan pihak industri. Hal ini karena BPPT hanya bertugas menyusun prototipe dan mengajukan sertifikasi kelayakan saja.

“Segera (produksi massal) setelah sertifikasi ini. Tahun ini, nanti mitra swasta kami yang akan melanjutkan,” kata dia, di Kantor BPPT, Jakarta, Kamis, usai acara Serah Terima Sertifikat Tipe dan Sertifikat Kelaikudaraan Militer dari Badan Sarana Pertahanan  Kementerian Pertahanan.

Meski BPPT tidak melakukan produksi PUNA untuk dijual kepada konsumen, menurut dia, BPPT sudah memiliki beberapa PUNA tipe Alap-alap PA-06D yang digunakan untuk kebutuhan darurat dalam negeri.

“Di BPPT, disiapkan beberapa pesawat untuk keperluan sipil sehingga kalau ada yang darurat bisa dibantu, seperti pemetaan kebakaran hutan, pemetaan gunung berapi,” katanya.

Ia berharap dengan perolehan sertifikasi tipe (TC), PUNA ini dapat digunakan untuk keperluan TNI.

Kepala Pusat Sarana Pertahanan Kemhan, Laksda TNI Agus Setiadji (kanan)
Kepala Pusat Sarana Pertahanan Kemhan, Laksda TNI Agus Setiadji (kanan) bersama Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT, Wahyu Widodo Pandoe saat penyerahan sertifikat drone Alap-Alap tipe PA-06D di Ruang Komisi Utama Gedung BPPT, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019). | AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa

PUNA yang memiliki fungsi utama untuk melakukan pemetaan udara ini telah menunjukkan kemampuannya dalam memetakan daerah terdampak bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan jalur kereta api cepat Cirebon-Brebes.

Proses sertifikasi PUNA ini dilakukan oleh BPPT kepada Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan dan memerlukan waktu tiga bulan sejak didaftarkan hingga lulus sertifikasi pada Desember 2018.

Ia menambahkan, PUNA ini mampu terbang di ketinggian 12.000 kaki dengan kecepatan 55 hingga 65 knot.

“Untuk altitude atau ketinggian terbangnya, Alap-alap ini mampu mencapai 12.000 kaki, dengan jangkauan datalink 100 km (LOS). Untuk kecepatan saat cruise 55-65 knot dan untuk lepas-landas dan mendarat memerlukan landasan pacu sepanjang 150-200 meter,” katanya.

PUNA tipe Alap-Alap PA-06D memiliki spesifikasi teknis bentang sayap sepanjang 3.2 m, berat maksimum saat lepas landas sebesar 31 kg, dan memiliki ketahanan untuk terbang selama lima jam.

Photo: PUNA tipe Alap-alap PA-06D. (Dokumentasi BPPT)

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s