Belarus Siap Bersatu dengan Rusia?

Presiden Belarus Alexander Lukashenko (AFP)
Presiden Belarus Alexander Lukashenko (AFP)

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan, negerinya siap untuk bergabung dengan sekutu lamanya, Rusia. Pernyataan ini menimbulkan prospek Moskwa akan menjadikan negeri yang berbatasan dengan dua negara NATO, Polandia dan Lithuania itu, sebagai wilayahnya.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Lukashenko, yang berkuasa sejak 1994, pada akhir pekan lalu. Demikian dikabarkan harian The Moscow Times.

Dilansir dari laman Kompas (18/ 02), Lukhashenko menyampaikan hal itu di hari ketiga sekaligus terakhir pembicaraan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebelumnya, banyak rumor beredar bahwa Belarus siap menyatu denngan Rusia di masa pemerintahan Putin.

Hal ini memperdalam kesepakatan “persatuan negara” yang sudah diteken di antara kedua negara sejak 1990-an. “Kedua negara kami bisa saja bersatu besok, tak ada masalah,” kata Lukhasenko.. “Namun apakah rakyat Belarus dan Rusia sudah siap? Kami sudah siap untuk bersatu dan mengkonsolidasikan upaya kami. Negara dan rakyat sudah siap,” tambah Lukashenko.

Putin kemudian menanggapi dengan mempertanyakan konsep sebuah negara independen. “Tak ada negara yang benar-benar independen di dunia. Dunia modern adalah dunia dengan saling ketergantungan,” ujar Putin.

Untuk membuktikan teorinya, Putin mengambil contoh Uni Eropa. “Parlemen Eropa meghasilkan keputusan yang jauh lebih mengikat untuk negara anggotnya dibanding majelis tinggi Uni Soviet. Apakah ini demokrasi?” lanjut Putin.

Putin menambahkan, keberadaan militer AS di Eropa juga mengecilkan kedaulatan negara-negara itu.

“Apakah Anda pikir seseorang dari negara Eropa menginginkan misil jarak menengah AS ada di negara mereka?” tanyanya. “Tak ada yang menginginkan itu. Namun mereka hanya diam. Di mana kedaulatan?” tambah Putin.

Meski demikian, lanjut Putin, mereka agaknya meyakini dan menyukai organisasi ini di mana mereka menginvestasikan sebagian kedaulatannya.

Masa jabatan Putin kan berakhir pada 2024 dan menurut konstitusi Rusia dia sudah tak diperbolehkan mencalonkan diri kembali.

Namun, sejumlah kalangan meyakini, Putin bisa mengubah hal itu dengan menciptakan sebuah negara baru melalui persatuan dengan Belarus.

Informasi Ironisnya, pada Desember lalu, Lukashenko membantah akan membiarkan negerinya jatuh di bawah kekuasaan Kremlin.

“Kedaulatan adalah hal yang sakral,” kata Lukashenko di tengah perselisihan soal pasokan minyak dan gas dengan Moskwa.

“Jika ada yang ingin membuat Belarus menjadi bagian dari Rusia, maka hal itu tak akan pernah terjadi,” Lukashenko menegaskan.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s