Pengembangan Pesawat Tempur KFX/ IFX Diusahakan dengan Skema Imbal Beli

Menkopolhukam Wiranto mengatakan pemerintah mencoba menegosiasi pembayaran kerja sama pengembangan pesawat tempur KFX/ IFX dengan skema imbal beli.

“Kita sedang menyesuaikan, misalnya pembayaran nanti untuk tahap-tahap berikutnya tidak harus dengan tunai, misalnya imbal beli,” jelas Wiranto usai rapat koordinasi khusus di kantor Kemenkopolhukam Jakarta, sebagaimana dilansir dari laman Kantor Berita Antara, Jumat tanggal 19 Juli 2019.

Wiranto mencontohkan salah satu skema yang ditawarkan yakni produksi alat-alat pertahanan Indonesia yang dapat dibeli oleh pihak Korea Selatan. Misalnya pesawat CN235 yang saat ini sudah dipakai Korea Selatan.

Wiranto berharap upaya negosiasi yang sedang dijalankan tetap mengedepankan nilai-nilai persahabatan. Namun kata dia, tetapi jangan sampai Indonesia yang juga ingin menghemat APBN sampai terdesak untuk mengucurkan dana-dana yang cukup besar.

“Ini dinegosiasikan, yang penting kita maksimal untuk berusaha,” ujar Wiranto.

Sebelum pelaksaan Rakorsus, Wiranto mengatakan hal itu menjadi tugasnya untuk melakukan negosiasi dengan pihak Korea Selatan, yang mana program itu sudah disepakati oleh kedua presiden dalam pertemuan tahun lalu.

Baca juga: Menkopolhukam negosiasi kembali pengembangan pesawat tempur KFX/IFX
Wiranto mengatakan pihak Indonesia menunjuk dirinya sebagai koordinator dan Menteri Pertahanan Korea Selatan sebagai ketua tim dari negara mereka.

Wiranto menyampaikan di satu sisi Indonesia ingin mengurangi pembagian dalam program itu, tetapi tidak ingin juga mengangu persahabatan kedua negara antara Indonesia dan Korea Selatan yang sudah lama dan berlangsung baik.

Tetapi di sisi lain, Indonesia juga tidak ingin kehilangan kesempatan untuk alih teknologi. Hal itu kata Wiranto sesuai dengan orientasi Presiden Jokowi untuk lima tahun ke depan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Hingga akhir tahun 2018, proses pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 yang merupakan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, KFX/IFX, sejak 2011 sudah mencapai 20 persen.

Pesawat-pesawat tempur ini ditargetkan baru bisa diproduksi massal pada 2026 usai uji coba dan sertifikasi.

Sementara jumlah pesawat yang akan diproduksi mencapai 168, dengan rincian Korea Selatan akan memiliki 120 pesawat terbang dan Indonesia 48 unit.

Photo: Wind tunnel testing for the development of KF-X’ fuselage design (Air Force Technology)

Editor: (D.E.S)

Iklan

3 tanggapan untuk “Pengembangan Pesawat Tempur KFX/ IFX Diusahakan dengan Skema Imbal Beli”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s