85 Persen Biaya Pembangunan Kapal Selam Berasal dari Dana Pinjaman

Kementerian Pertahanan memastikan pembangunan tiga kapal selam untuk sesi kedua dilakukan pada pertengahan 2019.

Dilansir dari lman Sindonews (16/ 04), Saat ini, proses pembangunan masuk dalam tahap pencarian lender atau bank peminjam oleh Kementerian Keuangan.

“Kontrak pengadaan sudah ditandatangani. Kemudian cari lender, habis itu langsung efektif (pembangunan). Lender itu butuh waktu tiga bulan,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan Laksdya TNI Agus Setiadji di Jakarta, kemarin.

Dia menyebut, sekitar 15% biaya pembangunan kapal selam tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan 85% lainnya merupakan pinjaman.

“Kita upayakan imbal dagang dengan Korea Selatan. Setelah itu efektif kontrak, selanjutnya langsung produksi. Jadi 2019 efektif produksi mulai. Proses pembuatannya antara 3-4 tahun,” ucapnya.

Terkait dengan penyertaan modal negara (PMN) untuk pembangunan fasilitas kapal selam, Agus mengaku tengah mengupayakan meminta kepada badan usaha milik negara (BUMN). Sebab dari Rp2,5 triliun anggaran yang dibutuhkan, pihaknya baru mendapatkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.

“Menteri BUMN untuk minta PMN karena butuh Rp2,5 triliun. Kita kan baru dapat Rp1,5 triliun kurang Rp1 triliun lagi untuk mendukung peralatan. Kalau itu sudah terwadahi, kita bisa bangun seutuhnya. Sebab bangun kapal selam itu peralatan pendukungnya seharga kapal selam sehingga kontinuitas pemesanan juga harus banyak,” jelasnya.

Menhan Ryamizard Ryacudu menyebut, diperlukan anggaran sebesar USD1.200 juta untuk membangun ketiga kapal selam tersebut. Menurut Ryamizard, Indonesia membutuhkan 12 kapal selam untuk men jaga wilayah kedaulatan NKRI.

“Pemenuhan kebutuhan kapal selam akan dilakukan secara bertahap. Dua kapal selam yang lama diperbarui lagi. Ada dua yakni Cakra dan Nanggara. Jadi saat ini kita punya lima kapal selam, nanti kita akan punya 12 kapal selam. Rencananya, setelah memproduksi kapal selam kelima, produksi industri pertahanan dalam negeri ini akan dijual ke negara-negara lain,” katanya.

Ryamizard mengaku, banyak produksi industri pertahanan Indonesia yang diminati negara-negara lain. Filipina misalnya, sudah membeli dua kapal perang buatan PT PAL.

“Mereka mau beli dua lagi. Malaysia mau beli dua lagi tank medium kemudian helikopter. Begitu juga dengan negara Afrika, Nigeria, berminat pada pesawat CN235 termasuk kapal patroli,” ucapnya.

Untuk itu, mantan kepala staf angkatan darat (KSAD) ini meminta kepada perusahaan pembuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk bekerja dengan baik. Sebab kemajuan industri pertahanan dalam negeri dapat menopang ekonomi suatu bangsa. Hal itu sudah dibuktikan oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris.

“Saya tekankan pada perusahaan itu agar benar-benar, jangan orang beli lalu rusak-rusak. Harus memuaskanlah. Terbukti Filipina puas dan mau beli lagi. Kalau negaranegara ASEAN beli disinikan dekat untuk perbaikannya,” kata Ryamizard.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI Totok Sugiharto mengatakan, proses pembuatan kapal selama berlangsung selama tiga hingga empat tahun.

Menurut dia, kapal selam yang akan dibangun nantinya dilengkapi dengan tekno -logi modern sesuai dengan karakteristik ancaman. “Tentu spesifikasinya akan lebih modern,” ucapnya.

Photo: Peluncuran kapal selam KRI Alugoro – 405 (Sindonews)

Editor: (D.E.S)

Iklan

6 tanggapan untuk “85 Persen Biaya Pembangunan Kapal Selam Berasal dari Dana Pinjaman”

    1. G salah tu malaysia beli 2 tank medium?

      “Mereka mau beli dua lagi. Malaysia mau beli dua lagi tank medium kemudian helikopter. Begitu juga dengan negara Afrika, Nigeria, berminat pada pesawat CN235 termasuk kapal patroli,” ucapnya.

      Kaboorrr

      Suka

  1. Heran.. udh ada proporsi dri APBN untuk belanja militer, lah skrg pkek ngutang segala !! Emang yg d atur dalam Apbn g dijelasin rincian belanjanya untuk apa aja (gelondongan) yg sya tau klo anggran gelondongan blanja apa aja suka2 hati, mkanya bnyak alutsista indo kek Gado2 sbb g d atur dlm prencanaan kbutuhan jenis dan jumlah!!
    Apbd aja jelas klo anggaran dlm setahun contohnya 3 jt rinciannya buat ATK 100 jenis, Penggandaan 500 lembar.
    Masa APBN ngawur isinya g jelas buat belanja apa aja !!
    Artinya MEF itu ga sejalan ama renstra pertahanan negara

    Suka

    1. Kalem bang pendekar, itu yg abang contohkan diatas belanja barang dan jasa kodrek 5.2.2
      Alutsista ini mungkin ada di belanja modal kodrek 5.2.3 betul yg Abang bilang diatas struktur apbn/apbd sudah tercantum nama program dan kegiatan beserta nomenklatur tolok ukurnya masing2. Biar lebih paham mungkin lebih baik jika kita bisa lihat langsung di kutipan dpa/dipa Kemenhan, memang bisa jadi dibutuhkan pinjaman diluar dr dana apbn yg tersedia di anggaran karena jumlahnya tidak mencukupi, dan setau saya tidak cukup pengadaan belanja modal seperti ini diadakan di satu Tahun Anggaran karena pasti ini sifatnya multiyears…cmiiw
      Mungkin sesepuh disini bisa menjelaskan lbh baik…monggo

      Suka

    2. Terus kalo @pendekarnya pendekar udah menyimpulkan “…..Artinya MEF itu ga sejalan ama renstra pertahanan negara”, gue harus mengamini gitu, padahal kenal juga kagak siapa dia 🤔

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s