Donald Trump Akui Dataran Tinggi Golan Sebagai Milik Israel

Dataran Tinggi Golan memiliki nilai politis dan strategis yang melampaui luas wilayahnya. (Reuters)
Dataran Tinggi Golan memiliki nilai politis dan strategis yang melampaui luas wilayahnya. (Reuters)

Presiden Donald Trump telah memutar balik kebijakan Amerika Serikat selama puluhan tahun dengan mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Washington untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut dari Suriah pada 1967.

Dalam sebuah twit, Trump menyatakan dataran tinggi tersebut memiliki “nilai strategis dan sangat penting dari sisi keamanan bagi Negara Israel dan stabilitas regional”, sebagaimana dilansir dari laman Detik (22/ 3).

Israel mencaplok Golan pada 1981, namun langkah ini tidak diakui masyarakat internasional.

Suriah, yang berusaha mendapatkan kembali wilayah tersebut, sejauh ini belum berkomentar.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah memperingatkan akan “pertahanan militer” musuh bebuyutan negaranya, Iran, di Suriah dan telah memerintahkan serangan udara dalam upaya menggagalkannya mengucapkan terima kasih kepada Trump lewat sebuah twit.

“Di saat Iran berusaha memanfaatkan Suriah sebagai landasan untuk menghancurkan Israel, Presiden Trump dengan berani mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan,” tulisnya.

Dataran Tinggi Golan memiliki nilai politis dan strategis yang melampaui luas wilayahnya

Richard Haas, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang kini menjabat sebagai presiden lembaga kajian Council on Foreign Relations, berkata ia “sangat tidak setuju” dengan Trump. Ia mengatakan bahwa pengakuan atas kedaulatan Israel tersebut akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, “yang melarang perolehan wilayah karena perang”.

Deklarasi Presiden Trump muncul seiring Netanyahu menghadapi persaingan ketat dalam pemilu pada 9 April, serta serangkaian dugaan korupsi.

Pada 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan relokasi kedutaan besar AS ke kota tersebut dari Tel Aviv. Keputusan itu dikecam warga Palestina, yang ingin Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan, dan Majelis Umum PBB menuntut keputusan itu dibatalkan.

Koresponden BBC di Departemen Luar Negeri AS, Barbara Plett-Usher, berpendapat bahwa kejutan dari pernyataan Trump bukan pada substansinya, melainkan waktunya. Ide AS mengakui kedaulatan Israel atas Golan telah dipertimbangkan oleh pemerintahan Trump sejak cukup lama.

Israel telah mendapat dukungan di Gedung Putih dan sebagian Kongres dengan berargumen bahwa Iran menggunakan Suriah sebagai markas untuk menyasar Israel, dengan Dataran Tinggi Golan sebagai garis depannya.

“Namun demikian, pengakuan formal dari AS tidak mengubah fakta di lapangan: Israel sudah bertindak dengan otoritas militer penuh,” kata Plett-Usher.

Jadi beberapa pengamat menyimpulkan bahwa pengakuan ini adalah upaya terang-terangan untuk mendukung Netanyahu dalam pemilu, ia menambahkan.

Jika benar demikian, pengamat menilai hal ini melanggar prinsip penting hukum internasional: Trump telah mendukung suatu perebutan wilayah, dan tidak akan punya otoritas moral untuk mengkritik Rusia karena melakukan hal serupa di Crimea.

Editor: (D.E.S)

Iklan

One thought on “Donald Trump Akui Dataran Tinggi Golan Sebagai Milik Israel”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s