Cara Kerja Pesawat Intai Angkatan Udara Teruskan Informasi Target ke Eksekutor

TNI AU juga menerbangkan pesawat Command and Control (C2) yaitu CN295 Special Mission 1

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai keberhasilan latihan tempur ‘fire power demo’ atau demo penembakan udara di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi Kabupaten Lumajang sebagai pengembangan sistem operasi Tri Matra yang berbasis teknologi.

Dilansir dari laman Tribunnews (25/ 07/ 2019), Pengembangan itu meliputi Network Centric Warfare, C4ISR dan Cyber Warfare. Hal ini ditegaskan Hadi setelah melihat latihan tempur prajurit TNI Angkatan Udara di pesisir Pantai Pandanwangi Lumajang itu, Rabu (24/07/2019).

“Kita melihat, bagaimana Boeing (Boeing 737 intai) dan PTTA (pesawat terbang tanpa awak) bisa terus menyampaikan informasi sampai jarak 60 nautical mile, dan bisa terus memonitor sehingga pesawat di bawahnya bisa bermanuver. Itu merupakan bagian dari pengembangan doktrin Swa Bhuwana Paksa untuk pengembangan network centric warfare,” ujar Hadi.

Pengembangan Network Centric Warfare Akan Didukung oleh Sebuah ‘Backbound’ Satelit

Manuver dalam fire power demo yang menjadi rangkaian latihan tempur Angkasa Yudha 2019 itu, menjadi bukti pengembangan teknologi informasi dengan alutsista yang dimiliki oleh TNI AU. Pengembangan Network Centric Warfare yang termasuk dalam program prioritas Panglima TNI itu nantinya akan didukung oleh sebuah ‘backbound’ satelit.

“Nanti akan dibangun satu ‘backbound’ satelit untuk mendukung kegiatan network centric warfaree itu, untuk mendukung operasi yang ditunjukkan oleh pesawat kemudian diteruskan ke satuan – bagian baik di matra darat dan laut. Kemudian dieksekusi,” tegas Hadi.

Menurutnya, fire power demo itu menunjukkan keberhasilan 98 persen dalam penghancuran target sasaran. Fire power demo kali ini menyinergikan kekuatan teknologi informasi yang ada di pesawat intai, kemudian diteruskan ke para eksekutor baik yang ada di udara (pesawat tempur), maupun penembak di darat.

“Dilihat tadi 98 persen target hancur. Ini menunjukkan bahwa prajurit TNI AU semakin profesional dan bisa mengoperasikan semua alutsista. Dan saya berpesan kepada Kasau untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit,” tegas Hadi.

Fire power demo atau demo penembakan udara merupakan rangkaian latihan tempur bertajuk Angkasa Yudha 2019 oleh TNI AU. Fire power demo dipusatkan di AWR Pandanwangi Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.

Melalui fire power demo itu, puluhan pesawat tempur memborbardir wilayah udara Kabupaten Lumajang, Rabu (24/07/2019). Ratusan prajurit TNI AU juga diterjunkan dari pesawat hercules.

TNI AU juga menerbangkan pesawat Command and Control (C2) yaitu CN295 Special Mission

Ada Dua Pesawat Intai yang Dilibatkan yakni Boeing 737 intai dan PTTA

Latihan tempur secara langsung itu dimulai dari penembakan udara yang dilakukan oleh sejumlah pesawat tempur milik TNI AU. Puluhan pesawat tempur mengamankan wilayah udara NKRI dari serangan pengacau. Dalam sesi ini, bunyi ledakan amunisi dari pesawat menggelegar di udara Lumajang.

Setelah penembakan di udara dilanjutkan dengan pengamanan daratan yang dilakukan oleh prajurit TNI AU yang diterjunkan dari sejumlah pesawat pengangkut. Para penerjun ini menunjukkan keahlian mereka dalam terjun payung di wilayah pertempuran. Ada ratusan penerjun dilibatkan dalam operasi tersebut.

Kemudian ada sesi saat helikopter menerjunkan tim Kopaskhas untuk operasi penyelamatan sandera serta melakukan pertempuran udara dan darat. Pasukan Kopaskhas diturunkan dari heli, begitu juga dengan kendaraan yang bakal dipakai dalam operasi penyelamatn. Pertempuran jarak pendek diperagakan dalam operasi penyelamatan sandra itu.

Tidak hanya itu, sejumlah penembak jitu juga membidik ‘musuh’ dari jarak jauh. Para pelempar rudal juga mengarahkan ke sasaran tembak.

Namun sebelum semua pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, serta para penembak beraksi, pesawat intai bekerja di ketinggian 18.000 dan 20.000 kaki di atas permukaan laut. Ada dua pesawat intai yang dilibatkan yakni Boeing 737 intai dan PTTA. Dari informasi dua pesawat intai inilah, para eksekutor beraksi di bawahnya.

Pesawat tempur yang dilibatkan antara lain, 6 pesawat Sukhoi 27/30, 14 pesawat F-16 Fighting Falcon, 8 pesawat T-50i Golden Eagle, 8 pesawat Hawk 100/200, dan 6 pesawat Super Tucano EMB-314.

Sementara untuk pesawat intai, dikerahkan satu unit pesawat Boeing 737-200, dan satu unit Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA). Pesawat angkut yang dikerahkan antara lain hercules, dan helikopter yang dilibatkan adalah super puma.

Sedangkan jumlah personel yang dilibatkan, mencapai 2.129 orang, terdiri atas 60 personil koordinator latihan, 1.665 prajurit pelaku latihan, dan 404 prajurit pendukung.

Latihan tempur udara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Lumajang. Warga terlibat berbondong memenuhi sekitar lokasi latihan. Mereka dibolehkan menonton di tempat yang disediakan.

“Latihan memakai amunisi secara live ini memang boleh ditonton oleh masyarakat umum. Supaya masyarakat mengenal alutsista TNI AU, dan mengetahui kegiatannya,” ujar Direktur Latihan Angkasa Yudha 2019 Marsekal Muda TNI Donny Ermawan.

All photos: TNI AU juga menerbangkan pesawat Command and Control (C2) yaitu CN295 Special Mission. (Airspace Review)

Editor: (D.E.S)

One thought on “Cara Kerja Pesawat Intai Angkatan Udara Teruskan Informasi Target ke Eksekutor”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s