Pembangunan Pangkalan TNI AL di Natuna Dinilai Tidak Tepat

Foto udara suasana Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. (Kumparan)
Natuna (Kumparan)

Eks Ketua Badan Intelejen Strategis (Kabais) TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto mengkritik wacana pembentukan pangkalan TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Zona ekonomi eksklusif (ZEE) di Natuna bukan ladang pertempuran.

“Ini untuk apa? Untuk penegakan kedaulatan atau hukum? Apa karena ini (kapal Tiongkok) kita siap bertempur? Harusnya gara-gara itu kita siap mempersiapkan ekonomi,” kata Soleman B Ponto, sebagaimana dilansir dari laman Medcom (13/ 1/ 2020).

Soleman mengatakan ZEE diatur di dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982. Indonesia mempunyai hak mengeksplorasi, mengekploitasi, dan konservasi di perairan ZEE Natuna.

Menurut dia, pembuatan pangkalan militer di Natuna bertolak belakang dengan fungsi perairan ZEE di Natuna. ZEE hanya menyangkut soal kewenangan di bidang ekonomi.

“Kenapa kita enggak siapkan kapal ikan kita? Penuhi ZEE dengan kapal ikan agar kapal dari Tiongkok enggak masuk,” ujar Soleman.

Pemerintah, kata dia, harusnya mendorong nelayan Tanah Air bisa mencari ikan di Laut Natuna. Pembuatan pangkalan militer dinilai salah langkah.

“Nelayan kita itu hanya berani memancing di perairan selatan Jawa, di antara Pulau Kalimantan, dan Jawa. Di ZEE Natuna ombaknya tinggi, seharusnya pemerintah memikirkan cara agar nelayan Indonesia bisa mencari ikan di Natuna,” tutur Soleman.

Dia juga meminta ada pihak yang memantau nelayan yang mencari ikan di ZEE. Salah satunya, kata Soleman, dengan memaksimalkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang memungkinkan pembuatan kapal penjaga laut dan pantai.

“Di situ sudah diatur semua kegiatan yang masuk dalam ZEE agar kapal tidak tenggelam dan membuat pencemaran. Yang jaga seharusnya penjaga laut dan pantai, namun saat ini belum dibentuk,” ucap Soleman.

Soleman menekankan pemerintah harus mulai memikirkan mengadakan penjaga laut dan pantai usai pergesekan antara Indonesia-Tiongkok di Natuna. Pemerintah tidak boleh gegabah.

Tiga Batas Zona Laut

Editor: (D.E.S)

7 tanggapan untuk “Pembangunan Pangkalan TNI AL di Natuna Dinilai Tidak Tepat”

  1. cina jelas-jelas sudah bangun pangkalan militer hanya berjarak 400-an mil dari Natuna dan cina sangat ekspansif dengan mengklaim seluruh lautan disekitar Natuna sebagai wilayah yuridiksinya dan/atau wilayah ekonominya, Maju terus bangun pangkalan militer jangan terpengaruh pendapat yang tidak membangun dan tidak berpihak pada kedaulatan bangsa.

    Suka

  2. Ini bagaimana sih… kalau saya jelas dukung pangkalan militer disitu… Jelas2 Natuna sangat vital tidak saja untuk menjaga kedaulatan negara juga vital untuk mempersingkat logistik ketika melakukan penjagaan wilayah… kalau hanya Kapal Ikan saja, ya dikepret sama kapal pengawal dari China dan Vietnam… piye to pak

    Suka

  3. Letak Natuna memang cocok sbg pangkalan terdepan di laut Natuna, hanya saja posisi nya sangat rawan karena pulau” nya terpisah lautan dari pulau besar Kalimantan.
    Mungkin Natuna lebih cocok sbg pangkalan singgah utk sista udara dan laut, pangkalan besar baiknya di Kalimantan Barat utara Pontianak utk AL dan AU, pilihan lain di pulau Bintan.
    Kalau menumpuk sista di Natuna resikonya sangat besar krn mudah dijangkau musang liar dan dalam jangkauan rudal balistik musuh.

    Suka

    1. Makanya perlu payung arhanud yang mampu menangkal rudal balistik, pesawat tempur, drone, dll. dan juga punya rudal pertahanan pantai untuk menangkal serangan dari laut, radar jg harus kuat, karena kehadiran militer disitu amat penting, jika pangkalan di Kalbar penindakan terhadap kapal akan makan waktu lama, makanya perlu pesawat tempur jg untuk melindungi kapal yg pertahanan udaranya masih rapuh. Jd merupakan pangkalan terpadu

      Suka

  4. ya enggak usah cupu cupu amat sih jadi orang. Amerika aja bangun pangkalan hampir diseluruh dunia kok. Cina malah enggak jelas, era majapahit malah di akui hahahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s