Pesawat Tempur KF-X Ditargetkan untuk Pasar Asia Tenggara

Proyek pengembangan jet tempur bersama antara Korea Selatan dan Indonesia, yang dikenal luas sebagai proyek pesawat eksperimental KF-X atau Korean Fighter, memiliki potensi besar di pasar Asia Tenggara dengan harganya yang murah.

Dilansir dari laman Korea Times (12/ 11/ 2019), Jet tempur KF-X adalah jet tempur generasi 4,5 dengan teknologi “siluman”, dibawah jet tempur generasi kelima seperti F-35 atau F-22 Amerika Serikat. Bagaimanapun juga, KF-X memiliki keuntungan dengan harganya yang lebih murah 65 persen karena bagian-bagiannya yang dibangun secara lokal.

Pada hari Selasa, seorang pejabat Industri Dirgantara Korea mengatakan proyek ini berjalan dengan lancar, selama presentasi tinjauan proyek untuk wartawan saat mengunjungi kantor pusat perusahaan di Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan.

Mock-Up Pesawat Tempur KF-X Diluncurkan, Indonesia Tak Disebut (Aereo)
Mock-Up Pesawat Tempur KF-X Diluncurkan, Indonesia Tak Disebut (Aereo)

Pemerintah Korea Selatan mengontrak KAI pada bulan Desember 2015 untuk menyelesaikan pengembangan KF-X pada tahun 2028.

Jika berhasil dikembangkan, KF-X akan menjadi platform yang menargetkan pasar Asia Tenggara, pengamat industri mengatakan, karena biaya operasi KF-X sekitar setengah dari biaya F-35A Amerika Serikat.

Proyek KF-X adalah proyek terbesar sejak pendirian militer Korea Selatan dengan total anggaran sekitar 8,8 triliun won ($ 7,56 miliar). Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia masing-masing mencakup 60 persen dan 20 persen dari anggaran, sementara perusahaan pertahanan Korea Selatan memberikan kontribusi 20 persen.

Proyek 14 tahun yang dimulai pada 2015 dibagi menjadi dua fase, dengan pengembangan sistem untuk kinerja penerbangan dasar dan kemampuan tempur udara-ke-udara akan selesai pada tahun 2026, diikuti oleh persenjataan tambahan untuk kemampuan tempur udara-ke-permukaan pada tahun 2028.

Dengan tinjauan desain kritis KF-X yang dilakukan September tahun ini, setelah tinjauan desain awal pada Juni 2018, prototipe jet tempur KF-X akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2021. Uji penerbangan pertama akan dilakukan setahun kemudian. Setelah 2.100 uji terbang yang dijadwalkan selesai pada paruh pertama 2026, KAI akan menghasilkan enam jet tempur KF-X pertama tahun itu.

Mock-Up Pesawat Tempur KF-X Diluncurkan, Indonesia Tak Disebut (Gareth Jennings)
Mock-Up Pesawat Tempur KF-X Diluncurkan, Indonesia Tak Disebut (Gareth Jennings)

Pemerintah Korea Selatan meluncurkan mock-up ukuran penuh KF-X selama Pameran Dirgantara dan Pertahanan Internasional (ADEX), pameran pertahanan dua tahunan negara yang diadakan 15-20 Oktober.

Jet tempur KF-X memiliki panjang 16,9 meter, lebar 11,2 meter dengan tinggi 4,6 meter. Sebagai pesawat bermesin ganda yang menggunakan teknologi siluman, tampilan pesawat tempur KF-X mirip dengan Raptor F-22 AS.

Setiap mesin KF-X memiliki daya dorong maksimum 22.000 pound, dengan total dorong maksimum pesawat menjadi 44.000 pound. Jet tempur ini memiliki berat lepas landas maksimal 25.600 kilogram dan dapat terbang secepat Mach 1.8. Platform memiliki jarak jelajah 2.900 kilometer.

Muatan maksimumnya, 7.700 kilogram, khususnya, memungkinkan banyak senjata dapat diinstal di 10 pod untuk rudal dan tangki bahan bakar.

Untuk rudal yang bisa diinstal pada jet tempur KF-X, proyek ini melibatkan pasar Eropa.

Pemerintah Korea Selatan pada awalnya telah bernegosiasi dengan pihak AS untuk dapat memuat rudal udara-ke-udara AS seperti Advanced Medium Range Missile (AMRAAM) AIM-120C atau AIM-9X Sidewinder. Tetapi pemerintah AS mengatakan tidak dapat menawarkan teknologi persenjataan sebelum Korea Selatan meluncurkan prototipe jet tempur KF-X pertama. Oleh karena itu, pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk mengintegrasikan rudal yang diproduksi Eropa.

Termasuk short-range guided air-to-air missile IRIS-T Jerman yang akan dipasang pada masing-masing peluncur di ujung sayap, rudal udara-ke-udara Meteor.

Jet tempur KF-X akan mengerahkan rudal domestik untuk pertempuran udara-ke-permukaan, termasuk BLU-109 LJDAM (laser joint direct attack munition) besutan dalam negeri, KGGB (Korea GPS guided bomb) dan air-launched long-range bunker buster cruise missile yang dikembangkan oleh LIG Nex1, yang dibuat setelah Taurus KEPD 350.

Peralatan inti jet tempur KF-X telah dikembangkan dengan teknologi dalam negeri, termasuk radar AESA (active electronically scanned arrays), peralatan IRST (infrared search and track), perangkat EO TGP (pelacakan target elektro-optik) dan rangkaian EW (electronic warfare).

Penempatan AESA dalam jet tempur, khususnya, adalah upaya pertama militer Korea Selatan, yang telah menggunakannya untuk rudal permukaan-ke-udara jarak menengah domestik Chungoong dan search radar untuk fregat next-generation Angkatan Laut.

Photo: Mock-Up Pesawat Tempur KF-X Diluncurkan, Indonesia Tak Disebut (Joins)

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s