Pejabat Korea Selatan Tiba di Jakarta untuk Menegosiasikan Kembali ProgramKFX/ IFX

Sebuah delegasi yang terdiri dari para pejabat Korea Aerospace Industries (KAI) telah tiba di Jakarta untuk menegosiasikan kembali partisipasi Indonesia dalam program bersama mengembangkan dan membangun pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/ Indonesia Fighter Xperiment (KFX/ IFX).

Dilansir dari laman Janes (28/ 01), Menurut informasi dan dokumen yang diberikan kepada Jane pada 23 Januari oleh sebuah sumber dari komisi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk urusan pertahanan, intelijen, dan luar negeri (Komisi I), sebuah pertemuan untuk membahas program tersebut diadakan selama dua hari sejak 24 Januari.

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah tim perwakilan dari perusahaan dirgantara milik negara PT Dirgantara Indonesia (PTDI); Kementerian Pertahanan Indonesia; dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (POLHUKAM).

Dokumen yang diberikan kepada Jane, memberikan perincian poin-poin diskusi yang diangkat pada pertemuan tersebut, juga menunjukkan bahwa Indonesia berharap untuk mengusulkan perpanjangan kewajiban pembayarannya di bawah program hingga tahun 2031.

Untuk lebih mengurangi beban pada anggaran pertahanan nasionalnya, Indonesia juga berharap untuk mengusulkan pembayaran program tersebut melalui transaksi imbal-dagang (counter-trade deals), bukan uang tunai; mirip dengan strategi yang dikejar dalam akuisisi pesawat tempur Su-35 dari Rusia.

Selain itu, Jakarta mendorong hak kekayaan intelektual yang lebih besar atas teknologi yang dikembangkan dalam program ini dengan tujuan untuk mengkomersialkannya di masa depan.

Berdasarkan perjanjian keuangan asli KFX/ IFX yang ditandatangani antara kedua negara pada tahun 2015, Indonesia berkewajiban untuk membayar 20% dari total biaya pengembangan program, yang diperkirakan sekitar USD8 miliar.

Photo: KF-X (ARC)

Editor: (D.E.S)

Iklan

9 tanggapan untuk “Pejabat Korea Selatan Tiba di Jakarta untuk Menegosiasikan Kembali ProgramKFX/ IFX”

  1. Ada beberapa kemungkinan mengenai adanya negosiasi ulang :

    Pertama – kesepakatan awal kurang kuat mengenai perjanjian porsi hak kekayaan intelektual yg harus didapat oleh SDM indonesia.

    Kedua – fakta dilapangan tidak lagi sesuai dengan kesepakatan yg sudah tertuang dalam kerjasama produksi ( terkait hak paten untuk pemasaran ).

    Ketiga – adanya proteksi berlebihan dari pihak LM – KAI terkait teknologi yg harus ditransfer ke teknisi PT.DI dalam proyek KFX/IFX. ( kemungkinan karena tidak adanya akuisisi F-35 oleh indonesia )

    KETERANGAN

    Hak exklusif – LOCKHEED MARTIN
    Penerima hak 1 – PT.KAI
    penerima hak 2 – PT.DI

    Suka

  2. Imbal dagang aja terus…..bayarnya dikit minta hak intelektual banyak, udah gitu pengen dikomersialkan

    Sebenernya agak kesel sih sama yg beginian, orang korea kok bisa sesabar ini ya kerjasama bareng negara ribet dan semaunya sendiri

    Suka

    1. Hak intelektual tergantung perjanjian…
      Investasi lebih kecil wajar karena jumlah yg akan diakuisisi juga lebih sedikit…

      Suka

  3. Sebenarnya kuncinya ada di artikel sebelumnya, yg judulnya wow πŸ˜‚πŸ˜‚ dan isinya jugak wow πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ada kata HEGE….

    Kata apakah itu haaaa kabur ah….
    πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s