Iran: Sistem Rudal Khordad 3 Jatuhkan RQ-4A Global Hawk

Khordad 3 (PressTV)
Khordad 3 (Press TV)

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi bahwa senjata yang digunakan untuk menembak jatuh RQ-4A Global Hawk AS adalah sistem rudal Khordad 3.

Dilansir dari laman Sindonews (26/ 06/ 2019), Pesawat tanpa awak itu ditembak jatuh saat terbang di ketinggian sekitar 22.000 kaki di atas Selat Hormuz pada 20 Juni lalu. Pesawat itu dianggap sebagai yang pertama dari peralatan canggih pengintai Pentagon yang ditembak di langit.

Selain fakta bahwa insiden itu hampir berisiko membawa Amerika Serikat dan Iran berperang selama beberapa jam, itu juga merupakan bukti nyata dari meningkatnya kemampuan militer Teheran.

“Mereka berhasil,” kata Jeremy Binnie, editor Jane’s Defense Weekly, mengacu pada sistem pertahanan udara Iran. “Insiden itu menyoroti bahwa ketika Iran benar-benar melakukan investasi, itu benar-benar dapat diperhitungkan,” katanya lagi kepada CNN (25/06/2019).

“Kami tahu itu dengan rudal balistik, tetapi tampaknya sama halnya dengan (sistem) pertahanan udara juga,” imbuh dia.

Pesawat tanpa awak RQ-4A Global Hawk harganya sekitar USD110 juta (Rp1,5 triliun) per unit. Butuh tiga orang untuk mengemudikannya.

Rentang sayap RQ-4A Global Hawk lebih lebar dari Boeing 737. Pesawat tanpa awak ini memiliki mesin Rolls Royce dan mampu melaju dengan kecepatan sekitar 500 mil per jam.

Pesawat mampu terbang di ketinggian 65.000 kaki untuk menghindari rudal surface-to-air (permukaan-ke-udara). Bahkan jika terlalu dekat, pesawat memiliki sistem peringatan, sistem pengacau dan melepaskan umpan.

Tetapi kehancurannya adalah tanda fokus tenang dari Iran. “Ukuran pesawat membuatnya bukan target yang sulit dalam hal itu,” kata Binnie. “Beberapa tahun yang lalu ini mengejutkan, tetapi sekarang perlengkapan pertahanan udara baru mereka terlihat jauh lebih mengesankan,” puji Binnie soal sistem pertahanan udara rezim Teheran.

Ketika Amerika Serikat merasa tidak memiliki ancaman dalam jangka panjang dari Iran, contoh seperti jatuhnya pesawat tanpa awak menunjukkan bahwa Teheran kadang-kadang dapat memiliki efek yang sangat besar.

Militer AS akan memenangkan konflik konvensional apa pun dalam jangka pendek, tetapi harus waspada dengan kecerdikan Iran.

Terlepas dari perselisihan tentang tepatnya di mana lokasi penembakan drone itu terjadi, tidak ada keraguan bahwa IRGC Iran berhasil menghancurkan drone canggih Pentagon tersebut.

Militer AS telah merilis video untuk mendukung klaimnya bahwa insiden itu terjadi 34 kilometer dari tanah Iran yang terdekat dan pesawat tidak pernah memasuki wilayah udara negara itu.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Javid Zarif men-tweet-kan gambar koordinat serangan tersebut, di mana RQ-4A Global Hawk disebut sudah masuk wilayah udara Iran, tepatnya di dekat kota Kouh-e Mobarak.

Khordad 3 (the Arab Weekly)
Khordad 3 (the Arab Weekly)

Sistem Rudal Khordad 3

Sistem rudal Khordad 3 pertama kali diluncurkan pada tahun 2014. Senjata ini memiliki jangkauan hingga 75 kilometer. Jane’s Defense Weekly menyimpulkan bahwa serangan itu kemungkinan berasal dari sebuah kendaraan mobile, di mana AS menduga rudal Iran diluncurkan dari jarak 70 kilometer, dan tidak ada fasilitas Iran yang cocok dengan lokasi tersebut.

Singkatnya; Teheran menghantam drone mata-mata AS dari belakang sebuah truk mewah.

Ketika AS meningkatkan armada drone secara besar-besaran sejak Global Hawk pertama kali melayani Angkatan Laut Amerika Serikat 13 tahun yang lalu —disusul dengan bergabungnya MQ-4C Triton—, Iran juga memiliki rudal yang lebih maju daripada yang menjatuhkan drone RQ-4A Global Hawk.

Sepuluh hari sebelum insiden itu, Iran meluncurkan upgrade jangkauan rudal hampir dua kali lipat dan semua itu buatan sendiri. Ini mengejutkan karena negara itu sudah bertahun-tahun dihantam sanksi internasional.

Binnie mengatakan Iran telah membeli atau mengembangkan teknologi radar yang telah membantu mereka meningkatkan penargetan di kejauhan. “Kami benar-benar tidak mengerti bagaimana sistem panduan ini bekerja,” katanya.

Binnie menambahkan bahwa sudut serangan rudal itu tampaknya menunjukkan bahwa senjata tersebut telah mendekati drone dari barat, daripada mengejarnya dari belakang. Hal itu menunjukkan bahwa senjata tersebut relatif efisien dipandu ke arah drone oleh peluncurnya.

Ini bukan pertama kalinya Iran mampu menargetkan produk teknologi canggih AS.

Pada 2011, militer negara tersebut juga menjatuhkan drone RQ-170 dan dilaporkan merekayasa balik untuk membuat varian sendiri dari reruntuhan pesawat tanpa wak Amerika Serikat tersebut.

Editor: (D.E.S)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s