Taiwan Simulasi Hadapi Kemungkinan Invasi dari Tiongkok

TAIWAN-MILITARY-DRILL
Jet tempur Taiwan lepas landas dari ruas jalan raya di Changhua, 28 Mei 2019. (AFP)

Taiwan memperlihatkan kelihaian para pilot angkatan udara mereka yang mampu mendaratkan pesawat di jalan raya, Selasa 28 Mei 2019. Ini merupakan bagian dari latihan simulasi menghadapi kemungkinan adanya invasi dari Tiongkok.

Dilansir dari laman Sindonews (28/ 05/ 2019), Sudah sejak lama Taiwan hidup di bawah kekhawatiran invasi Tiogkok. Ini dikarenakan Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayah tak terpisahkan Negeri Tirai Bambu.

Tekanan militer dan diplomatik Tiongkok terhadap Taiwan meningkat secara signifikan sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen pada 2016. Pemerintahan Presiden Tsai menolak mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari “Satu Tiongkok.”

Senin kemarin, sejumlah ruas jalan di Taiwan bagian utara dikosongkan untuk dipakai latihan peluncuran misil. Pesan peringatan mengenai latihan dikirimkan ke semua telepon genggam warga Taiwan, dan sirene udara juga dibunyikan Senin kemarin.

Satu hari setelahnya, 1.600 prajurit bergerak ke Taiwan pusat. Sejumlah pesawat jet tempur terlihat mendarat dengan baik di ruas jalan raya yang sudah ditutup untuk umum. Latihan perang ini disebut Taiwan sebagai “Han Kuang” atau “Kejayaan Han.”

Selain mendarat, tiga jet tempur Taiwan juga memperlihatkan kemampuan mengisi bahan bakar serta misil di jalan raya, sebelum akhirnya terbang kembali.

Jika dilihat dari jumlah pasukan dan kekuatan militer, Taiwan sudah jelas kalah jauh dari Tiongkok. Namun Taiwan mengklaim telah mengembangkan taktik asimetris kompleks yang dapat menahan invasi selama mungkin, dan membuat pihak musuh kehabisan banyak sumber daya.

“Hanya ada beberapa pangkalan udara yang mungkin menjadi target utama jika ada serangan. Latihan di jalan raya ini dibutuhkan karena akan menjadi pilihan utama sebagai landasan pacu jika pangkalan udara kami rusak selama perang,” ujar Kolonel Shu Kuo-mao kepada awak media, dilansir dari laman AFP, Selasa 28 Mei 2019.

Memantau langsung latihan, Presiden Tsai menyinggung mengenai angkatan laut serta udara Tiongkok yang mulai meningkatkan aktivitas dalam beberapa bulan terakhir.

“Aktivitas semacam itu dapat dikatakan sebagai ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas regional. Kita semua harus tetap waspada,” tegas Presiden Tsai.

Manuver terbaru Taiwan dilakukan setelah Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan serta Australia memulai operasi “Pacific Vanguard” di dekat Guam. Operasi itu menyatukan lebih dari 3.000 pelaut dari empat negara pekan kemarin.

Tiongkok beberapa mengungkapkan kekesalan mereka karena Taiwan menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat sejak Presiden Tsai berkuasa. Senin kemarin, Beijing menyikapi dingin serangkaian foto yang memperlihatkan pertemuan antara sekelompok perwira militer Taiwan dengan AS.

Pekan kemarin, Tiongkok melayangkan protes ke AS usai dua kapal perang Negeri Paman Sam berlayar melewati Selat Taiwan.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s