Indonesia Mulai Pasang Millenium Gun dan VL MICA pada Frigat Martadinata

Galangan kapal milik pemerintah Indonesia, PT PAL, mulai memasang Oerlikon 35 mm Millenium Gun besutan Rheinmetall dan sistem rudal pertahanan udara VL MICA pada frigat kelas Martadinata (SIGMA 10514). 

Indonesia’s first Martadinata-class frigate is being equipped with close-range air defence capabilities. (Military Buzz)
Indonesia’s first Martadinata-class frigate is being equipped with close-range air defence capabilities. (Military Buzz)

Gambar instalasi yang diteruskan ke Janes oleh sumber industri di Surabaya pada tanggal 8 Maret 2019, menunjukkan kapal sedang berlabuh di dermaga PT PAL, dengan scaffoldings yang didirikan di bagian depan.

MM-40 Exocet installation works on KRI Martadinata 331 (IMF)
MM-40 Exocet installation works on KRI Martadinata 331 (IMF)

Millenium Gun dipasang pada a pedestal di depan bridge, sedangkan sistem VL MICA 12-sel terletak tepat di belakang senjata utamanya, sebagaimana dilansir dari laman Janes (7/ 3/ 2019).

Photo Ilustrasi: Oerlikon Millennium Gun (Istimewa)

Editor: (D.E.S)

Iklan

13 tanggapan untuk “Indonesia Mulai Pasang Millenium Gun dan VL MICA pada Frigat Martadinata”

  1. uda rumit masang vl micanya
    tapi ini kapal gak bisa nembak jatuh drone
    ini fakta bro……………
    drone terbang tinggi dikisaran 12 sampai 13 ribu meter
    sedang vl mica mentok di 9 ribu meter
    kasian awak kapalnya,kapal bagus tapi rudalnya lemah
    coba bayangkan kok ada drone male penyusup,awak kapal hanya melongo melihat drone diradar tapi gak bisa nembak
    paling helpme sama pesawat tempur,datang f16 wus…wus…
    iyaha….. pesawatnya cuman bawa sindeminder jadul.drone nya uda kabur hilang entah kemana.datang pesawat tempur penyusup,f 16 nya jadi minder karna pesawat penyusup bawa rudal bvr,lalu helpme lagi sama sukhoi,begitu sukhoi datang pesawat penyusupnya uda pulang kerumah.
    koh…koh….koh…..

    Suka

    1. Betul…
      Pangkalan militer rusia di suriah yg dilengkapi sistem pertahanan jarak jauh saja tidak berdaya oleh drone2 murahan…😁😃😆

      Suka

    2. #yaudah brrt pasang aja s300 naval version ato sm 2 er atau rim 161 . Tapi masalahnya satu budget indonesia di pertahanan rasionya amat kecil kgk sampe 1 persen🤣😂

      Suka

  2. Mohon maaf koment saya tdk mengenai topik, kalau bisa indonesia juga mempersiapkan 5 armada AL. utk peran blue Water Navy concept armada, masing2 armada terdiri dari 1 unit destroyer, 3 unit fregat, 6 unit Kapal Cepat Rudal, 1 unit kapal pemburu ranjau, 1 kapal pengangkut BBM dng bobot 100 ribu ton, 1 unit LPD pengangkut heli serang/serbu dan heli angkut serta 2 unit hovercraft yg dipersenjatai rudal anti pesawat dan rudal anti kapal selam 1 unit LPD pengangkut heli anti kapal selam dan 6 unit hovercraft yg dipersenjatai rudal, 1 unit LPD ambulance, 1 unit LPD pengangkut pasukan 4 unit kapal selam midget/mini bobot 800 ton yg dipersenjatai torpedo ukuran 250 mm dan rudal jelajah, 3 unit kapal selam bobot 1200 ton Plus fasilitas AIP,

    Suka

  3. Akur sama pendapatnya agan “rudal”. Kami gak habis pikir, kenapa para petinggi TNI AL dan para pengambil keputusan di kalangan eksekutif yang berhubungan dengan akuisisi peralatan militer, kalah cerdas dengan pemikir “normal dan wajar” seperti kita dari kalangan sipil. Apa mereka gak bisa berpikir ?, lalu bagaimana jika mereka pemimpin perang, jika kurang cerdas.

    Suka

    1. Berarti sampeyan sama (maaf) bodonya dg @ rudal….memang drone MALE yg bermesin propeler kecepatan lawan jet, cepatan mana 🤦🤦🤦

      Kalo @rudal sih….udah bodo banyak gaya pula 🙆

      Suka

  4. Wow…😄

    Ada ahli strategi perang yg maha cerdas…😁
    Tanpa mendefinisikan bagaimana memulainya secara komprehensif 🙆🙆🙆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s