Dibalik Kunjungan Menteri Pertahanan ke Turki

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto melihat TCG kinaliada (28112019)
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto melihat TCG kinaliada (28/ 11/ 2019). (Istimewa)

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto berkunjung ke sejumlah negara untuk mempererat kerja sama militer. Dua negara di antaranya adalah Turki dan China.

Di Turki, Prabowo sempat bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan. Mantan Danjen Kopassus ini juga sempat mengunjungi Angkatan Laut Turki. Prabowo pun sempat mencoba kapal selam dan kapal perang AL Turki, sebagaimana dilansir dari laman merdeka.com (17/ 12/ 2019).

“Beliau melakukan pembicaraan dengan Angkatan Laut Turki dan berkunjung melihat industri perkapalan perang dan kapal selam Turki di Golcuk Naval Shipyard, Kocaeli,” ungkap Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, akhir November lalu.

Sumber merdeka.com di internal Kementerian Pertahanan menyebut ada kemungkinan Prabowo akan membeli kapal selam dari Turki. Menggantikan kapal selam yang selama ini dipesan dari Korea.

Pertimbangannya, Turki mandiri secara alutsista. Penyebab lain, kapal selam kelas Chang Bogo dari Korea Selatan dinilai memiliki kekurangan.

“Ada beberapa kekurangan dari kapal selam kelas Chang Bogo,” katanya.

Soal kekurangan kapal selam buatan Korea ini sempat disinggung oleh Menhan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu. Dia sempat melayangkan protes pada Korea Selatan soal KRI Nagapasa-403. Kapal selam yang memperkuat TNI AL sejak 2017 itu kurang bertenaga akibat baterai yang terlalu kecil. Ryamizard mengaku masalah itu telah direspons pihak Korsel.

“Banyak kontrak pengadaan alutsista yang ditinjau ulang saat Prabowo menjadi menteri pertahanan,” kata sumber itu lagi.

Salah satu yang ditinjau ulang adalah proyek pengembangan kerja sama pesawat tempur KF-X/IF-X dengan Korea Selatan. Proyek itu dinilai terlalu mahal.

Dalam kontrak pembiayaan bersama, Indonesia akan menanggung biaya sebesar 20 persen dari nilai proyek jet tempur ini. Jumlah yang harus dibayar pemerintah RI, hingga proyek ini selesai tahun 2025 nanti diperkirakan mencapai USD 7,5 miliar atau Rp 105 Triliun.

Editor: (D.E.S)

One thought on “Dibalik Kunjungan Menteri Pertahanan ke Turki”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s