Amerika Serikat Uji Kawanan 250 Drone untuk Perang Kota

Uji program koordinasi segerombolan drone, dengan nama kode Ofensive Swarm-Enabled Tactics (OFFSET). DARPATV
Uji program koordinasi segerombolan drone, dengan nama kode Ofensive Swarm-Enabled Tactics (OFFSET). DARPATV

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) membagikan cuplikan dari program eksperimental terbaru mereka untuk proyek militer Kementerian Pertahanan Amerika Serikat.

DARPA terungkap sedang menguji sekawanan besar drone secara bersamaan untuk menemukan target dan mengumpulkan intelijen dalam sebuah misi penyerangan kota.

Dilansir dari laman Tempo (4/ 2/ 2020), Program tersebut merupakan bagian dari Offact Swarm-Enabled Tactics (OFFSET) DARPA.

Uji menampilkan sebuah kelompok yang terdiri 250 kendaraan otonom (nirawak) udara dan darat dalam sebuah simulasi perang kota. Mereka yang sepintas mirip mobil atau robot mainan itu ternyata berperan memberikan informasi langsung tentang garis depan musuh dan situasi secara umum.

Pengujian itu dilakukan di sebuah kompleks gedung di Pusat Pelatihan Pasukan Bersama Kamp Shelby DARPA di Hattiesburg, Mississippi. Misi menugaskan segerombolan ‘mainan’ itu untuk menemukan beberapa AprilTags, semacam QR code, yang ditempatkan dalam bangunan, dan dirancang untuk mendekati blok kota.

Kawanan drone membagi diri menjadi beberapa kelompok yang berbeda, masing-masing dengan tugas yang taktis. Beberapa dikirim ke gedung untuk menemukan AprilTag, sementara yang lain mempertahankan posisi strategis untuk mengawasi ancaman yang datang. Ada juga yang berpatroli membantu menyelesaikan peta lingkungan 3D dan mengirimnya ke markas.

Sementara beroperasi secara otonom, rekaman langsung dari drone-drone itu dipantau oleh operator manusia. Menurut laporan yang diunggah di situs resmi DARPA, koordinator manusia cukup mengamati drone melalui antarmuka laptop.

Situs itu melaporkan, tes yang berhasil hanya tiga dari total enam yang direncanakan. DARPA mengatakan tiga tes yang tersisa harus dilakukan pada interval enam bulan. Hal itu menunjukkan bahwa masih membutuhkan beberapa tahun sebelum teknologi digunakan di skenario konflik langsung.

Drone dan sistem operasi dikembangkan dalam koordinasi dengan Northrop Grumman, Raytheon, Case Western University, dan Northwestern University.

Editor: (D.E.S)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s