Produksi Pesawat Tempur IF-X dan Kapal Selam Dievaluasi

Pemerintah berkomitmen memperkuat industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian bangsa. Agar lebih efektif dan efisien, produksi pesawat tempur IFX dan kapal selam PT PAL pun akan dievaluasi kembali.

Dilansir dari laman Kantor Berita Kompas (23/ 1/ 2020), Pemerintah berkomitmen memperkuat industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian bangsa. Agar lebih efektif dan efisien, produksi pesawat tempur IFX dan kapal selam PT PAL pun akan dievaluasi kembali. Namun, pemerintah diharapkan membuat keputusan yang tepat dan lengkap terkait hasil evaluasi produksi tersebut.

Sejauh ini produksi pesawat tempur kerja sama Korea Selatan dan Indonesia masih dalam proses perancangan. Sementara, dari enam yang akan diproduksi PT PAL, dua kapal selam sudah diserahkan kepada TNI Angkatan Laut. Tiga lainnya tengah dibuat dan dipersiapkan produksinya.

”Untuk tahun 2020, kita harus perkuat pertahanan kita. Misalnya, pesawat-pesawat yang tak bisa terbang harus bisa terbang,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono seusai membuka Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri, Rabu (22/1/2020), di Jakarta.

Wahyu mengatakan, industri pertahanan akan terus dikembangkan agar menjadi lebih kuat. Hal itu sesuai dengan visi yang ditetapkan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ia memberi contoh Ghana yang terus memperbesar pembelian senjata dari PT Pindad. Demikian pula Filipina yang menyepakati pembelian tank dari PT Pindad.

”Perencanaan akan kita buat jangka panjang. Kalau perlu, bagaimana melihat kemampuan industri pertahanan itu sampai 15 tahun mendatang,” kata Wahyu.

Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1/2020).
Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1/2020). Kapal selam Alugoro buatan PT PAL yang bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) itu, telah berhasil melakukan uji coba pertama kali menyelam hingga kedalaman 250 meter dan dapat disimpulkan 90 persen pembangunan kapal selam itu berhasil. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Menanggapi hal itu, Ketua Pelaksana Harian Komite Kebijakan Industri Pertahanan Sumardjono mengatakan, semua pihak harus berkomitmen pada kemandirian bangsa, yaitu membangkitkan industri pertahanan. Namun, keputusan yang dibuat sebaiknya didasarkan pada data yang tepat dan lengkap. Oleh karena itu, pengambilan keputusan tidak meninggalkan faktor teknis.

Menurut Sumardjono, dalam lima tahun terakhir, ada langkah maju terkait industri pertahanan. Beberapa persenjataan strategis bahkan bisa dibuat di dalam negeri. Ia mencontohkan, saat ini PT PAL tengah melakukan beberapa uji coba kapal selam yang baru. Kapal selam tersebut adalah kapal selam ketiga dari sesi pertama kontrak, yang juga merupakan kapal selam pertama yang dibuat di PT PAL bekerja sama dengan Korsel.

”Dulu, waktu kapal pertama diserahterimakan di Korea, memang ada 12 masalah di kapal selam tersebut. Kita datangkan ahlinya, lalu akhirnya berkurang masalahnya, tinggal lima kendala. Kapal selam yang dibuat kedua sudah jauh lebih baik penyelesaiannya,” kata Sumardjono.

Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1/2020).
Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/1/2020). Kapal selam Alugoro buatan PT PAL yang bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) itu, telah berhasil melakukan uji coba pertama kali menyelam hingga kedalaman 250 meter dan dapat disimpulkan 90 persen pembangunan kapal selam itu berhasil. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Diselesaikan

Budiman Saleh, Dirut PT PAL, mengatakan, seluruh masalah terkait kerja sama produksi kapal selam telah diselesaikan. Sejauh ini, kapal selam yang dibuat PT PAL dinilai sudah cukup bagus. Bahkan, kapal selam ketiga telah berhasil melakukan sejumlah tes yang sebelumnya belum pernah dilakukan di Indonesia. ”Senin kemarin, saya ikut sendiri tes kapal selam di kedalaman 250 meter yang berarti tekanan 25 bar, beberapa tes yang dicujicobakan berhasil kita laksanakan,” kata Budiman.

Langkah selanjutnya, tambah Budiman, melakukan tes di kedalaman 300 meter. Selain itu juga direncanakan tes kecepatan di permukaan dan di kedalaman, pemakaian baterai dan tes penembakan dengan torpedo. ”Pada akhir Desember 2020, kita harapkan kapal selam ketiga tersebut sudah bisa diserahterimakan,” ujar Budiman.

Diakui oleh Budiman, tak mudah membangun kepercayaan di antara pengguna dan pemerintah. Namun, saat ini, PT PAL telah mampu membangun kapal selam sendiri, terutama di sisi manufaktur. Dengan modal pemerintah Rp 1,5 triliun, yang dikucurkan pada 2013, beberapa fasilitas telah dibangun. Namun, teknologinya masih banyak yang harus dipelajari.

Saat ini PT PAL juga tengah melakukan peremajaan total KRI Cakra yang dibeli dari Jerman pada 1980-an.

Photo: Kapal selam Alugoro melakukan uji coba di Selat Bali terlihat dari Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (21/01/2020). (Antara via Republika)

Editor: (D.E.S)

4 tanggapan untuk “Produksi Pesawat Tempur IF-X dan Kapal Selam Dievaluasi”

  1. Hahaha evaluasi aja teroosss

    Bayar aja dulu mah itu yg pesawat, jgn ngotot minta ini itu dulu kalo nunggak.
    Kaselnya kendalanya “masih” ada 5

    Suka

  2. take it or leave it …
    dua pilihan dg pengorbanan modal duit gede, sebaiknya kumpul dulu semua team teknokrat, engineers, birokrat plus kasir nya, dari level paling bawah sampai level atas,
    apa yg mau dicari dan di dapat dari impian bisa bikin pespur, kalo mandiri sepenuhnya kita bisa dapat IFX sesuai selera dan kebutuhan sendiri, spek dan kemampuan pespur bisa dirahasiakan, soal keamanan duitnya tinggal berhitung level teknis bidang teknologinya,
    sebaliknya jika ngebet bergantung kerjasama dg pihak lain maka kesiapan duit mutlak hrs ada, time schedule tergantung partner, pilihan teknologi jg tergantung persetujuan partner, jgn lupa kita hanya mimpi bisa dapatkan semua teknologi bila kerjasama dg pihak lain.

    Suka

  3. Sulit biar bagai manapun sikor el anak bawang mamarika belom tau dia mama marah mana berani kaya si jeje erman maen potong anggaran militer nya cuma gak suruh agkat kaki militer ama nunuk ilir de jongun mah alesa doang intinya teknologi nya kudu mama rika yang paenin yang laen kebagian ngempanin marika poya poya

    Ibarat kata pepatah
    Jasa setitik
    Ngatur idup setempayan
    Teknologi dah jadi titik
    Kuasa mau ampe kiamat

    Waduh sabar bukan masalah uang sekarang
    Jadi masalah itikat usaha atau dagang ada gak

    Gitu aja repot

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s