Amerika Tambah Pasokan Jet Tempur ke Arab Saudi

Menteri Pertahanan Amerika Serikat atau Kepala Pentagon, Mark Esper, berbicara di markas Pentagon saat menemui pasukan Amerika di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Air Force Magazine
Menteri Pertahanan Amerika Serikat atau Kepala Pentagon, Mark Esper, berbicara di markas Pentagon saat menemui pasukan Amerika di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. (Air Force Magazine)

Komandan utama Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Jenderal Frank McKenzie, bertemu dengan pasukan Washington di Pangkalan Udara Pince Sultan di Arab Saudi, Rabu. Dia hadir di pangkalan ketika Amerika menambah pasokan jet tempur F-15E, baterai sistem rudal Patriot, dan sistem perlatan launnya.

Di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, ratusan tenda bermunculan dan satu skuadron jet tempur Angkatan Udara AS F-15E yang baru tiba berbaris di landasan pacu. Jet-jet tempur itu digunakan Amerika untuk misi harian ke Irak dan Suriah. Di kejauhan, dua baterai sistem rudal Patriot Amerika memindai langit, dan bersiap untuk merobohkan setiap serangan Iran terhadap Kerajaan Saudi.

Dilansir dari laman Sindonews (30/ 1/ 2020), kehadiran pasukan AS di di pangkalan itu bertambah menjadi sekitar 2.500 personel sejak musim anas lalu, ketika AS mengumumkan telah mulai mengerahkan pasukan ke tempat yang dulunya merupakan pusat militer utama AS Kembalinya pasukan AS ke Pangkalan Udara Prince Sultan adalah salah satu tanda yang lebih dramatis dari keputusan Amerika untuk meningkatkan pasukan di Timur Tengah sebagai respons terhadap ancaman dari Teheran.

Pada hari Rabu, Jenderal McKenzie menghabiskan beberapa jam bertemu dengan para komandan dan pasukannya di pangkalan itu. Dia menilai apa yang disebutnya “titik manis” dari proyeksi pasukan AS di wilayah tersebut.

Pangkalan Udara Prince Sultan, kata Jenderal McKenzie, menyajikan target rumit bagi Iran untuk menghantam dan menyediakan lokasi terpencil bagi pasukan AS, jet tempur, dan aset lainnya. Ini juga memberikan keamanan yang lebih besar bagi Arab Saudi, yang meminta bantuan AS setelah serangan drone dan serangan rudal terhadap fasilitas minyak Aramnco 14 September lalu. Iran membantah sebagai pelaku serangan.

Saat ini, tenda-tenda putih besar yang mengepakkan angin yang kencang memberikan kesan sementara pada misi. Tetapi menurut Kolonel Angkatan Udara AS, Jason King, seorang wakil komandan Sayap Ekspedisi Udara ke-378, ada “perencanaan yang bijaksana” yang sedang berlangsung yang dapat menyebabkan tenda diganti dengan trailer dan struktur yang lebih permanen lainnya.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s