Menko Kemaritiman: Kita Enggak Mau Beli Alutsista Bekas

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, menjaga kawasan laut menjadi hal yang sangat penting mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar. Oleh sebab itu, peningkatan pertahanan pun harus dilakukan.

“Kita tidak ingin lagi seperti waktu Pulau Sipadan kalah,” katanya dia dalam sebuah diskusi tentang kemaritiman di Kantor CSIS, Jakarta, Jumat (22/ 2/ 2019).

Dilansir dari laman Okezone (22/ 2), Luhut menyatakan, dalam peningkatan strategi pertahanan maka pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berkualitas diperlukan. Kata dia, Indonesia tidak akan membeli lagi alutsista bekas pakai, bahkan akan berusaha membuat sendiri.

“Perlu peningkatan kuantitas dan kualitas alutsista enggak mau bekas, maunya baru dan bahkan kalau bisa dibuat di dalam negeri cukup dari dalam negeri saja,” jelas dia.

Menurutnya, untuk pesawat berteknologi tinggi, Indonesia memang masih perlu bekerjasama dengan negara lain. Saat ini, pemerintah memang sedang bekerjasama dengan Korea Selatan, diharapkan ke depan Indonesia dapat memproduksi sendiri.

“Pesawat Jet itu sedang kerjasama dengan Korea Selatan, itu sedang dikembangkan sehingga nanti ke depan kita bisa bikin sendiri. Kalau kapal laut, saya kira kita sudah bisa buat, waktu itu saya lihat di Surabaya ada yang buat,” katanya.

Selain peningkatan kualitas alutsista, Luhut menyatakan, kualitas sumber daya manusia juga terus ditingkatkan. Sehingga bonus demografi yang ada dapat berdampak baik pada penguatan pertahanan dan perekonomian Indonesia.

“Kualitas sumber daya manusia itu juga jadi hal yang sangat penting,” pungkasnya.

Photo: Menteri koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)

Editor: (D.E.S)

Iklan

14 tanggapan untuk “Menko Kemaritiman: Kita Enggak Mau Beli Alutsista Bekas”

  1. Beli alutsista baru dan berkualitas tapi pengadaannya tersendat-sendat kek su-35…..kerjasama bikin pespur udah kewajiban pembayarannya dikit malah pernah bayar telat, blom lagi minta hak intelektualnya segede gaban πŸ˜‘. Kapal perang tp senjata kosongan

    Peningkatan pertahanan apaan kalo kek gitu pak?

    Suka

  2. Beli yg baru dan berkualitas eh pengadaannya tersendat-sendat kek su-35, kerjasama pespur udah kewajiban pembayarannya dikit eh malah pernah telat bayar, blom lagi minta hak intelektualnya segede gaban πŸ˜‘

    Peningkatan pertahanan apaan kalo kek gitu pak?

    Suka

    1. Tetapi faktanya memang meningkat, fasilitas dibangun dan diperbaiki, perlengkapan terus diupayakan, operasional lancar, ini yg terpenting…

      Suka

    2. Yang udah lama menjomblo tanpa ada peningkatan status juga tenang-tenang aja kok situ yg sibuk….

      Suka

  3. Lha emang nggak beli tapi kalo skema hibah gimana ? Hanya bayar biaya upgrade aja.

    Kalo kapal emang baru.

    Trus itu AAV7-A1 (LVTP7) amfibi serta M113 punya Amrik bakal banyak yang dipensiun lho. Sayang kalo nggak kita pakai. Lumayan buat isi stop gap sampai kapasitas line produksi inhan kita bisa memenuhinya.

    Suka

  4. HOoras lae…Gaya bicara lae sok banyak anggaran…pdahal di otak gmana caranya dpt duit saku biar makin kayaaa…ga ada bukti…banyak omong kali kau lae….sampai saat ini pengadaan alutsista yg ada masih dr pesanan era lama. Nah…semasa klen blm ada….

    Suka

    1. RIO = Rada2 Ini Orang.

      Kau ini bagaimana sih ?

      Di masa pemerintahan ini, kita itu udah dibelikan :
      1. puluhan unit kapal patroli besar dan kecil, baik KRI, KAL maupun KN di mana hampir setiap bulan ada berita peluncurannya.
      2. KCR 4 unit di mana 1 unit KCR (KRI Kerambit) sudah diluncurkan.
      3. kapal anti ranjau 2 unit sedang dibangun.
      4. LST 4 unit di mana 1 unit KRI Teluk Lada sudah diluncurkan
      5. LPD 1 unit KRI Semarang di mana sudah diluncurkan sebagai kapal rumah sakit
      6. BCM 1 unit KRI Bontang di mana sudah diluncurkan.
      7. KRI kombatan baru sekelas korvet dan light fregat sebanyak 8 unit dari Belanda (sedang dibangun)
      8. Kapal 138 meter sedang dibangun bekerja sama dengan Denmark.
      9. kapal selam 3 unit sedang diproses pengadaannya.
      10. heli NBell-412 EPI 9 unit baru saja ditandatangani
      11. heli Caracal 11 unit baru saja ditandatangani
      12. NASAMS 2 satbak sedang dibangun
      13. AIM 9X dan AIM-120C7 sudah dibeli
      14. M109 sebanyak 20 unit sudah datang
      15. Oerlikon Skyshield sebanyak 11 baterai tinggal nunggu datangnya.
      16. Caesar Nexter 155 mm tambahan sebanyak 1 batalyon sudah dibeli tinggal nunggu datang
      17. Meriam LG1 Nex Mk.3 105 mm sebanyak 3 batalyon tinggal nunggu datang.
      18. MLRS Astros tambahan sebanyak 1 batalyon tinggal nunggu datang.
      19. Arisgator sebanyak 5 unit sudah datang, yang lain menyusul.
      20. Sanca, Komodo, Anoa, Badak terus diproduksi sampai sekarang.
      21. Pandur 5 unit sudah datang, yang lain menyusul.

      Dan banyak lagi yang lain, misal Apache tambahan akan datang jauh lebih banyak daripada 8 unit yang kemarin, belum lagi Chinook, belum lagi Helikopter untuk Polri bakal 1 skuadron sekaligus.

      Jangan hanya gara2 Sukhoi yang pengadaannya pun terhambat gara2 pelitnya Rusia, kau ngambek tidak karuan.

      Coba kalo itu dibelikan Viper, bakal selesai prosesnya itu dari dulu.

      Suka

        1. Si Rio ini memang nggak ngerti atau memang pura2 kagak ngerti sih ?

          Yang puluhan kapal patroli itu adalah pesanan tahun 2015, 2016, 2017.

          Yang 8 KRI kelas korvet dan light fregat itu pesanan tahun 2018.

          Yang BCM KRI Bontang itu pesanan tahun 2017.

          KCR Kerambit juga tahun 2017.

          NASAMS 2 sejumlah 2 satbak itu pesanan 2017.

          Caesar Nexter 155 mm pesanan SBY sejumlah 36 unit itu sudah datang semua tetapi tahun 2016 kita nambah lagi pesan 1 batalyon. Tinggal nunggu datang.

          MLRS Astros 36 unit pesanan SBY sudah datang semua tetapi tahun 2016 kita nambah lagi pesan 1 batalyon. Tinggal nunggu datang.

          Meriam 105 mm LG1 Nex MK. 3 sebanyak 3 batalyon itu pesanan tahun 2017, tinggal nunggu datang.

          Pesanan SBY hanya 1 batalyon meriam 105 mm LG1 Nex MK.2 itu sudah datang semua.

          KCR 4 unit itu tandatangan tanggal 28 Desember 2018, seremonialnya baru kemarin, 4 unit itu terdiri dari 2 Sewaco saja plus 2 platformdansewaco.

          Arisgator dan Pandur 2015.

          M109 tahun 2017.

          Oerlikon Skyshield pesanan SBY hanya 6 baterai, dan itu sudah datang semua. Lalu tahun 2017 kita nambah lagi 11 baterai.

          Apache sebanyak 6 paket baru diproses tahun ini, sedangkan Apache pesanan SBY hanya 1 paket sebanyak 8 unit itu pun baru mulai dibangun di tahun 2015.

          Yang lain2 yang saya sebutkan di atas itu (4 LST – AT4, AT5, AT6, AT7 – kontrak tahun 2017, KRI Semarang kontrak tahun 2017, 3 kapal selam tambahan baru tahun 2019 ini, 9 unit Bell 412EPI dan 11 unit Caracal baru ditandatangani 28 Desember 2018, nomor 8 sedang diproses, nggak ada tuh jaman Pak SBY kita dengar ada Iver, baru kita dengar mulai 2016).

          Pesanan itu benar2 jadi pesanan saat kontrak ditandatangani dan ada pembayaran uang muka.

          Kalau hanya bilang misal bakal ada 16 KCR 60, itu bukan pesanan tetapi rencana atau prospek. Rencana bikin 16 biji tapi baru dibikin di jaman SBY 3 biji.

          Yang mana lagi yang kau dustakan Rio ?

          Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s