Kalashinkov Group Merilis Drone Bunuh di Abu Dhabi

Drone bunuh diri KUB-UAV buatan Kalashinkov (Washington Post)
Drone bunuh diri KUB-UAV buatan Kalashinkov (Washington Post)

Perusahaan senjata asal Rusia, Kalashinkov Group, merilis produk baru mereka yakni drone bunuh diri di pameran pertahanan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pesawat tanpa awak itu membawa bahan peledak terbang menuju lokasi yang ditargetkan lalu menabrakkan diri.

Dilansir dari laman I News (24/ 2), Produk perusahaan yang dikenal dengan senjata ikonik senapan AK-47 itu merupakan hasil evolusi dari perkembangan persenjataan, di mana para produsen lain masih fokus pada produk konvensional.

Kalashnikov memberi nama drone bunuh diri itu dengan KUB-UAV yang diklaim mudah dioperasikan, efektif, dan murah.

“(Ini) langkah menuju bentuk pertempuran yang baru sama sekali,” kata Sergey Chemezov, direktur produsen senjata Rusia, Rostec, perusahaan pemiliki mayoritas saham Kalashnikov, seperti dikutip dari South China Morning Post, Minggu (24/2/2019).

KUB-UAV memiliki lebar 1,2 meter dan dapat terbang selama 30 menit dengan kecepatan hingga 130 kilometer per jam. Daya angkutnya adalah 2,7 kilogram bahan peledak. Artinya, KUB-UAV dapat menghancurkan target terukur di kejauhan 65 kilometer atau setara dengan rudal jelajah kecil.

Sayangnya, perwakilan Kalashinkov di pameran itu menolak menyebut harga dan berbicara dengan isyarat anonim karena tidak berwenang untuk berkomunikasi dengan media. Dia hanya menegaskan harganya cukup murah.

Profesor hubungan internasional dari Universitas Illinois, Nicholas Grossman, mengatakan, siapa pun yang memiliki drone bunuh diri Kalashinkov ini dapat mengarahkan bom dengan tingkat akurasi tinggi dan tak bisa ditanding kecuali oleh bom pintar milik militer Amerika Serikat (AS).

“Saya menganggapnya sebagai demokratisasi bom pintar. Itu berarti menyebarkan bom pintar secara lebih luas. Ini akan memperkecil jarak antara (teknologi) persenjataan paling canggih dengan yang berukuran lebih kecil,” kata dia.

Drone bunuh diri bukan hal baru. ISIS memelopori penggunaan senjata ini, yakni dengan menempelkan bahan peledak pada drone yang dijual secara komersial. Drone bunuh diri ISIS itu digunakan untuk menyerang pasukan dan pangkalan musuh di Kota Mosul, Irak, dan Raqqa di Suriah.

Pasukan Rusia pernah menjadi target serangan drone ini pada tahun lalu. ISIS mengerahkan belasan drone yang dilengkapi bahan peledak dan sistem panduan GPS di pangkalan udara Rusia di Hmeimim, Suriah.

Selain itu, militer AS dan Israel juga sudah memasukkan drone bunuh diri ini ke dalam persenjataan mereka, namun hanya tidak dijual ke pihak lain atau hanya kepada sekutu dekat saja.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s