FA-50 Fighting Eagle Dites RMAF

RMAF delegation with the FA-50 (MFH)
RMAF delegation with the FA-50 (MFH)

Royal Malaysia Air Force (RMAF) baru-baru ini melakukan tes penerbangan pada KAI FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan sebagai bagian dari program Light Combat Aircraft (LCA).

Dilansir dari laman MFH (18/ 10/ 2019), Tes penerbangan dilakukan di sela-sela gelaran ADEX 2019 yang diadakan di Seoul di mana Panglima Angkatan Udara atau Komandan Wilayah Udara Pertama melakukan kunjungan ke Fighter Wing 8 ROKAF di Wonju.

Fighter Wing 8 bertanggung jawab atas 103 Fighter Squadron dan 239 Special Flying Squadron (lebih dikenal sebagai Black Eagles Aerobatic Flying Team). Skuadron ini masing-masing mengoperasikan KAI FA-50 Fighting Eagle dan KAI T-50B Golden Eagle.

Black Eagles telah tampil di Malaysia selama acara Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA) 2017 menggunakan varian T-50B dengan generator asap. Varian B dimodifikasi secara khusus dari T-50A Advanced Jet Trainer (AJT) dan setara dengan pesawat latih Malaysia, BAe Hawk Mk 108.

FA-50 yang sudah battle proven adalah varian bersenjata dari T-50 yang dilengkapi dengan radar serta kemampuan untuk menembakan rudal udara-ke-udara (AAM) AIM-9 Sidewinder, rudal udara-ke-darat (RUPS) AGM- 65 Maverick dan bom Mk 80. FA-50 telah membuktikan kemampuannya dalam memerangi Marawi di Filipina. Varian serupa, T-50IQ juga terlibat dalam operasi tempur di Irak utara.

FA-50 dipandang sebagai kandidat yang mungkin untuk menggantikan pesawat Fighter Ground Attack (FGA) BAe Hawk Mk 208 yang juga telah terlibat dalam aksi tempur atas Lahad Datu, Sabah selama Ops Daulat pada 2013. TNI AU juga mengoperasikan BAe Hawk Mk 209 tetapi telah merencanakan untuk menggantinya dengan tambahan T-50/ FA-50 atau F-16V ‘Viper’ Falcon pada dekade berikutnya.

Di bawah program LCA, RMAF bermaksud untuk mengganti pesawat latih ringan Alenia MB-339CM LIFT-nya dengan varian trainer LCA pada tahun 2025 dan BAe Hawk Mk 108/208 pada tahun 2030.

Malaysia sudah menguji coba pesawat buatan Rusia, Irkutsk yang membangun Yakovlev Yak-130 (NATO menamakannya: Mitten) selama gelaran Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA) 2019 Maret lalu.

Tes penerbangan yang dlakukan di Wonju dilakukan oleh Komandan Wilayah Udara ke-1, MayJen TUDM Dato ’Zahani Zainal Abidin, mantan pilot instruktur pesawat tempur Boeing F/ A-18D Hornet.

Editor: (D.E.S)

2 tanggapan untuk “FA-50 Fighting Eagle Dites RMAF”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s