Progres Pembangunan Fasilitas Produksi Pindad di Malang Sudah Mencapai 70%

PT Pindad tengah membangun penambahan fasilitas produksi pabrik amunisi kaliber yang berlokasi di Malang. Sejauh ini, pembangunan tersebut sudah mencapai 70%.

Dilansir dari laman Kontan (2/ 9/ 2019), Direktur Utama Pindad Abaraham Mose mengatakan gedung-gedung fasilitas produksi sudah siap digunakan.

Saat ini, Pindad tengah mempersiapkan kesiapan mesin produksi tambahan yang pada nantinya digunakan untuk menambah kapasitas produksi.

“Kita tunggu beberapa mesin masuk, kalau November sudah masuk semua, Desember sudah bisa peresmian pabrik,“ ujar Abraham, Senin (2/9).

Penambahan fasilitas produksi ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 400 miliar. Dana yang digunakan dalam pembangunan bersumber dari penyertaan modal negara (PMN).

Penambahan fasilitas produksi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi amunisi menjadi 240 juta butir per tahun. Sebelumnya, kapasitas produksi amunisi Pindad hanya mencapai 120 juta butir per tahunnya. Amunisi yang diproduksi pada nantinya dijual untuk memenuhi kebutuhan amunisi TNI dan Polri.

Meski penambahan kapasitas produksi dilakukan, Abraham mengaku pihaknya masih belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan amunisi TNI dan Polri. Menurut Abraham, kebutuhan amunisi TNI dan Polri bisa mencapai 400 juta butir per tahunnya. Dengan demikian, selama ini pemenuhan sebagian kebutuhan amunisi TNI dan Polri masih bergantung dari pada impor.

Oleh karenanya, Pindad akan terus meningkatkan kapasitas produksi amunisi agar bisa memenuhi kebutuhan amunisi dalam negeri. Menurut keterangan Abraham, Pindad menargetkan akan memiliki kapasitas produksi amunisi hingga 400 juta butir per tahun di 2023.

Untuk mengejar target tersebut, Pindad akan menggandeng investor dari Korea Selatan dan Kanada.

Saat ini, rencana tersebut sudah memasuki tahapan pengkajian teknis untuk pemilihan teknologi. Tahapan ini kemudian akan dilanjutkan dengan tahapan penyusunan feasibility studies (FS) untuk memenuhi proses perizinan yang dibutuhkan. Harapannya, proyek tersebut sudah dapat dimulai di semester II tahun 2020.

Catatan saja, Pindad merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang indsutri pertahanan dan memproduksi beragam produk mulai dari amunisi, persenjataan, kendaran tempur, bahan peledak komersial, alat berat, dan tempa cor perkereta apian.

Pada semester I 2019, Pindad mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp 1,7 miliar.

Photo: Pekerja melakukan sentuhan akhir pada pistol G2 Combat peraih juara dunia andalan TNI di Divisi Senjata PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Senin 1 April 2019. (Tempo)

Editor: (D.E.S)

Iklan

2 tanggapan untuk “Progres Pembangunan Fasilitas Produksi Pindad di Malang Sudah Mencapai 70%”

  1. Teruslah berinovasi dan menghasilkan produk unggulan kelas dunia. Karena negara besar baik jumlah penduduk dan teritorialnya seperti indonesia ini harus mwnjadi negara yg unggul dan internasional product oriented. Dan hal hal yg masih diimpor harus juga diriset dan diproduksi di dalam negeri . Karena kita ingin sdm indonesia yg harus unggul dalam iptek. Jadi apapun teknologi impor itu pemerintah harus menugaskan bimn, bums, lembaga twrkait untuk meriset dan memproduksinya sendiri demi kemandirian teknologi nasional secara penuh. Prinsipnya SDM Indonesia harus melek IPTEK. Belajarlah dr cina, turki, iran, korea dan juga india, mereka go to sdm yg andal. Jadi SDM Indonesia harus maju dan unggul

    Suka

  2. Pada semester I 2019, Pindad mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp 1,7 miliar.

    Nih ga salah? Laba bersih cuma 1,7 miliar dlm satu semester….laah kalah ama juragan Warung Tegal

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s