Filipina Akan Beli 16 Unit Helikopter Black Hawk

Black Hawk soars over clouds
An Arizona Army National Guard UH-60 Black Hawk helicopter with 2-285th Assault Helicopter Battalion in Phoenix soars over a low layer of clouds during a flight to the Western Army Aviation Training site in Marana, Ariz. March 4, 2015. (U.S. Army National Guard photo by Staff Sgt. Brian A. Barbour)

Angkatan Udara (AU) Filipina telah memutuskan akan membeli 16 unit helikopter Black Hawk buatan pabrikan asal AS, Sikorsky Aircraft, meskipun Presiden Rodrigo Duterte pernah bersumpah untuk tidak membeli persenjataan dari AS.

Dilansir dari laman Kompas (18/ 1), Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, keputusan membeli helikopter Black Hawk telah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang.

Sebelumnya, Filipina bermaksud membeli helikopter Bell 412 buatan Kanada. Namun kesepakatan tersebut batal lantaran pemerintah Kanada khawatir helikopter buatan mereka bakal digunakan untuk menyerang rakyat Filipina.

Angkatan Udara Filipina pun akhirnya kembali mempertimbangkan opsi penawaran lainnya, yakni S-70 Black Hawk yang diproduksi Sikorsky Aircraft, Mi-171 buatan Rusia, Surion buatan Korea Selatan, dan AW139 produksi AgustaWestland dari Inggris.

“Dari hasil evaluasi, diperoleh (Sikorsky) sebagai pilihan teratas. Mereka menginginkan Black Hawk,” kata Lorenzana di sela-sela forum koresponden asing di Manila, Kamis (17/1/2019).

Kementerian Pertahanan lantas melaporkan hasil evaluasi Angkatan Udara kepada Presiden Duterte dengan mengingatkan bahwa pilihan ini dapat melanggar pernyataannya.

“Walau demikian presiden telah memberikan lampu hijau,” kata Lorenzana, sebagaimana dilansir SCMP.

“Saat itu saya berkata, pesawat ini didatangkan dari Polandia, karena memang ada pabrik di Polandia yang memproduksi helikopter Black Hawk di bawah pengawasan Lockheed Martin dan Sikorsky.” “Mungkin ini bisa menjadi pengecualian. Dan presiden berkara, apa pun yang diinginkan angkatan udara sebagai pengguna, maka itu yang akan kita beli,” tambah Lorenzana.

Presiden Duterte sebelumnya telah menyatakan tidak akan lagi membeli persenjataan dari AS setelah Washington meminta Filipina mempertimbangkan rencana pembelian senjata dari Rusia yang dapat merenggangkan hubungan kedua negara.

Selain itu, AS mengancam pembelian persenjataan dari Rusia dapat memicu sanksi karena “Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi” atau CAATSA yang disahkan Presiden Donald Trump pada 2017. Undang-undang tersebut memberi kewenangan pemerintah AS untuk menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang membeli peralatan militer dari rival AS, yakni Rusia, Iran, dan Korea Utara.

Editor: (D.E.S)

Iklan

2 tanggapan untuk “Filipina Akan Beli 16 Unit Helikopter Black Hawk”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s