Kementerian Keuangan Bebaskan Bea Masuk Impor Persenjataan

F-16 AS (Istimewa)
F-16 (Istimewa)

Kementerian Keuangan resmi menerbitkan PMK 164 Tahun 2019 terkait pembebasan bea masuk impor persenjataan, amunisi, perlengkapan militer, dan kepolisian, serta suku cadang, barang, dan bahan yang dipergunakan guna menghasilkan barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Dilansir dari laman Sinar Harapan (19/ 11/ 2019), Peraturan itu memberikan kewenangan kepada kementerian lembaga terkait seperti Kementerian Pertahanan untuk tidak perlu lagi mengajukan persetujuan impor senjata kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Dengan dikeluarkannya PMK 164 tahun 2019, otomatis aturan di dalam pasal 8 PMK 191 tahun 2016 yang mengatur, pembebasan bea masuk atas impor barang, permohonan pembebasan bea masuknya diajukan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal, dihapuskan.

Dengan demikian, kementerian lembaga yang hendak untuk melakukan impor persenjataan, hanya perlu ditandatangani oleh pejabat internal Kemenhan, atau paling rendah eselon II yang ditunjuk oleh kementerian/lembaganya, sebagaimana diatur dalam PMK yang baru terbit tahun 2019 ini.

Dalam beleid atau aturan PMK 164/2019, Kemenkeu juga menghapus sejumlah syarat yang mesti dilampirkan dalam surat permohonan izin impor. Di mana permohonan izin impor saat ini hanya memerlukan paling sedikit melampirkan dua dokumen.

Dua dokumen itu diantaranya, perjanjian pengadaan barang dan/atau jasa yang menyebutkan secara tegas mengenai harga pengadaan barang/jasa tidak meliputi pembayaran bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor.

Serta selain itu, dokumen lainnya berupa fotokopi surat keterangan keputusan penetapan sebagai industri yang memproduksi barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara, dan juga rencana impor barang (RIB).

Sehingga, dalam aturan baru Kemenkeu itu tidak lagi mensyaratkan dokumen pengajuan impor persenjataan berupa, fotokopi izin usaha dengan memperlihatkan asli dokumen kepada Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk, fotokopi NPWP yang digunakan sebagai identitas dalam pemenuhan hak dan kewajiban di bidang kepabeanan, serta fotokopi angka pengenal importir (API-P/APIT).

Penerbitan PMK 164/2019 ini sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo memperbaiki alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan dan keamanan nasional dalam negeri.

Bahkan, pada pekan lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah bertandang ke Kantor Kementerian Keuangan untuk membicarakan proposal anggaran pengadaan alutsista RI.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur Jendral Anggaran Kementerian Keuangan Askolani membenarkannya. Ia menyatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menemui Prabowo, dan memintanya merancang proposal alutsista yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, di dalam proporsi pagu anggaran APBN 2020, Kemenhan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 131,2 triliun. Nilai itu, dijelaskan Askolani, naik sebesar Rp 21,6 trilliun. Namun penggunaannya ialah didominasi oleh belanja pegawai.

“Kalau Kemenhan itu dilihat naik, karena belanja pegawainya. Karena tahun 2018 dia mendapat reformasi birokrasi. Sehingga tunjangan kinerja untuk anggota TNI dan Polisi mengalami kenaikan. Dan tentunya harus kita danai di 2020, 2019 sudah kita tambahkan,” jelas Askolani saat ditemui di kantor Kemenkeu, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

Karena itu, pertemuan antara Prabowo dan Sri Mulyani ialah untuk membicarakan tambahan anggaran khusus untuk pengadaan alutsista.

“Kemudian kalau alutsista ada hal lain lagi. Alutsista itu kita lihat space fiskal kita. Tentunya yang diminta oleh bu menkeu adalah proposal untuk alutsista yang lebih baik dan lebih solid. Pak Menhan akan me-review kembali yang posisi 2020. Sehingga nanti Pak Menhan betul-betul meyakini alutsista 2020 ke depan itu jauh lebih mantap lagi dan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s