Empat Pesawat Tempur Sukhoi Mengudara di Perbatasan Langit Kaltara

Pesawat tempur Sukhoi di Lanud Anang Bursa Tarakan, Rabu (2003). (Radar Tarakan)
Pesawat tempur Sukhoi di Lanud Anang Bursa Tarakan, Rabu (20/ 03). (Radar Tarakan)

Empat unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 dan SU-30 dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, selama lima hari terhitung dari 17 Maret hingga 22 Maret melaksanakan Latihan Pertahanan Udara (Hanud) Kilat dan Cakra di perbatasan langit Kalimantan Utara (Kaltara).

Dilansir dari laman Prokal (21/ 03), Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas) II, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi yang diwakili Asops Kosekhanudnas II, Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono mengatakan, latihan Hanud Kilat dan Cakra kali ini dilakukan sebagai upaya menjaga wilayah udara nasional Indonesia dari pelanggaran udara yang dilakukan oleh pesawat asing.

“Latihan ini untuk menguji dan melatih penerbang tempur kita ketika melakukan penindakan terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance (izin penerbangan),” tuturnya, Rabu (20/ 3).

Dalam latihan yang dilakukan selama 5 hari tersebut, dilakukan simulasi force down atau penurunan paksa terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance.

“Kita tadi melakukan simulasi force down oleh pesawat Sukhoi, di mana kita menggunakan pesawat Boeing 737 dengan nomor AI-7301 milik TNI AU yang disimulasikan sebagai pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa memiliki flight clearance, pesawat ini kita lakukan force down ke Lanud Anang Bursa Tarakan,” ujarnya.

Terkait pelanggaran udara yakni pesawat asing memasuk wilayah Indonesia, untuk wilayah Kaltara maupun di sekitarnya belum ditemukan hingga saat ini. “Sejauh ini masih aman, belum ada pelanggaran udara yang ditemukan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi Skadron Udara 11, Mayor Pnb Andry Libarsyah mengatakan, pesawat tempur SU-27 dan SU-30 memiliki kecepatan maksimal hingga 1,8 mach number, artinya pesawat tersebut mampu dengan cepat mengejar pesawat asing yang melakukan pelanggaran udara.

“Cukup cepat dengan 1,8 mach number, karena latihan untuk saat ini kita hanya menggunakan kecepatan hingga 0,9 mach number saja,” bebernya.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s