FGD Analisa Serangan Drone ke Kilang Minyak Aramco oleh TNI AU

Fasilitas minyak Saudi Aramco setelah serangan drone (Al Jazeera)
Fasilitas minyak Saudi Aramco setelah serangan drone (Al Jazeera)

Kohanudnas mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Serangan Pesawat Drone pada Obyek Vital Kilang Minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais, Arab Saudi, di Gedung Leo Wattimena, Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (30/ 09).

Dilansir dari laman web TNI AU (30/ 09/ 2019), Panglima Kohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., menyampaikan “Kohanudnas sebagai satu-satunya Komando Gabungan Khusus (Gabsus) TNI yang memiliki tugas menyelenggarakan upaya penegakan hukum dan pengamanan wilayah udara nasional.  Menyikapi perkembangan lingkungan strategis khususnya tentang penyerangan terhadap Kilang Minyak terbesar Aramco milik Arab Saudi di Abqaiq dan Khurais serta penyerangan Presiden Venezuela menggunakan alutsista Drone dengan teknologi mutakhir, maka bagi Kohanudnas merupakan salah satu fenomena baru untuk sebuah serangan yang menggunakan wahana udara dalam konteks sistem pertahanan udara guna melindungi aset strategis ekonomi, militer dan lainnya bagi sebuah negara,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan “Tujuan dilaksanakannya FGD ini adalah untuk menganalisis/mendiskusikan secara mendalam tentang Trend Spektrum Ancaman Udara masa kini khususnya yang memanfaatkan perkembangan Drone yang mampu menembus sistem pertahanan udara sebuah negara. Dan melalui FGD ini, saya harapkan peserta dapat mengetahui dan memahami berbagai materi yang akan disampaikan, khususnya mengenai fenomena serangan terhadap kilang minyak Aramco milik Arab Saudi, menggunakan teknologi drone, sehingga TNI khususnya Kohanudnas serta para peserta menyadari bahwa perkembangan ancaman di era modern ini  semakin simple, cepat dan operasional serta costnya murah namun pencapaian misinya sangat akurat dan efektif, sehingga dapat kita gunakan sebagai dasar dalam pembangunan sistem pertahanan udara nasional Indonesia pada masa mendatang,” tegasnya.

Rangkaian FGD yaitu pemaparan materi oleh para pemapar, pertama oleh Kolonel Pnb Ridha Hermawan Analisis Serangan Udara terhadap kilang minyak Aramco, Arab Saudi, dilanjutkan pemapar kedua Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan menyampaikan Analisis serangan udara terhadap kilang minyak Aramco, Arab Saudi dan yang terakhir Ir. Sunanto Aji Darmo tentang Perkembangan Penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) sampai dengan Unmanned Combat Aerial System (UCAS) dalam modern Warefare Theather.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s