‘Landing Docks Acquisition Project’ Filipina, Mungkinkah PT PAL Menang?

Bid Submission and Opening untuk Landing Docks Acquisition Project Filipina pada tanggal 26 November 2019 lalu telah menghasilan penawar terendah yaitu galangan kapal lokal Megaship Builders Inc., yang bekerja sama dengan galangan kapal Malaysia, Sing Kiong Hong Dockyards Sdn Bhd.

Masalahnya adalah, Megaship Builders atau bahkan mitra usaha patungannya Sing Kiong Hong Dockyards belum pernah membangun kapal tipe Landing Platform Dock. Kedua perusahaan tampaknya tidak memiliki pengalaman baik dalam memasang, mengintegrasikan dan mendukung peralatan dan subsistem militer.

Tetapi mereka dapat bergabung dengan penawaran karena TWG (Technical Working Group) Angkatan Laut Filipina hanya membutuhkan penawar yang memiliki pengalaman dalam membangun kapal sekitar 7.000 ton atau displacement yang lebih tinggi, tanpa menentukan jenis kapal yang mereka buat sebelumnya.

Singkatnya, adalah kesalahan Angkatan Laut Filipina sehingga perusahaan tersebut dapat bergabung dan bahkan menjadi penawar terendah untuk proyek tersebut karena rinciannya yang tidak jelas dan tidak lengkap mengenai spesifikasi dan persyaratan teknis.

PAL offered new design on its SSV 123m (PAL) 1

Dilansir dari laman PH Defense Resource (31/ 12/ 2019),  Sing Kiong Hong Dockyards JV adalah penawar terendah untuk Proyek Akuisisi kapal jenis LPD Angkatan Laut Filipina, tampaknya mereka mungkin menabrak “batas” selama tahap Post Qualification Inspection (PQI) yang dilakukan bulan ini.

Dan berdasarkan informasi yang diterima MaxDefense setelah memposting berita tentang Megaship Builders – Sing Kiong Hong Dockyards JV menjadi penawar terendah untuk proyek ini, tampaknya mereka gagal dalam Post Qualification Inspection (PQI) karena alasan keuangan dan teknis, yang mungkin termasuk kurangnya pengalaman mereka dalam membangun kapal seperti LPD atau kapal angkut militer dengan ukuran dan desain yang serupa.

Jika perusahaan patungan itu telah Post-Disqualified, itu artinya penawar terendah kedua akan diberi kesempatan untuk “mencuri pertunjukan”. Dan dalam hal ini, penawar terendah kedua adalah galangan kapal milik negara Indonesia PT PAL (Persero), yang merupakan pembangun LPD kelas Tarlac, yang sudah digunakan oleh Angkatan Laut Filipina.

Sekarang masih harus dilihat apakah PT PAL akan dapat lulus Post Qualification Inspection yang akan dilakukan oleh DND-Bids and Awards Committee (DND-BAC) dan Philippine Navy Technical Working Group (TWG).

PAL offered new design on its SSV 123m (PAL) 2

PT PAL sebelumnya telah melewati PQI untuk Proyek Akuisisi Strategic Sealift Vessel (SSV), yang berarti PT PAL memiliki pengalaman dalam bagaimana PQI dilakukan, dan bagaimana cara melewatinya.

Seandainya PT PAL lulus PQI, itu akan menjadi dasar bagi dikeluarkannya Notice of Award (NOA), yang pada gilirannya akan menyebabkan PT PAL menerima kontrak untuk proyek tersebut.

Kemenangan oleh PT PAL juga menguntungkan bagi Angkatan Laut Filipina, karena kedua belah pihak sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya dalam membangun kapal serupa, dan desain yang ditawarkan PT PAL sebenarnya merupakan versi perbaikan dari kelas Tarlac. Ini berarti retensi desain akan membuat kesamaan dan dukungan logistik menjadi lebih sederhana dan lebih efisien, dibandingkan dengan memiliki desain LPD yang berbeda dari yang ada yang sudah dioperasikan Angkatan Laut Filipina.

PAL offered new design on its SSV 123m (PAL) 3

MaxDefense hanya berharap bahwa Angkatan Laut Filipina akan mendapatkan peningkatan lebih lanjut pada desain kapal, mengingat mereka gagal untuk memasukkan peningkatan pada kapasitas dek helikopter yang memungkinkan helikopter masa depan Angkatan Udara Filipina, mungkin termasuk helikopter sedang (medium) dan berat (heavy) seperti Helikopter Mi-17 Rusia dan CH-47 Chinook Amerika.

Berikut adalah video yang diposting oleh PT PAL tentang apa yang dapat ditawarkannya kepada Angkatan Laut Filipina. Perhatikan bahwa barang yang tidak termasuk dalam persyaratan teknis tidak akan dikirimkan oleh galangan kapal yang menang, termasuk meriam 76mm Super Rapid, CIWS, dll.

All photos: PAL offered new design on its SSV 123m (PAL)

Editor: (D.E.S)

4 tanggapan untuk “‘Landing Docks Acquisition Project’ Filipina, Mungkinkah PT PAL Menang?”

  1. Ada kecurigaan, terjadi kecurangan dlm proses lelang ini. Terjadi kerjasama antara pihak TWG dng Megaship Builders Inc, utk mengatur agar Megaship Builders Inc., yg memenangkan lelang.
    TWG membantu Megaship Builders Inc, agar memenangkan tender dng cara hanya menetapkan syarat penawar memiliki pengalaman dalam membangun kapal sekitar 7.000 ton atau displacement yang lebih tinggi, tanpa menentukan jenis kapal yang mereka buat sebelumnya.
    Padahal pembuatan kapal sipil berbeda dng kapal militer dan TWG tahu benar bahwa itu utk kapal militer, harusnya mencantumkan kualifikasi pengalaman mengerjakan kapal militer.
    Disitu kejanggalan sangat dirasakan. Nampak sekali bahwa TWG membuat syarat agar Megaship Builders Inc bisa lolos.
    Trik2 spt ini umum dilakukan oleh pihak penyelenggara lelang agar peserta yg menjadi jagoan mereka bisa lolos dan yg lain terjegal dng kondisi persyaratan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s