Dirgantara Indonesia akan Produksi Suku Cadang Komposit untuk Airbus dan Boeing

PT Dirgantara Indonesia (PT DI), pemasok komponen sayap aluminium untuk Airbus SE A320 dan A380 model jet, sedang mengembangkan kemampuan produksi untuk memasok suku cadang pesawat non-logam juga.

Dilansir dari laman The Jakarta Post (14/ 05/ 2019), Perusahaan ini “menjajaki peluang” untuk menghasilkan apa yang disebut bagian komposit – biasanya dibuat dari fiberglass atau serat karbon – untuk Airbus dan Boeing dalam dua tahun ke depan, Presiden Direktur Elfien Goentoro mengatakan dalam sebuah wawancara di Jakarta, Senin. Perusahaan milik negara, yang juga merupakan produsen pesawat terbang, berniat untuk melipatgandakan produksi pesawatnya menjadi 56 per tahun pada tahun 2024, katanya.

Rencana produksi yang diperluas akan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan bangsa pada komoditas dan mempersempit defisit neraca berjalan. PT DI, yang berbasis di Jawa Barat, mengharapkan pesawat baling-baling 19-kursi terbarunya, N219, untuk mendapatkan sertifikasi dari regulator Indonesia tahun ini, kata Goentoro.

“Kami ingin memperluas fasilitas produksi suku cadang kami sehingga diharapkan pada tahun 2021, kami dapat mulai menerima pesanan untuk suku cadang pesawat ini,” kata Goentoro. “Kami juga berencana untuk berinvestasi $ 119 juta untuk membangun fasilitas yang didedikasikan untuk memproduksi N219.”

Island Hoppers

Pesawat itu akan digunakan dalam industri termasuk pariwisata untuk menyediakan akses ke daerah-daerah terpencil, seperti beberapa dari 17.000 pulau yang membentuk Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia. PT DI berencana untuk memproduksi 36 dari pesawat ini setiap tahun pada tahun 2024 dengan target untuk mengekspor setengahnya, di samping membuat 20 pesawat baling-baling lainnya setahun, kata Goentoro.

Perusahaan ini menargetkan pesanan untuk N219 di Filipina, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Nepal, Senegal dan Korea Selatan tahun ini, kata Goentoro.

“Niat perusahaan kami adalah untuk meningkatkan ekspor kami secara signifikan sehingga kami dapat memiliki keseimbangan yang lebih baik antara kontrak domestik kami dan kontrak dalam mata uang asing.”

Dirgantara berencana untuk meningkatkan bisnis pemeliharaan, perbaikan dan perombakan pesawatnya dan disertifikasi oleh Airbus untuk melayani beberapa pesawat militer dan helikopternya, kata Goentoro.

Perusahaan sebelumnya memasok suku cadang untuk 737 keluarga pesawat Boeing berdasarkan kontrak yang telah kedaluwarsa, kata Goentoro. Dirgantara ingin mendapatkan kontrak baru dengan pembuat pesawat AS, katanya, tanpa merinci apakah mereka sedang dalam diskusi.

Goentoro juga mengatakan dia dalam pembicaraan dengan pejabat kementerian keuangan Indonesia untuk mengizinkan N219, yang dikembangkan di dalam negeri, untuk dijual kepada pelanggan lokal tanpa menarik pajak barang mewah dari pemerintah.

Photo: NC-212 PT DI (IG PT DI)

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s