Amankan Nduga, TNI Kirim 600 Personel Tambahan

TNI mengirimkan 600 personel tambahan untuk ditempatkan di Kabupaten Nduga, Papua. Penambahan jumlah personel dilakukan setelah terjadi insiden kontak tembak antara TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya yang menewaskan tiga personel TNI.

“Saat ini personel sudah sampai di Timika, 600 prajurit akan mulai kami berangkatkan hari ini ke Nduga,” kata Kepala Penerangan Kodam VII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi saat dihubungi, Sabtu, 9 Maret 2019.

Dilansir dari laman Tempo (9/ 3), Aidi menuturkan 600 personel itu dikirim dari Divisi Kostrad III Makassar dan Batalyon Zeni Tempur 8 Makassar.

Sebelumnya, sudah ada sekitar 200 personel TNI yang ditempatkan di sana. Di Nduga, personel tambahan akan disebar untuk melanjutkan sekaligus mengamankan pembangunan proyek infrastruktur.

Selain itu, Aidi mengatakan personelnya juga akan disebar untuk melakukan penjagaan ke kampung-kampung yang diduga menjadi basis KKB. TNI, kata dia, berharap tindakan tersebut dapat memutus jalur dan sumber logistik KKB.

Sebelumnya, sejumlah personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum diserang KKB di Distrik Mugi, Nduga, pada Kamis, 7 Maret 2019.

Insiden itu terjadi saat Satgas Gakkum melakukan pengamanan pergeseran pasukan yang akan menjaga pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu.

Dalam insiden itu, 3 personel TNI tewas, sementara di pihak KKB diperkirakan 10 orang tewas.

Photo: Sejumlah anggota TNI Angkatan Darat mengikuti apel pemberangkatan Satgas ke Papua di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA)

Editor: (D.E.S)

Iklan

4 tanggapan untuk “Amankan Nduga, TNI Kirim 600 Personel Tambahan”

  1. Kejadian penyerangan dg taktik serupa sudah terjadi berulang kali kenapa seperti tidak ada antisipasi dan penyesuaian taktik dg dinamika dilapangan 🤔

    Posnya pun masih berupa pondok kayu yg tingkat proteksi yg rendah 🙆

    Suka

  2. Geser prajurit tapi sudah disteril oleh ucav,pasang kamera thermal tersembunyi dititik pos

    Mereka beda dgn separatis yg lain mereka sdh terbiasa gak pake baju,gak pake sepatu bisa loncat” di dalam hutan,klo separatis sebelumnya gak pake baju bs demam,gak makan kelaparan,kksb cukup makan daun sj bs sehat berburu hewan didlm hutan mereka mrk jagonya.

    Jd kksb itu gak perlu bw logistik macam santoso dkk,mrk gak harus makan daging bakar apalagi makan bakso+ubi rebuz

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s