Sukhoi SU-27/ 30 MK Escort dan ‘Force Down’ Pesawat Asing dalam Sriti Gesit 2019

SOC Kosekhanudnas II telah mendeteksi ada pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara Indonesia di Selatan Sulawesi. Satu flight pesawat tempur Sukhoi dengan persenjataan rudal dari udara ke udara diutus untuk scramble pesawat ter sebut dan melaksanakan interception sampai short final.

Dilansir dari laman TNI AU (15/ 03/ 2015), Dari hasil identifikasi ternyata pesawat asing tersebut tidak memiliki izin terbang melintas di wilayah udara Indonesia, sehingga Kosekhanudnas II memerintahkan pesawat tempur Sukhoi untuk memaksa mendarat (Force Down) pesawat asing tersebut di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Selama proses pendaratan, pesawat tempur Sukhoi tetap terbang berputar di atas Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin sampai pesawat asing tersebut mendarat dan diambil alih oleh Paskhas TNI AU, Intelud dan Satpom Lanud Sultan Hasanuddin. Setelah mendarat dan Paskhas TNI AU mengepung pesawat asing tersebut dan TNI AU melaksanakan pemeriksaan terhadap seluruh awak pesawat dan penumpang pesawat asing tersebut untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai antisipasi terdapatnya barang-barang berbahaya, ilegal ataupun kondisi lainnya yang terkait pelanggaran wilayah udara nasional.

Demikian gambaran salah satu skenario latihan satuan Sriti Gesit 2019 di Bandara Sultan Hasanuddin, Kamis (14/3/2019) yang melibatkan Skadron Udara 11, Skadron Udara 5, Wing II Paskhas, Batalyon Β Komando 466 Paskhas, Detasemen Hanud 472 Paskhas, Β Satpomau, Unsur Hanlan, Rumah Sakit serta Intelpam Lanud Sultan Hasanuddin maupun pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dalam latihan Sriti Gesit tahun ini juga dilaksanakan Gladi Posko, pengintaian udara di daerah ALKI II dan ALKI III oleh pesawat Boeing 737, pengeboman dan perlindungan udara oleh pesawat tempur Sukhoi, penanganan kondisi darurat penerbangan oleh Crash Team Lanud Sultan Hasanuddin dan Bandara Sultan Hasanuddin, simulasi pemadaman kebakaran pesawat, pertahanan pangkalan serta evakuasi medis yang melibatkan seluruh personel Lanud Sultan Hasanuddin, serta melaksanakan hijacking terhadap pesawat dan melatih kesiapan Hanud Titik yang dilaksanakan Denhanud 472 Paskhas.

Selain itu juga dilatihkan SAR dalam pertempuran dan pengungsian medis udara yang dilaksanakan Batlayon Komando 466 Paskhas, Rumah Sakit dan pesawat helikopter NAS Super Puma Skadron Udara 6 yang melaksanakan standby SAR di Lanud Sultan Hasanuddin.

Photo: Pesawat Tempur Sukhoi SU-27 30 MK Escort dan Forcedown Pesawat Asing dalam Sriti Gesit 2019 (TNI AU)

Editor: (D.E.S)

Iklan

14 tanggapan untuk “Sukhoi SU-27/ 30 MK Escort dan ‘Force Down’ Pesawat Asing dalam Sriti Gesit 2019”

  1. Latihan menembak dengan AAM nya dong, atau jangan2 rudalnya sudah usang karena masa hidupnya cuma 10 tahun..☺😊

    Suka

  2. Mosok pesawat yang katanya canggih dan gahar cuma berani ngejar pesawat penumpang, cuma berani ngejar pesawat sipil sih ?

    Yang bener aja ya ?

    Pesawat gede dan gahar itu mestinya buat intercep pesawat tempur lain dong, intercep F22 gitu.

    Suka

    1. Masalah pelanggaran wilayah sudah dibahas berkali2 dan salah satu alasan penempatan Sukhoi di Makasar jelas salah satunya untuk berhadapan dengan pesawat militer dari USA/Australia yang dulunya sering nyelonong melewati jalur udara di wilayah timur Indonesia…

      Suka

  3. Mosok ngejar pesawat kitiran kecil aja butuh waktu 2 jam ?

    Katanya canggih ? Katanya kecepatan sampai lebih dari Mach 2 ?

    Trus nggak ada tuh berita Sukhoi kita ngejar F22, berita ngejarnya hanya pesawat kitiran kecil dan pesawat jet penumpang.

    Padahal katanya pesawat tempur canggih dan punya kelebihan dalam kecepatan.

    Itu mah Sukhoi sama aja preman berotot yang beraninya hanya sama anak kecil (pesawat kitiran) dan emak2 gendut (pesawat penumpang dan pesawat ukuran pesawat cargo). Nggak gentleman babar blas.

    Anggap ini kritikan yang memacu dirimu untuk bekerja lebih baik nggak hanya beraninya cuma ngejar2 anak kecil dan emak2 gendut.

    Buat ngejar anak2 kecil dan emak2 gendut mah cukup FA-50 dan hawk.

    Suka

    1. Suka tidak suka baru di era Sukhoi ada tindakan force down… dan pesawat kitiran sekalipun tidak semudah itu untuk mendeteksi dan menemukannya… apalagi kalau infrastruktur seperti radar dan koordinasi belum tercipta dengan baik…

      Mengejar F-22 untuk apa??? bagaimana mungkin melakukan pencegatan dengan menargetkan sebuah jenis pesawat tempur??? jelas2 yang sering dikejar adalah penerobos tanpa ijin dan mematikan transponder sehingga hanya radar militer yang bisa mendeteksinya… apakah F-22 pernah melintas wilayah Indonesia tanpa ijin??? aneh anda ini… masak mencegat kok menargetkan jenis pespur tertentu

      Mana ada pencegatan sampai force down dilakukan oleh pespur lain sebelum Sukhoi??? F-16 yang sudah malang melintang saja tidak mampu… apalagi FA-50??? serius??? bukanya baru beli radar sehingga masih berstatus T-50i??? Hawk??? mana??? kapan melakukan pencegatan???

      Suka

  4. Setahun sekali undang tuh F22 buat latihan dikejar2 Sukhoi.

    Atau kalo punya duit beli 4 unit F22 dulu buat teman latihan Sukhoi.

    Kalo Sukhoi kalah, hentikan pembeliannya.
    Kalo F22 menang, tambah lagi unitnya buat berhadapan dengan China kalo dia macem2 di LCS.

    Suka

    1. Sudahlah bung tidak usah ngayal… siapapun tahu kalau F-22 tidak dijual… bahkan meskipun peminatnya jauh lebih tinggi daripada F-35 sekalipun…

      F-22 sekalinya datang ke Malaysia untuk mempelajari Su-30MKM… dan mana bisa minta ke USA untuk mengirimkan F-22 ke Indonesia untuk latihan dengan Sukhoi family??? anda terlalu mengayal terlalu tinggi….

      Apa karena ada yang rusak saat latihan menembak sehingga menjadi rada ekstrem??? sudahlah…

      Suka

  5. Tuh si Tukang Hitung Rongsokan bisa aja alasanya.
    Dulu suka nanya kemana Sukhoi pas F16 latihan intersep. giliran muncul pas latihan sergap pesawat tak di kenal kok malah ngece…
    Beginilah jika Sales plus Fansboy disatukan…
    Selalu Gajah di pelupuk tak terlihat semut di sebrang terlihat… xixixixixi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s