Mengenal Rudal Hipersonik Antarbenua Rusia, ICBM Avangard

ICBM Avangard (TASS).jpg
Avangard (TASS)

Rusia akhirnya secara resmi mulai mengoperasionalkan rudal hipersonik antarbenua (ICBM) Avangard pertama. Senjata ini adalah satu dari sejumlah senjata yang disebutkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya pada medio 2018 lalu.

Dilansir dari laman Sindonews (28/ 12/ 2019), Avangard adalah sistem rudal strategis dengan rudal balistik, dilengkapi dengan unit tempur bersayap hipersonik. Rudal yang mempunyai panjang 5,4 meter ini mampu terbang dalam lapisan atmosfer dengan kecepatan hipersonik, bermanuver di sepanjang jalur penerbangan dan ketinggian serta mengatasi pertahanan anti rudal.

Avangard dirancang menggunakan bahan komposit baru agar bisa menahan suhu hingga 2.000º Celcius yang dihasilkan dari penerbangan melalui atmosfer dengan kecepatan hipersonik. Militer Rusia menyebut rudal ini mampu terbang 20 kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Rudal antarbenua terbaru ini diluncurkan di atas rudal balistik antarbenua. Namun tidak seperti hulu ledak rudal biasa yang mengikuti jalur yang dapat diprediksi setelah pemisahan, Avangard dapat membuat manuver tajam di atmosfer dalam perjalanan menuju target. Kemampuan ini membuatnya menjadi sulit untuk dicegat.

Hypersonic rocket complex Avangard
Hypersonic rocket complex Avangard (WIKI)

Mantan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Ivanov mengatakan, Avangard terus menerus mengubah arah dan ketinggiannya ketika terbang melintasi atmosfer, secara zigzag di jalurnya menuju target, sehingga mustahil untuk memprediksi lokasi senjata itu.

Kemampuan ini pun menuai pujian dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mencatat bahwa kemampuannya untuk melakukan manuver tajam dalam perjalanan menuju sasaran akan membuat pertahanan rudal menjadi tidak berguna.

“Itu mengarah ke sasaran seperti meteorit, seperti bola api,” kata Putin saat berpidato pada Maret 2018 seperti dikutip dari AP, Sabtu (28/12/2019).

Avangard memiliki jangkauan lebih dari 6.000 km, beratnya sekitar 2.000 kg, dan dapat membawa muatan nuklir atau konvensional. Sebuah laporan kantor berita Rusia, TASS, hulu ledak nuklir Avangard adalah lebih dari 2 megaton.

Laporan media Rusia mengindikasikan Avangard akan dipasang pada rudal balistik antarbenua RS-18B buatan Soviet, yang diberi nama kode SS-19 oleh NATO.

Kedepannya, Avangard akan dipasang pada calon rudal balistik antarbenua Sarmat setelah secara resmi dioperasionalkan.

Putin menggambarkan Avangard sebagai terobosan teknologi yang sebanding dengan peluncuran satelit pertama Soviet pada tahun 1957. Ia pun dengan lantang mengklaim bahwa Rusia adalah satu-satunya negara yang dipersenjatai dengan senjata hipersonik.

Putin juga mencatat bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, Rusia kini memimpin dunia dalam mengembangkan seluruh kelas senjata baru, tidak seperti di masa lalu ketika mengejar AS.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya mendemonstrasikan Avangard kepada tim inspektur AS sebagai bagian dari langkah-langkah transparansi di bawah perjanjian senjata nuklir New Start dengan AS.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s