“Perjalanan” Pandur II ke Indonesia

Pada tanggal 12 April 2019, Departemen Pertahanan Indonesia mengeluarkan kontrak senilai 80 juta dolar Amerika Serikat kepada PT Pindad untuk produksi 22 unit kendaraan tempur infanteri Pandur II 8×8, yang menyandang nama Cobra dalam penunjukan Indonesia.

Dilansir dari laman Army Recognition (12/ 04/ 2019), Kendaraan harus dikirim ke tentara Indonesia dalam waktu tiga tahun dan dilaporkan akan dilengkapi dengan Israeli remote-controlled uninhabited combat module Elbit Systems U30MK.II, yang akan disediakan Ares (Sistem Elbit Brasil) dengan Northrop Grumman Bushmaster Mk.44 30mm automatic gun and two 7.62mm machine guns.

Empat kendaraan Pandur II diterima oleh PT Pindad pada 2017 dari perusahaan Cekoslowakia, Excalibur Army, yang merupakan bagian dari Grup Excalibur (sekarang disebut Cekoslowakia Grup – GSG).

Excalibur, pada 2015, memperoleh lisensi untuk memproduksi kendaraan lapis baja Pandur II dari GDELS.

Awalnya, keluarga Pandur II dalam konfigurasi 6×6 dan 8×8 dikembangkan oleh perusahaan Austria Steyr-Daimler-Puch Spezialfahrzeug, sekarang bagian dari divisi Eropa General Dynamics Corporation sebagai General Dynamics Eropa Land Systems – Steyr (GDELS-Steyr). Itu merupakan pengembangan lebih lanjut dari Steyr-Daimler-Puch 6×6 armored personnel carrier yang diproduksi sebelumnya – dan sangat populer.

Pada 2005-2006, keluarga Pandur II didaulat sebagai generasi baru kendaraan lapis baja oleh angkatan bersenjata Portugal dan Republik Ceko, tetapi implementasi kedua kontrak menghadapi kesulitan dan penundaan yang cukup besar, dan disertai dengan keluhan teknis yang signifikan dari keduanya. Akibatnya, kedua kontrak berkurang dan bahkan dibatalkan sebagian.

Pada 2015, General Dynamics benar-benar mematikan pemasaran Pandur II dan menjual hak penuh atas kendaraannya kepada perusahaan Ceko, Excalibur Army, yang mengorganisasi perakitan Pandur II IFVs di perusahaan yang dibuat khusus yang dikendalikan oleh perusahaan CSG: Tatra Defense Vehicle, di Kopřivnice.

Bahkan, seperti dapat dilihat, mesin-mesin yang akan dirakit di Republik Ceko diperoleh dalam bentuk kit dari perusahaan Steyr-Daimler-Puch di Wina, dan hanya diselesaikan di Kop completedívnice.

PT Pindad, dalam kemitraan dengan Grup Cekoslowakia, mempromosikan Pandur II 8×8 ke tentara Indonesia dalam beberapa versi.

Pada 2017, PT Pindad menerima empat unit Pandur II dari Republik Ceko, dan melengkapinya dengan persenjataan; dua Pandur II dilengkapi dengan remote-controlled Ares REMAX (Elbit Systems) combat modules armed with 12.7-mm machine guns, satu kendaraan dilengkapi dengan Elbit Systems uninhabited combat module/ Ares UT30MK.II with a Bushmaster Mk 44 30mm cannon (kendaraan ini didemonstrasikan di IndoDefense 2018, pada November 2018) dan satu kendaraan non-floating yang dipersenjatai dengan Belgian CMI Defense CMI-3105HP turret (Cockerill Series 3000) with a 105mm cannon (menara serupa dipasang pada medium tank FNSS Kaplan/ Harimau yang dirancang oleh Turki).

Rupanya, cabang Brasil sebagai mediator Sistem Elbit diperlukan oleh pihak Indonesia untuk menghindari pertanyaan rumit tentang kerja sama langsung dari negara “Muslim” dengan Israel.

Sebelumnya, PT Pindad menyatakan bahwa tentara Indonesia berencana membeli 250 unit Pandur II (Cobra).

Photo: Pandur II fitted with a remotely controlled uninhabited module Ares / Elbit Systems UT30MK.II armed with a 30mm Northrop Grumman Bushmaster Mk.44 automatic cannon and a paired 7.62mm machine gun, displayed under Pindad’s brand name at IndoDefense 2018 (Picture source: Army Recognition)

Editor: (D.E.S)

Iklan

9 tanggapan untuk ““Perjalanan” Pandur II ke Indonesia”

  1. Membuat, Merakit, Lisensi, atau bahkan Reserve Engineering/Copy Paste

    Inti tujuanya sama yaitu membuat sesuatu namun pemahan, cara, dan artinya beda satu sama lain

    Jadi kalo ngikutin jejak mereka salah juga, jika dilihat kontraknya maka kita masuk Lisensi atau Merakit + TOT. Jika Malon jelas Merakit
    jika dilihat dikontraknya. (CMIIW)

    Suka

  2. Mana ya yg kemarin nyinyir pemerintah gak memperhatikan pembangunan militer…..ni teng bakal diproduksi 412 biji tong, biji teng bukan biji elo @tukang nyinyir (sekarang baru mingkem klian) 😏😏😏

    Suka

    1. Wkwkwk teng gundul ndasmu…panser dibilang teng… wkwkwk…kalem aje bang kl dungu jangan sotoy…njeleded ndlosor ning kubangan lumpur ndasmu nanti… wkwkwk

      Suka

      1. Nah ini @what a name, favorit gua udah nongol….gimana Oom kalau kalah kagak ada dana masuk lagi doooong….salam kompak sesama buzzer hihihi bukan rezeki Oom sabar yah

        Suka

  3. Teng cm dibangun 18 bong,nanti pemerintah selanjutnya yg nambahain,

    Pondasi sdh dibangun sby-jkw+?,next bs dibangun lg jd slow bong..mau perang hayo keluarin cacing lu gw klrin cobra gw

    Suka

  4. penasaran sama mesinnya. terus terang keputusan pemerintah untuk mencari alternatif mesin renault dari anoa ke china membuat was-was. bagaimanapun murahnya, mesin china memiliki daya tahan terbatas, apalagi di iklim panas lembab tropis..mohon pencerahan. semoga pandur II ex pindad menggunakan mesin yang tepat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s