Jalak Sakti 2019

Dentuman bom udara yang dilepaskan pesawat tempur F-16 dan Hawk milik TNI AU membombardir daratan Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) Kamis (2/ 5) pagi.

Dilansir dari laman web TNI AU (2/ 5/ 2019), Tak lama berselang, ratusan penerjun payung memenuhi langit Desa Buding yang keluar dari pesawat angkut jenis hercules dan langsung menusuk jantung pertahanan lawan.

Di sisi lain, dua helikopter menurunkan pasukan Paskhas yang disiapkan mengepung lokasi persembunyian pimpinan musuh. Suara tembakan saling bergantian terdengar dari berbagai titik kontak senjata antara pasukan TNI AU dengan musuh.

Skenario di atas merupakan rangkaian latihan antar Satuan Koopsau I Jalak Sakti 2019, terdiri dari Satuan Wing I Paskhas Hardha Marutha 2019 dan latihan Satbravo 90 Paskhas 2019 Gwa Wijaya 2019 di AWR Buding, Kecamatan Kelapa Kampit.

Latihan bersama Koopsau I disaksikan langsung Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, bersama sejumlah pati TNI AU, para Danlanud lingkup Koopsau I, Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah, Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Beltim Burhanudin dan forkominda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Usai menyaksikan latihan, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam keterangan pers merinci alutsista TNI AU yang dihadirkan. Di antaranya pesawat yang dimiliki Koopsau I adalah F-16 satu Skuadron yakni Skuadron 16, pesawat Hawk 109 dan 209 Skuadron udara 12 dan Skuadron 21 dari Pontianak dan Pekanbaru. Dan juga pesawat-pesawat angkut jenis Hercules, CN Helikopter.

“Senjata yang baru yang akan ditampilkan di sini sebetulnya kemampuan daripada melepaskan roket atau penghancuran roket dari helikopter yang baru kita miliki dan juga persenjataan dari helikopter. Yang lainnya kita masih menggunakan yang lama,” ujar Marsekal Yuyu Sutisna.

Kasau menjelaskan, dalam pembangunan Angkatan Udara sesuai renstra bahwa kekuatan AU pengadaan yang terbaru mulai berdatangan mulai tahun depan di 2020 dan 2021 paling puncak akan banyak. Diharapkan di akhir renstra keempat tahun 2024 kekuatan Angkatan Udara sudah menjadi kekuatan yang tangguh yang cukup kuat sesuai ancaman yang ada.

“Kita bisa lihat dari pengeboman F-16, sasaran hancur kemudian (pesawat) Hawk kita perlu meningkatkan. Prinsipnya latihan itu kita tidak pernah puas artinya 100 persen. Puas 100 persen kondisi iya, tapi belum puas karena harus terus meningkatkan dilanjut dengan latihan-latihan,” kata Marsekal Yuyu.

Marsekal Yuyu menegaskan pembangunan pertahanan TNI termasuk AU sudah memiliki roadmap. Sebagai acuannya adalah postur, renstra dan MEF (minimal essential force) yang berada di renstra ketiga dan akan berakhir di tahun 2019 ini.

“Masuk di renstra keempat pembangunan sudah ada disitu, kita akan membeli pesawat apa, amunisi apa sudah ada semua. Sebagai contoh, tahun depan kita sudah mulai memiliki peluru kendali dari udara ke udara jarak medium yang dulu kita tidak punya dan diawal 2020 akan terus datang,” sebut Marsekal Yuyu.

Menurut Kasau, roadmap diperlukan sebagai sebuah proses jangka panjang sebuah renstra. Apalagi pembelian alutsista tidak mudah karena selain perlu waktu karena teknologi tinggi, juga terkait regulasi di dalam negeri maupun di negara penjual.

“Untuk wilayah barat, pelanggaran masih tetap ada karena pelanggaran kan macam-macam. Ada pelanggaran administrasi perizinan sampai pelanggaran wilayah. Namun demikian, TNI AU khususnya pelanggaran wilayah udara kita selalu siap mengantisipasi pelanggaran. Banyak pelanggaran yang sudah kita tindak lanjut sampai kita laporkan komplit kepada negara yang melanggar,” tandasnya.

Photo: Jalak Sakti 2019 (TNI AU)

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s