Operasi Jelajah Medan TNI AU Tahun 2019

pesawat tempur t-50 gold eagle yang melakukan operasi lintas panah dan jelajah medan saat tiba di apron lanud el tari kupang pada jumad (25012019). pos kupang
Pesawat tempur T-50 Golden Eagle yang melakukan operasi lintas panah dan jelajah medan saat tiba di apron lanud el tari kupang pada jumad (25012019). (Pos Kupang)

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi host (tuan rumah) perdana pelaksanaan operasi militer bersandi Jelajah Medan 2019 oleh TNI AU.

Dilansir dari laman Pos Kupang (25/ 1), Operasi yang merupakan operasi militer TNI Angkatan Udara ini melibatkan tiga pesawat tempur canggih T-50 Gold Eagle yang berasal dari Squadron 15 Lanud Iswahyudi Madiun, Jawa Timur.

Tiga pesawat tempur T-50 tiba di Lanud El Tari Kupang pada Jumat (25/1/2019) pukul 15.20 Wita. Sebelumnya, lebih dahulu tiba pesawat pengangkut jenis Hercules yang membawa suporter peralatan dan kru penerbang sekira pukul 13.00 Wita.

Komandan Lanud El Tari Kupang Kolonel Pnb Arief Hartono di Apron Lanud El Tari menjelaskan, tujuan kedatangan tiga pesawat tempur T-50 ini untuk melaksanakan dua operasi sekaligus di wilayah udara NTT.

“Kedatangan pesawat tempur ini tujuannya ada dua, pertama adalah melaksanakan Operasi Lintas Panah, kemudian juga melaksanakan Operasi Jelajah Medan,” ujar Kolonel Arief.

danlanud el tari kupang kolonel pnb arief hartono bersama dengan tim penerbang pesawat tempur t-50 gold eagle di shelter lanud el tari kupang. (pos kupang)
Danlanud El Tari Kupang Kolonel Pnb Arief Hartono bersama dengan tim penerbang pesawat tempur T-50 Gold Eagle di Shelter Lanud El Tari Kupang. (POS KUPANG)

Untuk Operasi Lintas Panah, kata Danlanud, hanya dilaksanakan di Lanud El Tari. Operasi tersebut merupakan operasi rutin TNI AU, namun secara detailnya tidak dapat dipublikasikan. Sedangkan untuk Operasi Jelajah Medan, akan dilaksanakan di seluruh Indonesia, dan pangkalan udara El Tari didaulat menjadi pangkalan perdana pelaksanaan operasi tersebut.

“Operasi Lintas Panah di Lanud El Tari Kupang sedangkan Jelajah Medan di seluruh Indonesia. Jadi mereka ini bergerak ke seluruh pangkalan operasi di seluruh Indonesia dengan didukung oleh empat pesawat pengangkut Hercules,” ujar Kolonel Arief.

Dalam operasi tersebut, tiga pesawat tempur tipe T-50 buatan Korea Selatan itu akan melakukan penerbangan dan pemantauan ke seluruh wilayah udara NTT mencakup wilayah terluar dan perbatasan dengan negara RDTL dan Australia.

“Dalam operasi ini akan dilakukan penerbangan dimana dalam satu hari akan ada enam shortis, mulai terbang pada hari Senin dan akan menjelajah hingga perbatasan dan pulau terluar,” ujar Kolonel Arief.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pelaksanaan operasi ini pada dasarnya merupakan keinginan dari Kepala Staf TNI AU agar seluruh pesawat tempur yang berada di Squadron agar menunjukkan eksistensinya dengan “menyapa” pangkalan operasi yang ada di seluruh Indonesia.

“Pada dasarnya, ini keinginan dari kepala staf AU pada rapat, dimana beliau memerintahkan agar mulai awal tahun seluruh pesawat yang ada di Indonesia agar memperlihatkan eksistensinya di pangkalan operasi yang ada di seluruh Nusantara,” paparnya.

Komandan Squadron 15 Letkol Pnb Hendra Supriyadi kepada POS-KUPANG.COM menjelaskan, pelaksanaan operasi Lintas Panah timnya di Pangkalan Udara El Tari Kupang akan berlangsung selama empat hari, sejak 28 Januari 2019 hingga 31 Januari 2019.

Lintas Panah merupakan operasi yang dilakukan khususnya di wilayah udara Lanud El Tari Kupang.

Dalam operasi ini, timnya membawa tiga pesawat tempur yakni pesawat tempur T-50 Gold Eagle TT-5002, TT-5015 dan TT-5014. Untuk pesawat TT-5002 dan TT-5014 dipiloti oleh masing masing dua pilot sedangkan untuk TT-5015 oleh solo pilot.

Tim penerbang dalam operasi ini terdiri dari delapan penerbang yaitu Komandan Squadron 15 Letkol Pnb Hendra Supriyadi bersama dengan Mayor Pnb Yudisthira, Kapten Pnb Febri Dwi Nugroho, Lettu Pnb Yerick Ardyan F, Lettu Pnb Stefanus Adi P, Lettu Pnb agung Tri Widyatmoko, Lettu Pnb Hasnan P, Letda Pnb Arief Yudha.

“Penerbangan dari Madiun memakan waktu 3 jam untuk sampai di Kupang. Kita tadi sempat melakukan short stop di Lombok untuk isi bahan bakar, ini penerbangan yang cukup panjang namun relatif lancar. beruntung cuaca baik jadi bisa sampai di Kupang dengan selamat,” ujar Komandan Squadron.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s