Cina Kembangkan Sistem Radar yang Mampu Deteksi Jet Tempur Siluman

Simulasi dogfigt antara dua jet tempur F-22 Amerika Serikat dengan beberapa jet tempur F-35 Norwegia, 15 Agustus 2018. REUTERS
Simulasi dogfigt antara dua jet tempur F-22 Amerika Serikat dengan beberapa jet tempur F-35 Norwegia, 15 Agustus 2018. (REUTERS)

Cina telah mengembangkan sistem radar yang mampu mendeteksi jet-jet tempur siluman dari jarak ratusan kilometer jauhnya.

Pembuat sistem radar, Liu Yongtan, 83 tahun, menjelaskan kepada Naval and Merchant Ships bahwa radar baru ini memiliki gelombang permukaan berfrekwensi tinggi.

Dilansir dari laman web Tempo (13/ 06/ 2019), Sistem radar ini dapat mendeteksi dan menghancurkan gelombang radio dari sistem peringatan dini.

Liu yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari sistem radar menjelaskan, fitur radar yang baru menampilkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi yang memiliki panjang gelombang yang panjang dan balok lebar.

Tidak seperti sinyal gelombang mikro atau gelombang udara, gelombang permukaan radar bergerak di sepanjang permukaan bumi.

“Sistem versi darat dapat mendeteksi objek musuh di laut dan udara dari ratusan kilometer jauhnya, membantu memperluas jangkauan sistem peringatan dini maritim dan sistem pertahanan Cina,” kata Liu, anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, seperti dikutip dari laporan South China Morning Post, 11 Juni 2019.

Dengan sistem radar baru ini, pesawat-pesawat siluman yang menggunakan bahan khusus untuk berlindung dan desain yang membuatnya tidak terlihat radar gelombang mikro, akan mudah dideteksi.

Sistem radar maritim ini juga memiliki manfaat lain yang digambarkan oleh Global Times sebagai imunitas diserang rudal anti-radiasi, yang mendeteksi dan menghancurkan asal gelombang elektromagnetik.

Menanggapi radar canggih yang diciptakan Liu, komentator militer Cina yang berkantor di Shanghai, Shi Lao mengatakan dia percaya teknologi yang dikembangkan Liu mampu digunakan untuk sistem pemantauan garis pantai dengan biaya murah.

“Radar dengan gelombang permukaan berfrekwensi tinggi dapat bekerja 24 jam dalam segala cuaca, akan jauh lebih murah dibandingkan mengoperasikan pesawat untuk peringatan dini,” kata Shi.

Januari Lalu, Liu meraih penghargaan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Cina. Liu mendapat penghargaan yang senilai US% 1,2 juta atau setara dengan Rp 16 triliun atas temuan sistem radar yang mampu mendeteksi pesawat tempur siluman.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s