Korsel: Penjualan Kapal Selam ke Indonsia Tidak Hanya Jual Beli

Korea Selatan (Korsel) menyatakan, penjualan kapal selam buatan mereka ke Indonsia tidak hanya berhenti pada proses jual beli. Tapi, di dalamnya terdapat juga proses transfer teknologi.

Dilansir dari laman Sindonews (14/ 1/ 2020), Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Kim Chang-beom menuturkan, dalam perjanjian kapal selam itu, Korsel juga akan membantu Indonesia untuk mengembangkan dan merakit kapal selam sendiri.

“Kami telah mengirimkan kapal selam ke Indonesia. Ini bukan hanya sekedar pembelian peralatan militer, tapi juga untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan dan membuat kapal selam,” ucap Chang-beom pada Selasa (14/1/2020).

“Kapal selam yang sudah kami kirim, sebagian dirakit di Surabaya oleh PT. PAL. Kontrak berikutnya adalah untuk pembelian tiga kapal selam lainnya dari Korsel. Kontrak ini hanya tinggal ditandantangani,” sambungnya.

Proyek KF-X/ IF-X

Dia lalu menyinggung mengenai proyek KFX/IFX, yakni proyek pengembangan jet tempur generasi terbaru Korsel dan Indonesia. Dia berharap proyek ini dapat segera kembali berjalan.

“Dari sisi Indonesia ada PTDI, dari Korsel KAI untuk merancang dan membangun jet tempur generasi terbaru untuk Angkatan Udara kedua negara. Dengan adanya pergantian seluruh kabinet pemerintahan Indonesia, ada penundaan dalam kelanjutan program ini,” ucapnya.

“Oleh karena itu, Menteri Pertahanan kami melakukan kunjungan ke Jakarta pada Desember tahun lalu. Kami sedang menanti kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Korsel untuk bertemu Menteri Pertahanan kami dan membuka jalan bagi percepatan proyek KFX/IFX,” tukasnya.

Photo: Jum’at, 3 Januari 2019, kapal selam Alugoro bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi. (PT PAL)

Editor: (D.E.S)

4 tanggapan untuk “Korsel: Penjualan Kapal Selam ke Indonsia Tidak Hanya Jual Beli”

  1. Ya iyalah….klo hanya jual beli gak perlu ke korsel. Mending ke Jerman sekalian aja. Indonesia mau beli itukan karena ada TOT. Kalo gak ada TOT ya nehi…nehi…nehi beli ke Korsel.

    Suka

  2. Produksi alutsista membutuhkan penguasaan teknologi tinggi dan sdm yang mumpuni. Itulah mengapa periode sebelum batch 2 adalah sekitar 6-7 tahun yang digunakan untuk tahap learning growth. Ya, semoga PT. PAL bisa melalui proses tersebut hingga benar-benar mampu menjadi produsen kapal selam yang diandalkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s