Habibie Buat Margareth Thatcher Tertegun Dengan Rudal dan Helikopter

Dalam kunjungannya ke IPTN Perdana Menteri Inggris, Margareth H. Thatcher, mengamati production line didampingi Presiden Direktur Perusahaan, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie.

Suatu kali, saat masih menjadi kuli tinta di Bandung, IPTN mendadak ramai akibat kedatangan Margareth Thatcher, mantan perdana menteri Inggris. Saya tergopoh-gopoh ke lokasi acara, dan datang terlambat. Tidak bisa masuk.

Saya mencari cara menyelinap ke dalam ruang acara. Entah bagaimana salah satu pintu belakang perakitan badan pesawat terbuka. Saya masuk dan menyusur koridor. Saya melihat ada beberapa orang yang sedang berjalan, saya ikuti mereka dengan jarak cukup jauh.

Ketika orang-orang itu berbelok entah di lorong yang mana, saya kehilangan mereka. Saya seperti berada di dalam labirin tanpa ujung. Saya berjalan tanpa arah, sampai akhirnya menemukan pintu. Saya buka pintu, dan betapa terkejut saya. Saya tepat berada di belakang Habibie dan Thatcher.

Ada beberapa pengawal lapis dalam, tapi mereka tak menggubris saya. Aneh. Saya diam saja. Sampai akhirnya saya berada pada jarak hanya dua meter dari kedua orang besar itu yang sedang berbincang.

Dalam kunjungannya ke IPTN Perdana Menteri Inggris, Margareth H. Thatcher, mengamati production line didampingi Presiden Direktur Perusahaan, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. 1

Saya mendengar percakapan keduanya. Berikut, yang masih saya ingat, dan tidak akan pernah saya lupa.

“….and now, we are the best subcontractor in the world (….dan sekarang, kami adalah subkontraktor terbaik di dunia),” kata BJ Habiie.

Margareth Thatcher tersenyum nyinyir, dan berujar; “Oh…yea.”

“Oke, I’ll show you something (Oke, saya akan tunjukan kepada Anda sesuatu,” kata Habibie lagi.

Keduanya berjalan ke sebuah ruang, tidak jauh dari aula besar perakitan badan pewasat CN235. Saya melihat seluruh wartawan rekan saya tertahan sangat jauh dari lokasi BJ Habibie dan Thatcher. Saya berkata dalam hati; hari ini saya mendapat berita eksklusif di tengah kerumunan wartawan.

Di dalam ruang terdapat berbagai komponen pesawat, yang saya sama sekali tidak tahu karena kali pertama melihat. Komponen-komponen itu terbungkus plastik, dengan keterangan dalam Bahasa Inggris di bungkusnya.

“It’s the British SeaSqua Missile Component (ini kompnen rudal SeaSqua Inggris,” kata BJ Habibie.

Saya lihat Thathcher tertegun. Tak lama kemudian BJ Habibie berbicara lagi. “And, it’s the electric component of SeaLink Helicopter (dan ini komponen elektrik helilopter SeaLInk.”

Rudal SeaSqua dan Helicopter SeaLink adalah senjata dan pesawat tempur andalan AL Inggris. Thahtcher sama sekali tidak tahu jika bagian-bagian sistem persenjataan negaranya dibuat di IPTN.

Saya tidak tahu lagi apa yang dibicarakan kedua orang itu, karena saya asyik membaca keterangan dalam bungkus bungkus komponen. Bukan komponen kecil, tapi rata-rata sebesar bayi seberat 3,5 kilogram.

Selamat jalan BJ Habibie. Bapak pernah membuat saya bangga sebagai bangsa Indonesia.

Oleh: Teguh Setiawan, Junalis Senior

Sumber: Republika, 12 September 2019

All photos: Dalam kunjungannya ke IPTN Perdana Menteri Inggris, Margareth H. Thatcher, mengamati production line didampingi Presiden Direktur Perusahaan, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. (Republika)

Editor: (D.E.S)

2 tanggapan untuk “Habibie Buat Margareth Thatcher Tertegun Dengan Rudal dan Helikopter”

  1. Harusnya perusahaan yg memproduksi ATR 72 sdh gulung tikar menyusul fokker saat itu. Save by the bell bg ATR 72 tertolong dng krisis yg terjadi di RI. Seandainya saja beliau (pak Habibie) berkenan utk menunda rencana produksi N2130 atau tidak merambah ke pangsa pasar pesawat jet, kemungkinan saat itu IPTN msh bisa survive dan tdk terimbas aturan yg dibuat IMF.
    Seandainya sejarah bisa diulang…..hehehe

    Tp itu semua harusnya msh bisa diraih lg, jika saja penerus bangsa ini mau melanjutkan keberlangsungan N250 yg sdh jelas pangsa pasar dalam negerinya yg direbut ATR. Tp mereka lebih suka menghabiskan dana utk memulai merancang pasawat yg kapasitasnya 5x lebih kecil dr N250. Mungkin saja pemerintah lebih realistis utk mengambil pangsa pasar yg lebih pasti walau margin keuntungan sangat kecil.
    Selamat jalan pask Habibie, prestasimu sulit utk dicari tandingannya di negeri ini. Kami akan selalu mengenang jasamu pada negeri ini.
    Selamat mengangkasa N219 dan semoga sukses berjaya dikelasnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s