Alasan Rusia Belum Pilih Komoditas Untuk Dibarter dengan Sukhoi

Rencana pemerintah membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 Rusia, belum menemukan titik terang. Pasalnya, bukan hanya karena Rusia belum dapat menentukan jenis komoditas yang akan dipilih. Namun, lantaran masih belum adanya pembelian dari pihak Kementerian Pertahanan.

“Saya hanya melakukan imbal beli. 20 komoditas sudah ditawarkan tapi mereka (Rusia) belum respons. Nah mereka mau merespons kalau kita sudah beli,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan di Kementerian Perdagangan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari laman Jawa Pos, Senin (7/ 1).

Sedianya pemerintah akan membeli 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia. Dari nilai kontrak senilai USD 1,14 miliar atau Rp 15,96 triliun (kurs Rp 14 ribu), senilai USD 570 juta atau Rp 7,98 triliun akan dibayar lewat imbal dagang dengan komoditas asal Indonesia. Sedangkan sisanya akan dibayar melalui skema G to G lewat Kementerian Pertahanan.

Oke mengatakan, hingga saat ini Rusia belum juga dapat memastikan komoditas mana yang akan dipilih. Namun secara tersirat, ia menyampaikan Rusia akan menentukan komoditas jika realisasi pembelian Sukhoi sudah terlaksana.

“Sudah kita tawarkan tapi mereka belum memastikan, tinggal perjalanan realisasi pembelian Sukhoinya,” kata dia.

Photo: Su-35 (Istimewa)

Editor: (D.E.S)

Iklan

11 tanggapan untuk “Alasan Rusia Belum Pilih Komoditas Untuk Dibarter dengan Sukhoi”

  1. Alasan saja tuh si Rusia.

    Kontrak sudah ditandatangani bulan Agustus 2018.

    Tinggal mereka pilih komoditas.

    Nanti kalo udah dibayar dan mereka kirim Sukhoinya lalu mak blenyeng kabur dari tanggung jawab imbal beli alias nggak beli-beli komoditas kita.

    Suka

  2. @master ngitung

    “Nanti kalo udah dibayar dan mereka kirim Sukhoinya lalu mak blenyeng kabur dari tanggung jawab imbal beli alias nggak beli-beli komoditas kita”

    Ya biarin aja kalo mereka ga mau ambil pembayaran yg separo(via barter)…kan mereka yg rugi 😂😂😂

    Suka

  3. Komoditas belum mau pilih, apa susahnya tinggal pilih ?
    syarat yg diajukan oleh pihak KKIP belum direspon, jelas rusia maunya semua komponen harus dari rusia teknisinya.
    Bagaimana menhan indonesia mau tanda tangan kontrak efektif ???

    Suka

  4. Udah
    Pilih si gripin saja
    16 unit sudah satu skuadron
    Radar aesa juga, mudah dapet tot dan offsetnya bisa dapet tot radar juga, okus 6 unit dirakit dirumah
    Tinggal f 16 di upgrade jadi si viper dan minta di upgrade di rumah juga plus tot kalau bisa
    Dari pada berbelit mending pilih yang mudah

    Suka

  5. Atau perlu dikasih bonus pilihan dari yg 45 dan yg 100 itu ?? 😣😕

    Let’s sing together the song of joyful song…
    👏👏👏
    😃😂😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s