Negosiasi Pengembangan KF-X/ IF-X karena Dianggap Kemahalan

kf-x c109. credit to sheldon 1
KF-X (credit to sheldon)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku diminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan negosiasi harga alutsista sebelum melakukan pembelian, termasuk yang dianggap kemahalan. Alutsista yang dimaksud itu kini sudah diketahui.

“Betul (yang dinegosiasi) KFX dan IFX,” kata Staf Khusus Menteri Pertahanan RI bidang Komunikasi Publik dan Kerja Sama Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagaimana dilansir dari laman Detik (14/12/2019).

Selain renegosiasi, Prabowo akan me-review kembali proyek itu. Proyek jet tempur KFX/IFX RI-Korsel setelah dihitung-hitung dianggap terlalu mahal.

“Pak Prabowo akan renegosiasi dan review karena menurut perhitungan kita terlalu mahal,” jelas Dahnil.

Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya sempat bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong-doo. Pertemuan keduanya membahas kerja sama di bidang alutsista pertahanan proyek jet tempur KFX/IFX RI-Korsel.

“Jadi Korea ini kunjungan biasa, kunjungan antarpemerintah, yang salah satunya menjadi perhatian dalam hubungannya ke sini adalah melanjutkan pembicaraan kerja sama alutsista, terutama sistem pertahanan persenjataan yang disebut KFX dan IFX itu ya, join pembuatan pesawat,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Lalu, pada Jumat (13/12) siang, Prabowo Subianto melaporkan masalah-masalah alutsista kepada Menko Polhukam Mahfud Md. Prabowo mengaku diminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan negosiasi harga alutsista sebelum melakukan pembelian.

“Alutsista dianggap mungkin terlalu mahal. Sedang ditinjau kembali, kita sedang mereview, mengkaji. Kita diperintah menego kembali begitu oleh Bapak Presiden,” kata Prabowo setelah bertemu Menko Polhukam Mahfud Md di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Kita kan pelaksana, jadi ya kita harus pandai pandai untuk menjaga kepentingan nasional,” imbuhnya.

Editor: (D.E.S)

Satu komentar pada “Negosiasi Pengembangan KF-X/ IF-X karena Dianggap Kemahalan”

  1. Bukan kemahalan tp spesifikasinya tak sesuai dengan kwalifikasi pespur duble engine yg diinginkan TNI AU, indonesia masih ingin mengembangkan sendiri ifx agar sesuai spesifikasi pespur duble engine’ masalah kemahalan hanya alasan agar bisa mengurangi share ifx pengembangan bersama ini agar bisa memaksimalkan biaya keluar sesuai dengan yg bener2 dibutuhkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s