Pindad Akan Integrasikan Drone Pengintai di Kendaraan Tempur

PT Pindad yang bergerak di bidang industri kendaraan militer pun tak mau ketinggalan mengembangkan dan menerapkan teknologi terkini pada produksinya.

“Pindad harus terus melakukan inovasi memproduksi produk produk yang untuk mendukung military kita. Kemampuan kita tidak hanya berhenti bagaimana kita memproduksi kendaraan tapi harus bisa memahami sistem secara keseluruhan,” ujar Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, sebagaimana dilansir dari laman Detik (17/ 08/ 2019).

Seiringan dengan pengembangan sistem keamanan siber yang tengah dikembangkan, kendaraan militer PT Pindad ke depannya akan mengaplikasikannya pada kendaraan mereka.

Salah satu teknologi yang paling mungkin direalisasikan dalam waktu dekat adalah integrasi drone pengintai pada kendaraan.

Mose merasa penyematan teknologi tersebut sangat perlu di mana dalam medan tempur informasi merupakan hal yang penting. Keunggulan dalam informasi tentu akan memberikan keunggulan pula dalam situasi memenangkan sebuah pertempuran di atas kendaraan militer.

“Misal kita harus lengkapi dengan drone pengintai sebab ke depan nanti bisa dikatakan untuk perang tank to tank akan berkembang lebih jauh sehingga perlu ada satu sistem yang melakukan pengintaian dulu di mana posisi lawan kemudian kita melakukan penembakan,” jelasnya.

“Sistem seperti itu Kita lakukan inovasi riset development untuk nantinya next kita punya produk produk yang inovatif di sisi militer baik di senjata amunisi maupun kendaraan tempur. Kita tetap melakukan inovasi untuk men-develop menghasilkan produk yang lebih sophisticated yang lebih berbicara sistem elektronik atau kendaraan taktikal untuk dilengkapi dengan pengintaian,” tambah Mose.

Photo: Prototipe panser Anoa 3 (IMF)

Editor: (D.E.S)

Iklan

5 tanggapan untuk “Pindad Akan Integrasikan Drone Pengintai di Kendaraan Tempur”

  1. Admin mohon tanya benarkah pt pindad gagal di tender pengadaan tank ringan 105mm negeri jiran. Saya pantau di sosmed militer negeri jiran tersebut angkatan darat maupun departemen pertahanan nya sudah memilih tank Ascod buatan Austria.

    Suka

  2. 11 Tentara 4 Polisi Gugur Diserang KKB Papua

    Belasan nyawa anggota TNI/Polri di tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua medio 2018 hingga Agustus 2019.

    Ini di luar korban jiwa dari sipil termasuk 16 nyawa pekerja PT Istana Karya yang diserang saat membangun Trans Papua di Nduga.

    Berdasarkan catatan Kompas.com medio 2018 hingga Agustus 2019, serangkaian penembakan yang dilakukan kelompok pimpinan Egianus Kogoya tersebut telah menewaskan setidaknya 11 prajurit TNI dan 4 anggota Kepolisian.

    Berikut nama-nama anggota TNI dan POLRI yang gugur dalam melakukan tugasnya menumpas KKB:

    Pratu Vicky Rumpaisum

    Pratu Vicky Rumpaisum merupakan prajurit TNI dari Batalyon 751/Raider yang tewas ditembak oleh KKB di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (1/4/2018).

    Sebelum tertembak, sempat terjadi baku tembak antara KKB dengan Tim Ambush dari Batalyon 751/Raider, Yonif 754/ENK dan Brgif 20/JK.

    Pratu Vicky tewas ditembak pada bagian pelipis kanan.

    Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi dan peduli terhadap ibunya, Delila Miokbun.

    Meskipun sibuk melaksanakan tugas, Almarhum selalu menelepon ibunya untuk menanyakan kabar serta mengingatkan makan.

    Ipda Jesayas H Nusi dan Brigpol Sinton Kabarek

    Ipda Jesayas H Nusi merupakan anggota KBO Binmas Kabupaten Puncak Jaya dan Brigpol Sinton Kabarek merupakan Ba Sat Sabhara Kabupaten Puncak Jaya.

    Keduanya tewas ditembak anggota KKB di Distrik Torere, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (27/6/2018) sekitar pukul 16.00 WIT.

    Kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIT. Ketika itu, masyarakat Torere di TPS Douw 2 usai melakukan pemilihan untuk Distrik Hulu dan akan kembali ke Distrik Torere dengan menggunakan dua speedboat.

    Dalam perjalanan, tepatnya pada pukul 16.00 WIT, Kelompok KKB melakukan penghadangan dari pinggir tebing sungai terhadap rombongan.

    Peristiwa penembakan itu baru diketahui sekitar pukul 23.00 WIT oleh polisi setelah mendapat laporan warga.

    Dari informasi yang didapat polisi, sebanyak 1 pucuk senjata jenis SSI dan AK 101 diduga dirampas oleh Kelompok KKB.

    Letda Inf Amran Blegur dan Pratu Fredi

    Anggota TNI dari Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) atau biasa disebut pasukan Maleo, tewas ditembak saat membawa bahan makanan di jembatan Tingginambut, Kampung Tingginime, Distrik Tingginambut kabupaten Puncak Jaya pada Minggu (19/8/2018).

    Saat itu, Letda Amran sebagai komandan pos Tingginambut, pagi hari menerima telepon dari anak buah panglima kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Goliat Tabuni yang bernama Erianus Tabuni.

    Erianus meminta korban untuk memberikan bantuan makanan dan juga aki sepeda motor dengan perjanjian.

    Jika permintaannya dituruti, Erianus akan menyerahkan satu buah senjata laras pendek kepada korban.

    Saat perjalanan menuju Tingginambut, kedua korban yang menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder dihadang tepat saat berada di jembatan Tingginambut, keduanya langsung diberondong peluru.

    Jasad kedua korban ditemukan di sebuah rumah kayu tak jauh dari lokasi jembatan.

    Kedua korban telah dievakuasi, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

    Serda Handoko

    Serda Handoko gugur saat bertugas di pos TNI 755/Yalet yang berada di Mbua, Papua, diserang kelompok separatis pada Senin (3/12/2018).

    Ia merupakan satu dari 22 prajurit TNI yang sedang bertugas di Pos Batalyon 755/Yaled di Mbua.

    Pada 3 Desember 2018, kelompok pemberontak bersenjata membantai pegawai PT Istaka Karya di Bukit Kabo, Distrik Yigi.

    Mereka kemudian menyerang pos tersebut.

    Jenazah Handoko tiba di Timika, Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIT menggunakan helikopter dari Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

    Jenazah Handoko kemudian dibawa ke Brigif 20/IJK III Kostrad untuk disemayamkan dan baru diterbangkan ke Sorong.

    Praka Nasrudin

    Praka Nasrudin merupakan prajurit TNI dari satuan Yonif Raider Kostrad 751/VJS, gugur akibat ditembak anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat mengamankan Bandara Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua.

    Saat itu, sejumlah prajurit TNI dari Satuan Yonif RK 751/VJS yang bertugas di Distrik Mapenduma sedang mengamankan bandara setelah pesawat Enggang Air Service membawa 1.100 kilogram logistik bantuan sosial untuk masyarakat bertolak dari Bandara Kenyam.

    Pada pesawat yang dipiloti Kapten Ibrahim dan Kopilot Yudha juga terdapat Bupati Nduga Yarius Gwijangge, Kadistrik Mapenduma Toni Gwijangge, dan Kadistrik Kagayam Jonatan Kogoya.

    Namun, pukul 10.30 WIT, sebelum pesawat mendarat, tiba-tiba prajurit TNI mendapat serangan dari KKB dari arah ketinggian sebelah kanan sekitar bandara.

    Pasukan TNI kemudian membalas tembakan sehingga terjadi kontak senjata antara TNI dan KKB.

    Saat dilakukan pengecekan personel, salah seorang prajurit Praka Nasrudin mengalami luka tembak di perut sebelah kanan.

    Rekan korban kemudian berusaha memberikan pertolongan pertama, dan segera mengevakuasi korban ke Timika.

    Saat dilaksanakan pertolongan medis di RSUD Timika, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan akhirnya gugur.

    Serda Yusdin, Serda Mirwariyadin, dan Serda Siswanto Bayu Aji

    Ketiga prajurit TNI tersebut berasal dari satuan Yonif Raider Kostrad 751/VJS, gugur diakibatkan ditembak anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat mengamankan Bandara Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua pada Kamis (7/3/2019).

    Berdasarkan rilis resmi Kodam XVII/Cendrawasih yang diterima Kompas.com, pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan pengamanan pembangunan infrastruktur Trans-Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

    Tiba-tiba, pasukan diserang oleh 50-70 anggota KKB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional, seperti panah dan tombak.

    Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WIT. S

    erangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur. Sekitar pukul 15.00 WIT, dua helikopter jenis Bell yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban mendapat serangan dari KKB.

    Namun, pasukan TNI membalas tembakan tersebut sehingga heli berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan.

    Bharada Aldy

    Bharada Aldy merupakan anggota Brimob yang gugur saat bertugas di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua pada Rabu (20/3/2019). Bharada Aldy gugur saat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan dievakuasi ke Timika, Rabu (20/3/2019).

    Jenazah Bharada Aldy dievakuasi bersama dua korban terluka yakni Ipda Arif Rahman dan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan menggunakan helikopter milik Polri ke Timika dan langsung dibawa ke kamar jenazah.

    Pratu Kasnun

    Pratu Kasnun gugur setelah terkena tembakan dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (13/5/2019).

    Pratu Kasnun tewas karena luka tembak di bagian punggung dalam baku tembak yang terjadi antara aparat TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

    Kejadian berawal ketika 12 prajurit sedang melaksanakan patroli rutin untuk memastikan pembangunan jembatan Trans-Papua di Kabupaten Nduga berjalan aman dan lancar.

    Namun, Tim Patroli TNI yang berada di sekitar Lapangan Terbang Distrik Mugi mendadak diserang dari ketinggian oleh pihak KKB pada pukul 11.15 WIT.

    Karena diserang, pasukan TNI berusaha mencari perlindungan dan membalas tembakan.

    Sementara itu, sisa pasukan TNI yang berada di Pos Mugi pimpinan Letda Inf Fajar bergerak untuk memberikan bantuan dan melakukan pengejaran.

    Setelah baku tembak terjadi selama 5 jam, KKB yang diperkirakan terdiri dari 20 orang bersenjata campuran itu dipukul mundur.

    Mereka melarikan diri ke arah hutan.

    Pasukan TNI melanjutkan pengejaran ke arah pelarian KKB, tetapi hanya ditemukan beberapa bercak darah yang menunjukkan bahwa di antara mereka ada yang tertembak.

    Saat dilaksanakan pengecekan pasukan, barulah mereka mengetahui bahwa Pratu Kasnum mengalami luka tembak di bagian punggung.

    Yang bersangkutan gagal diselamatkan karena ketika hendak dievakuasi ke Mimika, Pratu Kasnum sudah mengembuskan napas terakhir.

    Pratu Usman Halembo

    Pratu Usman Halembo gugur di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (20/7/2019) akibat serangan dari gerombolan separatis Papua saat Almarhum sedang melaksanakan tugas negara mengawal pembangunan strategis, ditembak di bagian pinggang.

    Briptu Hedar

    Briptu Hedar merupakan anggota Direskrim Polda Papua yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan ditemukan telah meninggal dunia pada Senin (12/8/2019) sore sekitar pukul 17.30 WIT.

    Briptu Hedar meninggal dengan luka tembak di sejumlah bagian di tubuhnya.

    Saat ini , polisi masih memastikan apakah pelaku pembunuhan Briptu Hedar adalah kelompok KKB dan akan melakukan pengejaran.

    Pratu Sirwandi

    Jumat (16/8/2019)m, sekitar pukul 15.30 WIT, Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang dipimpin Egianus Kogoya menghadang konvoi kendaraan pengangkut logistik Satgas Pamrahwan di jalan Trans Wamena-Habema.

    Dua unit kendaraan jenis Hilux yang baru selesai mengantar perbekalan bagi personel Pos Pamrahwan TNI yang berada di Mbua, diberondong peluru di sekitar kilometer 39 Jalan Trans Wamena-Habema.

    TNI yang terdiri dari 12 personel membalas tembakan dan terjadi kontak tembak selama 20 menit.

    Setelah KKB kabur, ternyata Pratu Pànji tertembak pada bagian lengan kiri dan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri.

    Minggu (18/8/2019), Pratu Sirwandi menghembuskan nafas terakhir.

    Suka

  3. Knapa nggk ada operasi militer terbatas .Kerahkan heli serang mi 35p sebagai bantuan tembak, kelemahan kita nggk bisa balas karena nggk ada dukungan tembakan senjata berat dan udara. Kerahkan koopassus yang baru terbentuk. Jangan pedulikan hầm (negara pemegang hak veto bebas hầm termasuk israel) Apalagi negara kecil di pasifik. Teman kita di pasifik hanya png dan fiji.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s