Bakamla Sebut Kapal Cina Kembali Terobos Perairan Natuna

Kapal penjaga pantai Tiongkok mengadakan latihan SAR di Laut Cina Selatan, pada 14 Juli 2016. (Reuters)
Kapal penjaga pantai Tiongkok mengadakan latihan SAR di Laut Cina Selatan, pada 14 Juli 2016. Latihan ini dilakukan tiga hari sebelum Pengadilan Abritrase Internasional memutuskan bahwa klaim Tiongkok atas kawasan itu tidak dapat diterima. (REUTERS)

Badan Keamanan Laut (Bakamla) menyebut kapal penjaga pantai (coast guard) dari pemerintah Cina, kembali memasuki perairan Natuna Utara hari ini, Selasa, 31 Desember 2019.

Dilansir dari laman Tempo (31/ 12/ 2019), Kejadian ini terjadi hanya sehari setelah Kementerian Luar Negeri Indonesia mengirimkan nota protes ke pemerintah Cina atas pelanggaran atas zona ekonomi eksklusif atau ZEE Indonesia, di Natuna.

“Ini kami dan KRI barusan mendapat spot lagi, ada coast guard mereka (di perairan Natuna). Kami mulai melakukan penghadangan lagi. Baru 30 menit lalu dilaporkan,” kata Direktur Operasi Laut Bakamla Nursyawal Embun, saat dihubungi, Selasa, 31 Desember 2019.

Nursyawal belum dapat memastikan berapa jumlah kapal yang mencoba menerobos masuk. Ia juga belum dapat memastikan apakah kapal coast guard ini mengawal kapal ikan, seperti yang terjadi pada 23 Desember 2019 lalu. “Mungkin dia juga pandai mematikan Automatic Information System (AIS). Sehingga kami tak bisa pantau di dashboard kami di pusat kendali,” kata Nursyawal.

Temuan ini didapat oleh Bakamla dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Sejak adanya pelanggaran ZEE oleh kapal Cina pada 24 Desember 2019, Bakamla menjaga perbatasan perairan Utara Natuna didampingi oleh KRI. “Yang pasti ada dua jenis kapal KRI, dan satu dari Bakamla. Memastikan tak ada breach lagi,” kata Nursyawal.

Pada 24 Desember 2019, Kementerian Luar Negeri mengkonfirmasi adanya pelanggaran atas zona ekonomi eksklusif atau ZEE Indonesia, termasuk kegiatan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing oleh coast guard pemerintah Cina.

Kementerian Luar Negeri juga mengonfirmasi pelanggaran kedaulatan oleh Penjaga Pantai Cina di perairan Natuna. Kemenlu telah memanggil Duta Besar Cina untuk Indonesia dan menyampaikan nota protes keras atas kejadian ini.

Editor: (D.E.S)

10 tanggapan untuk “Bakamla Sebut Kapal Cina Kembali Terobos Perairan Natuna”

    1. gimana ndak berani …. mau heat to heat dengan alutsista yang mesti dihemat penggunaan BBM nya …. belum lagi perbandingan kemampuan tempur dari kapal-kapal patrolinya

      Suka

  1. Poros maritim abal abal, baunya menko kemaritimanya bermasalah, mungkin takut investasi China ga masuk, itu CCG ga diambil tindakan tegas

    Suka

  2. Kalo takut sih mereka tdk.
    Yg pertama, hanya saja berpikir hati2. Jika kejadian nekad tgl 27/4/2019 dimana kapal perikanan Vietnam yg menabrak KRI Tjiptadi-381 jg dilakukan oleh CG China dan mengakibatkan kerusakan pada kapal kita, maka kita akan kekurangan kapal patroli krn dlm masa perbaikan. Sementara CG China punya banyak kapal, jd gak akan masalah jika melakukan insiden spt itu bg mereka

    Yg kedua, menurut aturan hukum internationalnya tdk boleh melakukan penembakan terhadap kapal asing yg masuk, hanya boleh melakukan penghadangan dan penangkapan. Tembakan peringatan dilakukan hanya apabila kapal asing melakukan manuver tegak lurus ke arah lambung kapal patroli yg termasuk gerakan mengancam dan berbahaya. Atau pihak asing malepaskan tembakan duluan. Itu rambu2nya.

    Suka

    1. Kenapa bingung….kita sekarang punya menhan yg ahlinya ahli, lebih tentara dari tentara yg asli….naaah lo 😹😹😹

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s