Komandan Norad Minta Amerika dan Kanada Upgrade Sistem Anti-rudal

Rudal SM-3 Blok IIA telah tiga kali diuji coba dari Kauai, Hawaii. Satu berhasil, dua lainnya gagal. Kegagalan pertama terjadi, pada Juni 2017. (Raytheon)
Rudal SM-3 Blok IIA telah tiga kali diuji coba dari Kauai, Hawaii. Satu berhasil, dua lainnya gagal. Kegagalan pertama terjadi, pada Juni 2017, setelah seorang kru kapal perang USS John Paul Jones melakukan kesalahan sehingga memicu mekanisme penghancuran rudal sehingga SM-3 Blok IIA meledak. (raytheon)

Komandan Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (North American Aerospace Defense Command) disingkat NORAD, Jenderal Terrence O’Shaughnessy, mengatakan AS dan Kanada harus meningkatkan kemampuan pertahanan rudal menghadapi ancaman rudal milik Rusia.

Dilansir dari laman Tempo (15/ 2), Ancaman ini meningkat pasca perang dingin. Militer Rusia meningkatkan kegiatan seperti patroli dengan jet tempur di kawasan Arktik setelah 30 tahun tidak melakukannya.

Militer Rusia juga menerbangkan sejumlah pesawat pengebom besar mendekati perbatasan wilayah Kanada dan Amerika. Lalu, ada penempatan rudal jelajah di kawasan utara.

“Kita belum pernah melihat peningkatan sistematis dan metodis ancaman sejak puncak perang dingin,” kata O’Shaughnessy.

O’Shaughnessy juga mengatakan,” Kita harus menyadari realita bahwa musuh kita sekarang menjadi risiko terhadap warga negara kita, cara hidup kita, dan kepentingan nasional.”

Mengenai ini, media Global News melansir, “Saat ini, Kanada dan Amerika sedang mencoba meningkatkan kemampuan pertahanan benua termasuk meningkatkan kemampuan radar di kawasan Arktik milik Kanada, yang menopang sistem Norad.”

Radar ini dibangun pada 1980an yang terintegrasi dengan sistem Norad. Namun, Kanada dan Amerika masih membutuhkan studi lebih lanjut mengenai perlunya pemutakhiran sistem rudal anti-serangan rudal ini.

O’Shaughnessy melanjutkan AS dan Kanada harus menghindarkan diri dari ‘jebakan analisis menghasilkan kebekuan’ dan perlu memulai pengerahan di lapangan.

“Kami memiliki pandangan yang jernih soal dini di Norad. Dan kami katakan pertahanan bangsa kami merupakan hal mendesak dan penting,” kata dia.

Pemutakhiran sistem NORAD ini tergantung kesepakatan Kanada untuk berpartisipasi dalam program tameng pertahanan rudal. Ini akan membutuhkan pemasangan sistem peluncur anti-rudal di wilayah Kanada. Namun, ini juga akan membuat Kanada menjadi target serangan strategis. Pada 2005, Kanada memilih tidak ikut dalam sistem Norad ini.

Presiden AS, Donald Trump, dan Pentagon telah meminta pemasangan sensor di luar angkasa untuk meningkatkan kemampuan deteksi serangan rudal. Namun, ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya pengembangan senjata di luar angkasa selain biaya yang tinggi.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s