Anggaran Pertahanan RI dan Batas Psikologis Terhadap GDP

Anggaran pertahanan dunia (SIPRI)

Pertahanan negara perlu diperkuat untuk mengantisipasi setiap perkembangan pada lingkungan strategis. Namun, sebagai konsekuensinya tambahan anggaran negara harus dapat dialokasikan pula. Meski demikian, peningkatan postur anggaran pertahanan bukan untuk menyerang, melainkan justru untuk bertahan.

“Pertahanan dan kemampuan militer kita bukan untuk menyerang, melainkan untuk bertahan. Itu doktrin pertahanan Indonesia” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto saat rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senin (11/11/2019), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari laman Kompas (11/ 11/ 2019). Dalam rapat itu, Prabowo didampingi Wakil Menhan, Wahyu Sakti Trenggono.

Anggaran pertahanan dunia (SIPRI) 1

Anggaran pertahanan terhadap prosentase PDB

Dalam rapat kerja tersebut Prabowo, secara resmi mengajukan usulan penambahan anggaran untuk tahun anggaran 2020. Dari informasi yang diperoleh Kompas, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengharapkan kenaikan anggaran pertahanan pada 2020 dialokasikan sekitar 2 persen produk domestik brito (PDB). Saat ini pemerintah telah memutuskan alokasi anggaran pertahanan mencapai Rp 127 trilliun atau sekitar 0,9 persen dari PDB.

Sejauh ini, lebih dari 10 tahun anggaran pertahanan Pemerintah RI besarnya kurang dari 1 persen dari PDB. Sebagai contoh, lembaga riset SIPRI di Stockholm Swedia menyebutkan anggaran pertahanan RI pada 2017 sebesar 0,7 persen dari PDB. Sementara Malaysia 1,13 persen dari PDB dan Myanmar sebesar 2,88 persen dari PDB.

Sebelumnya, rapat kerja yang pertama dilakukan Kemhan berlangsung dua sesi. Pada sesi pertama dilakukan terbuka, membahas konsep pertahanan. Namun, pada sesi kedua, rapat digelar tertutup karena membahas alokasi anggaran. “Kita tidak berniat mengganggu bangsa lain. Tetapi kita juga tak akan membiarkan bangsa lain mengganggu kepentingan kita,” kata Prabowo.

Prinsipnya, penguatan pertahanan terkait dengan tujuan negara yang pertama yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Menurut dia, harus diakui bahwa Indonesia masih lemah dalam segi teknologi pertahanan. Akan tetapi, Indonesia punya konsep peperangan semesta. Untuk itu, semua elemen masyarakat, termasuk akademisi, para pakar, dan industri perlu mengambil bagian dalam pertahanan.

Prabowo mengatakan, pertahanan negara harus kuat dan proporsional. Kekuatan pertahanan negara harus bisa mengatasi ancaman di berbagai titik. Postur pertahanan juga perlu ditingkatkan. Sistem pertahanan bahkan harus terintegrasi dengan wilayah-wilayah pertahanan dan dukungan industri pertahanan.

Anggaran pertahanan dunia (SIPRI) 2

Bisa Mengagetkan

Menanggapi usulan Prabowo soal kenaikan anggaran, dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono mengatakan, normalnya anggaran pertahanan negara berada pada rentang 2-4 persen dari PDB. Namun, selama ini anggaran pertahanan Indonesia relatif rendah.

Edy mengapresiasi usulan yang diminta Prabowo. Kenaikan itu menunjukkan kesadarannya meningkatkan postur pertahanan. “Untuk saat ini, kenaikan (anggaran) itu sebaiknya menembus batas psikologis dulu yaitu sekitar 1,2 persen dari PDB. Kenaikan dramatis bisa mengagetkan semua orang,” ujar Edy.

Pernyataan Prabowo mendapat apresiasi anggota Komisi I DPR, Syarief Hasan, dari Partai Demokrat. Syarief mengingatkan, Indonesia mengalami penurunan peringkat alutsista.

Tubagus Hasanuddin dari PDI P mengatakan, anggaran Kemhan harus berdasarkan hakikat ancaman yang turunannya cara penangkalan ancaman. Taufiq Abdullah dari Fraksi PKB mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi, diantaranya standar minimal prasarana dan sarana.

All photos: Anggaran pertahanan dunia (SIPRI)

Editor: (D.E.S)

10 tanggapan untuk “Anggaran Pertahanan RI dan Batas Psikologis Terhadap GDP”

  1. Saran saya sudah waktunya anggaran pertahanan R.I setidaknya Rp. 270 trilyun, helikopter serbu dan sedang diperbanyak, jet tempur diperbanyak dari kelas berat sampai dng kelas ringan, kapal selam ukuran 1300 ton dan kapal selam mini ukuran 900 ton diadakan serta diperbanyak, kapal selam dng bobot 2300 ton diadakan, kapal perang kelas destroyer, light fregat, kapal patroli rudal, kapal cepat rudal, tank boat catamaran, kapal bantu cair, kapal rumah sakit, juga kapal perang pengangkut logistik diperbanyak, tank dan panser diperbanyak, Hovercraft dng peluncur rudal dan peluncur torpedo ringan diadakan dlm jumlah besar, TNI AL saatnya ada helikopter serbu dan jet tempur yg dipersenjatai, kemudian ada arteleri dng jarak 500 sd. 1200 km, sudah harus ada dan dlm jumlah besar. anggaran pendidikan dan kesehatan utk rakyat atau orang tua yang miskin dam tidak mampu dinaikkan, mengapa karena merupakan tanggung jawab dari negara kpd rakyatnya.

    Suka

  2. Saran saya sudah waktunya anggaran pertahanan R.I setidaknya Rp. 270 trilyun, helikopter serbu dan sedang diperbanyak, jet tempur diperbanyak dari kelas berat sampai dng kelas ringan, kapal selam ukuran 1300 ton dan kapal selam mini ukuran 900 ton diadakan serta diperbanyak, kapal selam dng bobot 2300 ton diadakan, kapal perang kelas destroyer, light fregat, kapal patroli rudal, kapal cepat rudal, tank boat catamaran, kapal bantu cair, kapal rumah sakit, juga kapal perang pengangkut logistik diperbanyak, tank dan panser diperbanyak, Hovercraft dng peluncur rudal dan peluncur torpedo ringan diadakan dlm jumlah besar, TNI AL saatnya ada helikopter serbu dan jet tempur yg dipersenjatai, kemudian ada arteleri dng jarak 500 sd. 1200 km, sudah harus ada dan dlm jumlah besar. anggaran pendidikan dan kesehatan utk rakyat atau orang tua yang miskin dam tidak mampu dinaikkan, mengapa karena merupakan tanggung jawab dari negara kpd rakyatnya.

    Suka

  3. Kalo saya menyarankan untuk tahap awal anggaran peratahanan adalah 10% dari APBN yang berasal dari penerimaan pajak dan cukai. Jadi kalo penerimaan pajak dan cukai Rp.2.000 triliun maka anggaran pertahanan Rp.200 triliun. Kalo penerimaan turun ya turun juga anggara pertahanannya. Kalo makin naik ya naik juga. Selanjutnya terserah.

    Suka

  4. Ternyata impor Alutsista benar benar semakin dibatasi, rencana Viper yg dibeli 48 dikurangi jadi 32, eh sekarang dikurangi lagi jadi cm 24, maklum cm mental tukang meubel, modal pencitraan, bisanya menggembosi dari TNI dari dalam

    Suka

    1. Dari wangsit belinya cuma 24

      Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyebut, mulai akhir Januari 2020 hingga 2024 mendatang, sebanyak 24 jet tempur F-16 akan tiba di tanah air.

      “Pengadaan alutsista ini sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) 5 tahun ke depan,” ujar Yuyu, seusai melantik 240 perwira baru di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jumat (22/11).

      Suka

  5. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapat alokasi anggaran cukup tinggi dalam APBN 2020. Anggaran Kemenhan mencapai Rp 127,36 triliun, terbesar dibandingkan kementerian/lembaga lainnya.

    Untuk meningkatkan kemampuan tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Pertahanan menganggarkan program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) pada 2020 sebesar Rp 10,86 triliun, naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Nilai tersebut terdiri atas Rp 4,59 triliun untuk modernisasi alutsista matra darat, matra laut Rp 4,16 triliun, dan matra udara Rp 2,11 triliun.

    Anggaran Alutsista cuma dijatah 8,6 % dari anggaran Kemenhan, miris coy.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s