HMS Prince of Wales Jalani Uji Coba Laut

Royal Navy aircraft carrier HMS Prince of Wales (Daily Star)
Royal Navy aircraft carrier HMS Prince of Wales (Daily Star)

Kapal induk terbaru Inggris, HMS Prince of Wales dijadwalkan berlayar untuk pertama kalinya dalam uji coba laut. Saudara dari kapal induk HMS Queen Elizabeth itu telah keluar dari galangan kapal Rosyth pada Kamis petang.

Dilansir dari laman Sindonews (20/ 09/ 2019), HMS Prince of Wales dibangun dengan dana sekitar 3 miliar poundsterling (lebih dari Rp52,9 triliun). Kapal telah memasuki Firth of Forth pada Kamis sore menjelang uji coba di laut luas di timur laut Skotlandia.

Kapal induk terbaru Inggris ini panjangnya 280 meter (919 kaki) dan berat 65.000 ton.

HMS Prince of Wales dan HMS Queen Elizabeth menjadi dua kapal induk terbesar yang dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan Inggris dari yang pernah ada sebelumnya.

Kedua kapal itu lebih panjang dari gedung Parlemen. Keduanya bisa memuat tiga lapangan sepakbola di setiap geladak penerbangan yang besar.

HMS Prince of Wales dan HMS Queen Elizabeth dibangun untuk membawa hingga 36 jet tempur siluman F-35 serta helikopter. Namun, pada kenyataannya mereka akan secara rutin berlayar dengan kurang dari setengah jumlah jet tempur tersebut.

Angkatan Laut dan pemerintah Inggris percaya bahwa kedua kapal itu sebagai perwujudan ambisi global maritim negara tersebut. Namun, para pengkritik mengklaim bahwa kedua kapal tidak akan cocok dengan kebutuhan dan kemampuan Inggris.

Setelah keluar dari galangan kapal, HMS Prince of Wales akan “duduk” di jangkar, sebelum mengajukan uji coba pada minggu ini.

HMS Prince of Wales, yang akan berbasis di Portsmouth, dirakit di Rosyth dari 52 blok yang dibangun oleh enam galangan kapal di seluruh Inggris, dengan konstruksi dimulai pada 2011.

Menteri pemerintah Inggris untuk pengadaan pertahanan, Anne-Marie Trevelyan, mengatakan operator baru itu memberi Inggris “kemampuan terkemuka dunia”.

“Kapal induk baru itu secara efektif merupakan lapangan terbang terapung yang dapat memberikan kekuatan tempur yang kredibel di mana saja di dunia serta mendukung operasi diplomatik dan kemanusiaan,” katanya, dikutip BBC, Jumat (20/09/2019).

Trevelyan menambahkan, begitu kedua kapal induk itu beroperasi penuh, salah satu operator akan berada dalam kondisi siap setiap saat.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s