Beli Su-35, Jakarta Akui ada Tekanan dari Washington

Pengiriman jet tempur Su-35 Rusia ke Indonesia mungkin dimulai pada tahun 2019. Demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi kepada kantor berita TASS (25/03/2019).

“Anda tahu, ini adalah masalah teknis karena perjanjian telah ditandatangani. Pembicaraannya adalah tentang penerapannya secara teknis karena skema itu sendiri cukup baru bagi kami,” kata Supriyadi, sebagaimana dilansir dari laman CNBC Indonesia (26/ 03/ 2019).

“Seperti yang Anda tahu, skema ini membayangkan pertukaran beberapa produk untuk produk lain dan saya sangat berharap bahwa itu akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Saya berharap ini akan terjadi tahun ini,” lanjutnya saat menanggapi pertanyaan tentang kapan pengiriman pesawat tempur Su-35 ke Indonesia akan dimulai.

Tekanan dari AS

Ketika menjawab pertanyaan tentang posisi AS dalam masalah ini, Supriyadi mengakui Jakarta merasakan tekanan tertentu dari Washington.

“Tetapi pemerintah telah membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan ini adalah masalah internal, masalah kepentingan nasional dan keputusan secara alami akan dibuat oleh kami,” kata Supriyadi, mengutip laporan TASS.

Ia juga mengatakan bahwa Rusia dan Indonesia sedang mengerjakan proyek-proyek baru di bidang kerja sama militer dan teknis. Akan tetapi, Supriyadi menolak untuk memberikan perinciannya.

“Setiap tahun, komisi khusus untuk kerja sama militer dan teknis mengadakan sesi untuk membahas masalah saat ini,” kata Supriyadi.

Sebelumnya pada November tahun lalu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan proses imbal dagang pembelian 11 jet tempur Su-35 dari Rusia belum menemukan titik terang.

Bahkan, molornya proses imbal dagang ini diduga disebabkan adanya tekanan diplomatik dari pemerintah AS kepada pemerintah RI. Namun, Karyanto segera membantah hal itu.

Ia mengatakan alasan sebenarnya adalah pihak Indonesia dan Rusia belum mencapai kesepakatan terkait jenis barang yang akan ditransaksikan dalam proses imbal dagang tersebut. Adapun nilai pembelian 11 jet tempur tersebut dikabarkan mencapai US$ 1,14 miliar atau Rp 16,75 triliun (kurs Rp 14.700/US$).

Photo: Su-35 (Reuters)

Editor: (D.E.S)

Iklan

6 tanggapan untuk “Beli Su-35, Jakarta Akui ada Tekanan dari Washington”

  1. Hohoho

    Bantah-bantahan tuh.

    Supriyadi vs Karyanto.

    Supriyadi ngomong gitu biar orang Rusia seneng padahal kenyataannya nggak gitu, jadi komentar Supriyadi tentang tekanan dari Amrik dibantah Karyanto.

    Suka

      1. Lho wong tuwo toh ?

        Aku ra ngerti nek wong loro kui wong tuwo amarga ora ono gambare, lha nek pak RR, pak Moel, pak wiranto lan pak luhut aku sebut pak amarga aku ngerti nek wis tuwo soale asring metu gambare.

        Alasan sing liyane maneh yaiku ing artikel yo mung disebut jenenge tok kui lho, brarti sing nulis artikel iyo njangkar toh ?

        Suka

    1. b*ngs*t juga yg diatas se enak udele bikin pernyataan huks…..harusnya ditangkap org kaya begitu, membuat pernyataan mencemaskan masyarakat. pantas rakyat sudah pada kgk percaya dgn pemerintahan.

      Rusia: Ancaman Sanksi AS Tidak Pengaruhi Pengiriman Su-35 ke Indonesia

      Dubes RI Mohamad Wahid Supriyadi: Indonesia Ditekan AS karena Beli Jet Tempur Su-35 Rusia

      Selasa, 26-03-2019
      TSM-Wakil Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer-Teknis, Mikhail Petukhov mengatakan, sanksi dan lingkungan politik tidak akan memengaruhi pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 Rusia ke Indonesia. Rusia dan Indonesia dilaporkan telah menandatangani kesepakatan pembelian sekitar 11 unit jet tempur Su-35.

      “Pasokan persenjataan Rusia dan penyediaan layanan pemeliharaan semata-mata tergantung pada persyaratan kontrak dan tidak terpengaruh oleh lingkungan politik dan sanksi pemerasan,” kata Petukhov di Pameran Maritim dan Aerospace Internasional Langkawi (LIMA 2019) di Malaysia.

      “Pekerjaan bersama pada proyek ini sedang berlangsung. Kami tidak memiliki informasi tentang pernyataan pihak tentang menyerahkan kontrak pada pasokan Su-35,” sambungnya, seperti dilansir Tass pada Selasa (26/3).

      Petukhov kemudian menekankan bahwa mitra-mitra Moskow puas dengan parameter pertempuran, teknis, dan harga persenjataan buatan Rusia.

      Sementara itu, sebelumnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi mengakui adanya tekanan Amerika Serikat terhadap Indonesia karena membeli sekitar 11 unit pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Namun, pihak Jakarta menegaskan posisinya yang netral dan independen dan membuat keputusannya sendiri.

      “Tetapi pemerintah telah membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan ini adalah masalah internal, masalah kepentingan nasional dan keputusan secara alami akan dibuat oleh kami,” kata Wahid.

      Diplomat tersebut mengatakan pengiriman pesawat jet tempur Su-35 ke Indonesia dapat dimulai pada 2019. “Anda tahu, ini adalah masalah teknis karena perjanjian telah ditandatangani. Pembicaraannya adalah tentang penerapannya secara teknis karena skema itu sendiri cukup baru bagi kami,” katanya.

      Wahid menambahkan bahwa Rusia dan Indonesia sedang mengerjakan proyek-proyek baru di bidang kerja sama militer dan teknis. Hanya saja, dia menolak untuk memberikan rincian proyek tersebut. (Victor Maulana)

      Dubes RI Mohamad Wahid Supriyadi: Indonesia Ditekan AS karena Beli Jet Tempur Su-35 Rusia

      Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi mengakui adanya tekanan Amerika Serikat terhadap Indonesia karena membeli sekitar 11 unit pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia.

      Namun, pihak Jakarta menegaskan posisinya yang netral dan independen dan membuat keputusannya sendiri. “Tetapi pemerintah telah membuat keputusan untuk dirinya sendiri dan ini adalah masalah internal, masalah kepentingan nasional dan keputusan secara alami akan dibuat oleh kami,” kata Dubes Wahid kepada kantor berita TASS, hari Senin (25/3/2019).

      Diplomat tersebut mengatakan pengiriman pesawat jet tempur Su-35 ke Indonesia dapat dimulai pada 2019.

      “Anda tahu, ini adalah masalah teknis karena perjanjian telah ditandatangani. Pembicaraannya adalah tentang penerapannya secara teknis karena skema itu sendiri cukup baru bagi kami,” katanya.

      “Seperti yang Anda tahu, skema ini membayangkan pertukaran beberapa produk untuk produk lain dan saya sangat berharap bahwa itu akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Saya berharap ini akan terjadi tahun ini,” lanjut diplomat tersebut, menanggapi pertanyaan tentang kapan pengiriman pesawat tempur Su-35 ke Indonesia akan dimulai.

      Lebih lanjut, Dubes Wahid mengatakan bahwa Rusia dan Indonesia sedang mengerjakan proyek-proyek baru di bidang kerja sama militer dan teknis. Hanya saja, dia menolak untuk memberikan rincian proyek tersebut.

      “Setiap tahun, komisi khusus untuk kerja sama militer dan teknis mengadakan sesi untuk membahas masalah saat ini,” imbuh dia. (Muhaimin)

      Posted : HR/TSM

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s