AS Akan Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir

pemimpin uni soviet mikhail gorbachev dan presiden as, ronald reagan saat penandatanganan perjanjian inf, 8 desember 1987. (reuters)
Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev dan Presiden AS, Ronald Reagan saat penandatanganan perjanjian INF, 8 Desember 1987. (Reuters)

AS menolak tawaran dari Rusia untuk menyelamatkan perjanjian penting yang melarang adanya rudal nuklir di Eropa, dan siap untuk keluar dari kesepakatan tersebut mulai bulan depan.

Setelah pertemuan di Jenewa antara pejabat Rusia dan AS, Wakil Menteri AS untuk Kontrol Senjata dan Keamanan Internasional, Andrea Thompson mengatakan bahwa Moskow telah menolak untuk mengizinkan inspeksi terhadap sistem rudal barunya yang menurut Washington melanggar Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (Intermediate-range Nuclear Forces Treaty/ INF), sebagaimana dilansir dari laman Okezone (17/ 1).

Perjanjian yang dinegosiasikan oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987 itu mengatur penghapusan persenjataan jarak menengah dari AS dan Uni Soviet dan mengurangi kemampuan mereka untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.

INF melarang kepemilikan rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500 km sampai 5.500 km.

“Kami tidak dapat menemukan jalan baru kemarin dengan Rusia,” kata Thompson tentang pertemuan 15 Januari dengan para pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Berdasarkan diskusi kemarin dan retorika yang sesuai hari ini, kami tidak melihat indikasi bahwa Rusia akan memilih untuk patuh (pada INF),” tambahnya sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (17/1/2018).

Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO-nya menuntut Rusia untuk menghancurkan sistem rudal jelajah berkemampuan nuklir, 9M729, yang menurut Washington memungkinkan Rusia untuk menyerang Eropa dalam waktu singkat. Tanpa kesepakatan mengenai syarat tersebut, AS akan menarik diri dari INF mulai 2 Februari.

Rusia membantah memiliki strategi semacam itu dan menuduh Presiden AS Donald Trump menggunakan Moskow sebagai alasan untuk mundur dari INF. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan bahwa Washington tidak mempertimbangkan secara seksama usulan dari Moskow untuk mencegah terjadinya perlombaan senjata baru di Eropa.

Moskow mengatakan bahwa jangkauan rudal itu menempatkan mereka di luar perjanjian dan jarak yang bisa mereka tempuh tidak sejauh yang dituduhkan Washington, yang berarti Moskow sepenuhnya patuh dengan INF. Namun, Thompson mengatakan, pihak Rusia hanya menawarkan tampilan pada sistem rudal jelajah, yang disebut tampilan statis, yang menurutnya tidak akan bisa digunakan untuk memverifikasi kisaran jangkauan sebenarnya dari hulu ledaknya.

Editor: (D.E.S)

Iklan

3 tanggapan untuk “AS Akan Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir”

  1. Bila rusia binasa,mengapa dunia harus ada?

    Cb tanya ke calon presiden, klo terjadi perang nuklir apa yg akan dilakukan capres ?

    Akan…akan modaaaarr

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s