TNI AL Netralisir Enam Ranjau Sisa Perang Dunia II di Pantai Menganti

Ranjau laut di sekitar Pantai Menganti Kecamatan Kesugihan diledakan atau dinetralisir oleh TNI AL.
Ranjau laut di sekitar Pantai Menganti Kecamatan Kesugihan diledakan atau dinetralisir oleh TNI AL. (Istimewa)

Sebanyak tujuh ranjau berhasil dideteksi TNI AL saat penyisiran Pantai Menganti Sabtu (23/11) kemarin.

Dilansir dari laman Radar Banyumas (25/ 11/ 2019), Penyisiran menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Serayu didukung peralatan khusus untuk pendeteksian, mengingat laut di Pantai Menganti cukup dangkal. Sekaligus melakukan penghancuran terhadap ranjau-ranjau yang ada di sekitar PLTU.

Kegiatan tersebut merupakan permintaan operator PLTU Karangkandri, PT Sumber Segara Primadaya (PT S2P) kepada Markas Besar Angkatan Laut (Mabes AL) untuk netralisasi ranjau laut di sekitar PLTU.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cilacap, Lantamal V, Kolenel Laut (P) Adi Lumaksana ketika dikonfirmasi membenarkan kegiatan tersebut. Dari tujuh ranjau yang ditemukan, TNI AL hanya bisa menetralisir 6 buah ranjau.

“Operasi peledakan ranjau yang TNI AL adalah memang permintaan PLTU untuk melaksanakan penyisiran, pendeteksian, sekaligus peledakan ranjau di seputar perairan yang berhadapan dengan PLTU,” ucapnya, Sabtu (23/11).

“Setelah dilaksanakan pendeteksian menggunakan peralatan khusus, satu dinyatakan bukan ranjau. Jadi enam ranjau berhasil kita ledakan,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat, pemerintah atau stakeholder lainnya, di sepanjang pantai NKRI, termasuk di pesisir selatan Cilacap masih banyak ranjau-ranjau peninggalan Perang Dunia Ke II. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan di laut, seperti pembangunan dermaga, pengerukan alur pelayaran, dan pengerukan seputar dermaga, pemasangan kabel bawah laut, hingga pemasangan pipa bawah laut wajib melapor kepada TNI AL.

“Kita tahu sepanjang pantai Cilacap ini masih banyak terdapat ranjau-ranjau perang dunia ke II,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya meminta kepada masyarakat khususnya nelayan untuk tenang. Karena ranjau yang diledakkan tersebut adalah rata-rata di kedalaman 4 sampai 10 meter di bawah permukaan tanah.

“Jadi pasca peledakan ini tidak mengganggu aktivitas kegiatan laut seperti biasa,” tandasnya.

Meski demikian, kegiatan netralisir ranjau tersebut sempat membuat warga Cilacap, khususnya Kecamatan Kesugihan, kaget akibat suara ledakan di sekitar Pantai Menganti.

Kecamatan Kesugihan, yang dilakukan selama dua hari hari, Jumat (22/11) dan Sabtu (23/11). Setelah ditelusuri, ledakan tersebut kegiatan netralisir ranjau laut yang berada di sekitar PLTU Karangkandri oleh TNI AL.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s