Alutsista Batalayon Armed 4/105 GS

Pasukan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 4/105 Gerak Sendiri (GS) siap digerakkan kapanpun Negara membutuhkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Yon (Danyon) Armed 4/105 GS, Mayor Arm Gatot Awan Febrianto, di sela-sela kunjungan wartawan dan Dispenad ke markasnya yang terletak di Jl. Jendral Gatot Subroto, Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019), sebagaimana dilansir dari laman Akurat (29/03/2019).

“Kami Batalayon Armed 4/105 GS siap untuk melaksanakan tugas. Karena kita setiap saat melakukan kegiatan pembinaan satuan untuk menyiapkan satuan kami untuk senantiasa siap bergerak melaksanakan tugas dari komando atas,” ungkapnya.

Awan mengatakan, saat ini satuannya telah memiliki pasukan sebanyak 481 personel atau sudah mencapai 80 persen dari Tabel Organisasi dan Perlengkapan (TOP) TNI AD.

Alutsista Batalayon Armed 4/105 GS

“Untuk alutsista kita dalam posisi lengkap. Modernisasi alutsista dalam proses,” katanya.

Terkait alutsista, lanjut Awan, satuannya juga akan memiliki Meriam 155 mm GS M109A4-BE Howitzer dari Belgia, yang merupakan pembaharuan dari meriam M109A2 buatan Amerika Serikat.

“Saat ini dalam proses mendatangkan 18 pucuk meriam canon. Lalu ada dua command post atau kendaraan untuk unsur-unsur komandan. Saat ini ada meriam 105 GS, itu buatan Perancis chasisnya, untuk atasnya buatan Belanda. Tahun penerimaan di Batalyon kami tahun 1985,” ujarnya.

Sedangkan untuk kendaraan tempurnya, Awan menyebutkan, pihaknya telah memiliki tank jenis AMX MK61 Howitzer 105 mm.

“Kita memiliki kemampuan menembak dengan isian full, kalau isian dari USA isian 7 itu bisa sampai jarak 11,4 km. Kalau isian dari Perancis kita bisa sampai jarak maksimal 15 km. Untuk kemampuan daya ledaknya bisa menghancurkan sampai radius kurang lebih 20 sampai 30 meter,” ungkapnya.

Sementara untuk kemampuan masing-masing personelnya, Awan menyampaikan bahwa selain mahir menggunakan senapan laras panjang dan pistol, prajuritnya juga mahir dalam ilmu bela diri.

“Selaku prajurit kita harus memiliki kemampuan jarak dekat. Apabila senjata kita sudah tidak punya, kita masih punya kemampuan bela diri untuk perkelahian jarak dekat. Seluruh prajurit wajib memiliki kemampuan itu. Untuk Angkatan Darat saat ini adalah Yong Moo Do dari Korea. Pertama kali dicanangkan oleh Kasad yang waktu itu Pak Gatot Nurmantyo,” ujarnya.

Untuk menjaga kemampuan agar tetap terasah, Awan menambahkan, pasukannya pun selalu menggelar latihan rutin setiap harinya, baik itu latihan fisik, menembak ataupun menggunakan alutsista berat.

“Ada waktunya kita latihan menembak dalam rangka menembak senjata ringan. Ada juga kegiatan latihan bela diri seperti tadi. Kemudian saat tertentu juga kita akan melakukan latihan drill basah untuk menembak dengan senjata munisi tajam. Tapi di sela-sela sebelum menembak senjata basah itu kita ada latihan drill kering,” katanya.

Photo: Alutsista Batalayon Armed 4/105 GS (Akurat)

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s