Baku Tembak dengan KKSB, Personel TNI Gugur di Mapenduma

pasukan gabungan tni polri mengevakuasi satu jenazah korban penembakan kkb di kabupaten nduga, papua, minggu (09122018). (i news)
Photo Ilustrasi: Pasukan gabungan TNI/Polri mengevakuasi satu jenazah korban penembakan KKB di Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (9/12/2018). KKB kembali menembaki anggota TNI AD yang bertugas di sekitar Lapangan Terbang Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (28/1/2019). (iNews.id/ Chanry Andrew Suripatty)

Sejumlah personel Yonif 751 Rider telah mengevakuasi Jenazah Prajurit Kepala Nasarudin, korban penembakan kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Selasa pagi (29/1). Nasarudin dievakuasi ke Jayapura dengan penerbangan sipil untuk lanjut diterbangkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.

Dilansir dari laman CNN (29/ 1), Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan setibanya di Bandara Sentani, jenazah korban langsung dibawa ke Mako Yonif 751 Raider untuk disemayamkan sebelum dikirim ke Makassar.

“Rencananya jenazah Praka Nasarudin dimakamkan di Makassar,” kata Sianturi, Selasa (29/1).

Sementara itu, dalam peristiwa tersebut juga jatuh korban luka, yakni Prajurit Kepala Muhamad Rivai yang terkena pantulan peluru di tangannya. Muhamad Rivai hingga saat ini masih dalam perawatan intensif RSUD Timika.

Kronologi kejadian, kedua anggota Yonif 751 itu mengalami musibah saat mengamankan lapangan terbang Mapnduma sesaat sebelum tibanya rombongan Bupati Nduga Yarius Gwijangge.

Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Ibrahim itu sejatinya terbang dari Nduga ke Mapenduma untuk mengantar bantuan logistik sebanyak 1.100 kilogram. Dalam rombongan tersebut, selain Bupati Nduga, juga terdapat Kepala Distrik Mapenduma dan Kepala Distrik Kagayam.

Namun, kata Sianturi, sesaat sebelum pesawat milik Enggang Air Service mendarat, tiba-tiba aparat keamanan ditembaki dari ketinggian hingga terjadi kontak tembak.

Setelah menurunkan bahan bantuan untuk masyarakat, kemudian kedua korban langsung dievakuasi dengan menggunakan pesawat tersebut didampingi Bupati Nduga. Namun sayang, meski sudah mendapat perawatan medis di RSUD Timika, nyawa Nasrudin tidak tertolong.

Peristiwa di Mapnduma diketahui berbarengan dengan aksi kelompok separatis the United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang mengklaim telah menyerahkan petisi menuntut referendum kemerdekaan Papua Barat kepada Ketua Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Michelle Bachelet. Petisi diklaim telah ditandatangani 1,8 juta warga Papua.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi saya dan rakyat saya. Saya telah menyerahkan apa yang saya anggap sebagai tulang rangka rakyat Papua Barat, karena telah banyak orang yang mati terbunuh,” ucap Pemimpin ULMWP, Benny Wenda, di Genewa, Swiss, seperti dikutip Reuters pada Senin (28/1).

Benny mengatakan bahwa di bawah pemerintahan Indonesia, warga Papua tak memiliki kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkumpul. Dia menganggap satu-satunya cara untuk mendapatkan kebebasan itu adalah melalui petisi ini yang ditandatangani oleh hampir tiga perempat orang dari total 2,5 juta rakyat Papua.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meyakini PBB tidak akan menggubris petisi referendum tersebut.

“PBB pasti menghormati kedaulatan Indonesia,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/1).

Moeldoko mengatakan petisi yang diserahkan oleh Pemimpin ULMWP, Benny Wenda itu tak akan berpengaruh terhadap upaya melepaskan diri Papua dari Indonesia.

Editor: (D.E.S)

Iklan

One thought on “Baku Tembak dengan KKSB, Personel TNI Gugur di Mapenduma”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s