Tiga Negara yang Dinilai Cocok Untuk Bekerjasama dengan Indonesia di Bidang Alutsista

Pengamat Militer Universitas Padjajaran Muradi mengatakan, ada tiga negara yang dinilai cocok untuk bekerjasama dan alih teknologi alutsista dengan Indonesia. Tiga negara itu yakni; Swedia, Rusia, dan Turki.

“Kalau kita memang mau serius ngembangun pertahanan saya kira Swedia dan Rusia bisa jadi pilihan. Kemudian Eropa. Kemarin kita juga (kerja sama) dengan Turki,” kata Pengamat Militer dari Universitas Padjajaran, Muradi, sebagaimana dilansir dari laman Medcom (23/ 11/ 2019).

Muradi mengatakan negara-negara itu mempunyai kerja sama yang baik dengan Indonesia di bidang pertahanan. Apalagi, menurut dia, kerja sama pengadaan alusista ini tidak bisa sembarangan. Sebab, menurut Muradi, Kondisi Indonesia saat ini dinilai masih sulit jika berbicara terkait pembelian alutsista dengan negara-negara lain.

Ia menilai, tidak semua negara mau berbaik sangka dengan Indonesia dalam hal pengembangan di bidang pertahanan.

“Enggak semua negara mau berbaik sangka dengan semua negara dan memberikan kemudahan buat negara-negara model Indonesia yang anggaran terbatas tapi ingin mengembangkan pertahanannya,” ujar Muradi.

Muradi menjelaskan, kiblat kerja sama alusista dalam misi pertahanan di dunia berkiblat pada Amerika Serikat, Russia, dan Eropa. Namun begitu, ia menilai, saat ini Indonesia masih akan sangat sulit untuk membuka komunikasi dengan AS.

“Saya merasa bahwa AS terlalu angkuh, jual mahal. Seringkali kita didikte, itu yang kita tidak suka. Sedangkan Korea selatan itu hasil transfer of leader dari AS. Jadi cenderung kita dapet second layer lah,” tuturnya.

Uji Daya Gerak Medium Tank PT Pindad - FNSS (def.pk) 6
Uji Daya Gerak Medium Tank PT Pindad – FNSS. (def.pk)

Dia menilai Rusia, Turki, dan Swedia menjadi pilihan paling cocok untuk kerja sama pengadaan alusista Indonesia. Bahkan, lanjut Muradi, Swedia berhasil memperbaiki pertahanan Brazil dalam kerja sama alusista sebelumnya.

“Bahkan Brazil punya industri pertahanan terbaik di Amerika Selatan. Beberapa negara di amerika latin beli peralatan dari Brazil dengan tenaga swedia,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyediakan alat perang mutakhir buat mengantisipasi perang di masa mendatang. Jokowi tak ingin pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) usang.

Jokowi juga meminta Prabowo untuk memastikan alih teknologi dari setiap pengadaan alutsista maupun program kerja sama dengan negara lain. Orientasinya, kata dia, harus strategic partnership untuk peningkatan kemandirian dan daya saing Indonesia.

“Sehingga, kita memiliki kemampuan memproduksi alutsista yang dikerjasamakan,” tutur Jokowi kemarin.

Photo: Mock up kapal trimaran KRI Klewang II (IMF)

Editor: (D.E.S)

3 tanggapan untuk “Tiga Negara yang Dinilai Cocok Untuk Bekerjasama dengan Indonesia di Bidang Alutsista”

  1. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dijadwalkan akan bertolak menuju Turki pada Senin (25/11) malam. Kepergian Prabowo ke Turki dalam rangka kunjungan kerja.

    Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Sosial-Ekonomi dan Hubungan antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan Parbowo selama berada di Turki.

    “Pertemuan Bilateral dengan Menhan Turki di Ankara terkait kerja sama industri pertahanan Indonesia Turki dan kerja sama bidang pertahanan antar kedua negara,” ucap Dahnil.

    Sesuai dengan pendapat pak Muradi di atas, Turki tp apa yg mau diambil

    Anka udh disalip CH-4 Rainbow, U 214 keduluan U 209 dan pengadaan selanjutnya bersaing dengan DSME 2000,

    Suka

  2. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan bahwa perusahaan produsen pesawat raksasa dunia, yakni Boeing berminat membuka bengkel perawatan pesawat di Indonesia, atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Indonesia.

    Hal tersebut merupakan salah satu poin yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross ketika mengunjungi Indonesia pada 6 November 2019 lalu.

    “Dalam rangka kunjungan Secretary Ross ke Indonesia, dalam pertemuan governance to business, beliau juga menyampaikan keinginan adanya kerja sama (dari Boeing), yaitu khususnya dalam industri MRO atau industri reparasi pesawat udara,” ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag, Kasan Muhri di kantornya, Jakarta, Senin (25/11/2019).

    Kasan menuturkan, kerja sama yang diajukan Boeing tersebut merupakan salah satu pendongkrak dalam merealisasikan nilai perdagangan Indonesia-A. Nilainya dapat mencapai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 840 triliun (kurs Rp 14.000) sampai 5 tahun mendatang.

    “Ini suatu potensi yang menjadi bagian dari road map kita mencapai US$ 60 miliar dalam waktu 5 tahun mendatang,” papar Kasan.

    Meski bengkel pesawat masuk dalam sektor jasa, namun dalam pelayanannya Boeing akan melakukan impor berbagai produk suku cadang pesawat.

    “Meskipun ini kategorinya masuk dalam industri jasa, tapi mana kala komponennya diimpor, pasti transaksinya akan dicatat sebagai transaksi impor barang. Karena kita tahu MRO ini ada services-nya, tapi ada juga goods-nya. Jadi dua-duanya dapat,” terang dia.

    Kasan membeberkan, dalam mempermudah Boeing membuka bengkel pesawat di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tarif bea masuk 0% untuk impor 27 produk suku cadang pesawat.

    “Kita sudah keluarkan paket regulasi yang kaitannya dengan komponen-komponen untuk MRO ini tarif bea masuknya diberikan 0%. Ada 27 cost tarif yang terkait dengan industri MRO, itu dalam paket kebijakan ekonomi sudah diselesaikan,” tandas dia.

    Sepertinya KC-46 kandidat terkuat untuk pengadaan pesawat tanker TNI AU

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s